FAMILY & LIFESTYLE

Buah yang Harus Dihindari Penderita Asam Urat dan Kolesterol


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Gaya hidup dan pola makan berperan besar dalam pengelolaan kesehatan, terutama bagi mereka yang menderita asam urat dan kolesterol tinggi. Kedua kondisi ini sering kali terkait erat dengan cara tubuh memetabolisme makanan, termasuk konsumsi buah-buahan tertentu. Meski buah dikenal sebagai sumber nutrisi yang sehat, ada sejumlah buah yang harus dihindari dan tidak boleh dimakan oleh penderita asam urat dan kolesterol.

Ya, penderita asam urat dan kolesterol tinggi perlu berhati-hati dalam memilih buah. Beberapa buah yang sebaiknya dihindari atau dibatasi konsumsinya meliputi buah-buahan tinggi fruktosa dan buah-buahan yang dikeringkan.

Hubungan diet dengan asam urat dan kolesterol

Asam urat adalah hasil pemecahan purin di dalam tubuh. Ketika kadar asam urat berlebihan, kristal-kristal kecil dapat terbentuk di sendi, menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Sementara itu, kolesterol tinggi dapat mempersempit pembuluh darah, meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Makanan yang kaya purin atau fruktosa serta makanan yang memengaruhi kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dapat memperburuk kedua kondisi tersebut.

Buah yang harus dihindari penderita asam urat dan kolesterol

1. Durian

Durian memiliki kandungan lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lainnya. Meskipun rasanya lezat, konsumsi durian secara berlebihan dapat memengaruhi kadar kolesterol darah, terutama bagi mereka yang sudah memiliki kolesterol tinggi.

2. Mangga matang

Mangga matang tinggi kandungan gula alami yang dapat meningkatkan kadar fruktosa dalam darah. Fruktosa berlebih dapat memicu produksi asam urat, yang menyebabkan kekambuhan pada penderita asam urat.

3. Anggur

Anggur memiliki kadar fruktosa yang cukup tinggi. Konsumsi anggur dalam jumlah banyak dan berlebihan dapat memicu peningkatan produksi asam urat dalam tubuh, sehingga sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat.

4. Nangka

Mirip dengan durian, nangka juga memiliki kandungan gula dan kalori tinggi, yang dapat berdampak buruk pada kadar kolesterol serta produksi asam urat.

5. Buah kering (kismis, kurma, aprikot kering)

Buah kering umumnya mengandung gula tinggi karena proses pengeringan menghilangkan kandungan air. Gula yang berlebih dapat meningkatkan risiko ketidakseimbangan kadar purin dan memperparah kolesterol.

Baca juga: 5 Buah yang Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung Ibu Hamil

Tips diet untuk mengelola asam urat dan kolesterol

Selain menghindari buah-buahan tertentu, berikut ini beberapa tips diet yang bisa membantu mengelola asam urat dan kolesterol.

1. Pilih buah rendah fruktosa

Konsumsi apel, pisang, atau beri-berian (strawberry, blueberry, dan raspberry) yang memiliki kandungan fruktosa rendah serta kaya serat dan antioksidan yang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dan asam urat.

Baca juga: Baik untuk Sistem Pencernaan dan Diet, Ini 10 Buah Tinggi Serat

2. Tingkatkan konsumsi sayuran hijau

Sayuran seperti brokoli dan bayam merupakan pilihan yang baik karena rendah purin dan membantu menurunkan kolesterol.

3. Batasi makanan berlemak dan gula berlebih

Hindari makanan yang digoreng atau kaya gula tambahan, karena dapat memperburuk kolesterol maupun asam urat.

4. Perbanyak asupan air

Air membantu melarutkan asam urat dan mendukung fungsi ginjal dalam mengeluarkan racun dari tubuh.

5. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi

Berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi penderita asam urat atau kolesterol tanpa memperburuk kondisi kesehatannya.

Itulah beberapa buah yang harus dihindari penderita asam urat dan kolesterol. Meskipun buah-buahan adalah bagian penting dari diet sehat, penderita asam urat dan kolesterol perlu memperhatikan jenis buah yang dikonsumsi. Hindari buah-buahan seperti durian, mangga matang, dan anggur yang dapat memperburuk kondisi Anda.

Selalu utamakan buah rendah fruktosa dan lemak serta kombinasikan dengan pola makan sehat lainnya. Dengan pengelolaan yang tepat, Anda dapat mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. (M&B/AY/SW/Foto: Lifeforstock/Freepik)