Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Kulkas di rumah mendadak rusak atau mati listrik? Padahal ada banyak bahan makanan di dalamnya, termasuk ayam. Jangan panik, Moms! Menyimpan ayam tanpa kulkas bukan hal yang mustahil, asalkan Anda menguasai cara yang pas. Selama disimpan dengan cara yang tepat, ayam akan tetap segar dan dapat dikonsumsi.
Nah, penasaran dengan bagaimana cara menyimpan ayam tanpa kulkas? Yuk, simak informasinya di bawah ini, Moms!
Cara menyimpan ayam tanpa kulkas
1. Baluri dengan garam
Garam adalah salah satu bahan dapur yang efektif untuk menyimpan ayam tanpa kulkas. Metode ini bekerja dengan cara menghilangkan kelembapan dari ayam dan membuatnya menjadi tidak ramah bagi bakteri.
Caranya:
- Bersihkan ayam hingga benar-benar kering.
- Baluri seluruh permukaan ayam dengan garam kasar secukupnya.
- Letakkan di wadah berlubang agar cairan bisa keluar.
- Simpan di tempat sejuk dan berangin.
2. Dengan metode pengasapan
Teknik pengasapan akan menciptakan lapisan yang dapat melindungi ayam dari bakteri. Anda bisa menggunakan alat pengasap daging. Setelah ayam matang, diamkan sampai dingin, lalu simpan dalam wadah tertutup. Selain membuat ayam lebih awet di luar kulkas, pengasapan dapat membuat rasa ayam jadi lebih enak.
Baca juga: 5 Resep Olahan Ayam yang Wajib Dicoba agar Tidak Bosan
3. Gunakan pengawet alami
Cuka dan jeruk nipis bisa menjadi bahan alami untuk membuat ayam lebih awet meski tidak disimpan di kulkas. Kandungan asam dari kedua bahan tersebut dapat mencegah pertumbuhan bakteri. Baluri seluruh bagian ayam dengan cuka atau jeruk nipis. Moms juga bisa menambahkan garam. Kemudian simpan di dalam wadah yang tertutup rapat.
4. Penyimpanan dengan es batu
Jika es batu masih tersedia, metode ini menjadi pilihan paling praktis dan efektif untuk jangka pendek. Pertama, masukkan es batu ke dalam wadah, kemudian letakkan ayam di atasnya, lalu tambahkan kembali es batu di atas ayam, kemudian tutup dengan rapat. Anda bisa menggunakan termos, sehingga es batu lebih tahan lama.
Baca juga: Berapa Lama Ayam Rebus Tahan Tanpa Kulkas? Cari Tahu Jawabannya di Sini
Ciri-ciri ayam basi yang harus diwaspadai
Beberapa cara menyimpan ayam tanpa kulkas tersebut di atas tentu tidak seefektif menyimpan ayam di dalam kulkas, sehingga ada beberapa tanda ayam basi dan tidak layak konsumsi yang perlu Moms ketahui. Berikut ciri-cirinya, Moms.
1. Perubahan warna
Perubahan warna menjadi indikator ayam basi yang paling jelas. Ayam segar memiliki warna pink muda atau putih bersih. Jika daging berubah menjadi keabuan, kehijauan, atau muncul bercak-bercak aneh, segera buang ayam tersebut.
2. Perubahan tekstur
Tekstur daging yang menjadi lengket atau berlendir juga menandakan proses pembusukan telah dimulai. Daging ayam segar akan terasa kenyal dan tidak meninggalkan residu di tangan.
3. Perubahan aroma
Aroma merupakan tanda alami yang paling mudah dikenali. Ayam segar memiliki bau netral atau sedikit amis. Bau asam, busuk, atau menyengat adalah tanda pasti bahwa ayam sudah tidak layak dikonsumsi.
4. Terjadi pembengkakan
Pembengkakan atau perubahan bentuk yang tidak wajar juga mengindikasikan adanya kerusakan. Gas yang dihasilkan bakteri pembusuk bisa menyebabkan daging ayam tampak menggembung.
Nah, itulah beberapa cara menyimpan ayam tanpa kulkas dan beberapa tanda ayam basi yang tidak dapat dikonsumsi lagi. Jangan pernah mencoba "menyelamatkan" ayam yang sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan dengan bumbu atau rempah kuat ya, Moms, karena apa pun rempahnya tetap tidak dapat membuat ayam menjadi layak konsumsi kembali saat sudah basi atau membusuk. (M&B/RF/Foto: Jcomp/Freepik)