BUMP TO BIRTH

Mitos Hamil Anak ke-3, Benarkah Selalu Beda dari Kehamilan Sebelumnya?


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Kehamilan selalu membawa cerita tersendiri, terutama ketika Moms menantikan kelahiran anak ke-3. Tidak sedikit orang tua yang mendengar berbagai mitos seputar hamil anak ke-3, mulai dari bentuk perut yang berbeda, jenis kelamin yang bisa ditebak, hingga keyakinan bahwa proses persalinan akan lebih cepat atau justru lebih sulit.

Mitos-mitos ini biasanya berkembang dari cerita orang tua terdahulu, budaya, hingga pengalaman pribadi yang diwariskan turun-temurun. Padahal secara medis, kondisi kehamilan setiap ibu sangat unik dan dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kesehatan fisik, usia, hingga riwayat persalinan sebelumnya.

Nah, agar Moms tidak bingung, mari kita bahas beberapa mitos hamil anak ke-3, sekaligus meluruskan faktanya berdasarkan sudut pandang kesehatan.

Mitos hamil anak ke-3

1. Jenis kelamin bisa ditebak dari bentuk perut

Mitos yang paling populer adalah jenis kelamin bayi bisa ditebak dari bentuk perut. Konon katanya, perut runcing berarti anak laki-laki, sedangkan perut bulat menandakan anak perempuan. Faktanya, bentuk perut dipengaruhi oleh posisi janin, bentuk tubuh bumil, dan tonus otot perut, bukan jenis kelamin bayi.

Baca juga: 10 Mitos Seputar Prediksi Jenis Kelamin Bayi

2. Persalinan lebih mudah karena sudah berpengalaman

Banyak yang percaya kalau persalinan anak ke-3 akan lebih cepat dan mudah. Memang benar, otot rahim dan jalan lahir sudah lebih “terlatih”, tapi faktor usia bumil, kondisi janin, hingga komplikasi medis tetap bisa memengaruhi proses persalinan. Jadi tidak selalu, kehamilan ke-3 berjalan lebih mudah ya, Moms.

Baca juga: Ini Bedanya Hamil Anak Pertama dan Kedua yang Bisa Anda Rasakan

3. Hamil anak ke-3 berat badannya naik banyak

Ada mitos bahwa ibu yang menjalani kehamilan anak ketiga lebih mudah mengalami kenaikan berat badan. Faktanya, kenaikan berat badan dipengaruhi oleh pola makan, aktivitas fisik, dan metabolisme tubuh, bukan semata urutan kehamilan.

Baca juga: Moms, Ini Kenaikan Berat Badan Ideal Ibu Hamil Tiap Trimester

4. Anak ketiga sering disebut membawa keberuntungan

Beberapa budaya percaya bahwa hamil anak ke-3 membawa rezeki atau keberuntungan tersendiri bagi keluarga. Dari sisi medis, tentu tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hal ini. Namun, secara psikologis, kehadiran anak memang bisa menjadi motivasi baru bagi Moms dan Dads.

Baca juga: Tanda-Tanda Hamil Anak Perempuan, Antara Mitos Vs Fakta

5. Kehamilan ke-3 lebih berisiko mengalami komplikasi

Dalam kondisi tertentu, mitos ini ada benarnya, Moms. Jika usia Anda sudah di atas 35 tahun atau ada riwayat komplikasi sebelumnya, risiko komplikasi kehamilan dan persalinan memang bisa meningkat. Namun, jika kondisi kesehatan terjaga dan pemeriksaan rutin dilakukan, hamil anak ke-3 bisa tetap berjalan sehat dan aman.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Anda Tahu Soal Hamil di Usia 35 Tahun

Moms, mitos hamil anak ke-3 memang menarik untuk didengar, tapi jangan sampai membuat Anda khawatir berlebihan, ya. Ingat setiap kehamilan itu unik, tidak bisa disamakan hanya berdasarkan cerita pengalaman orang lain. Satu hal yang paling penting adalah menjaga kesehatan dengan pola makan seimbang, rutin periksa ke dokter kandungan, dan mendengarkan saran medis yang tepat. (M&B/AY/SW/Foto: Tirachardz/Freepik)