Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Salah satu hal yang membuat penasaran saat hamil adalah mengetahui jenis kelamin bayi yang akan lahir nanti. Umumnya Moms & Dads mengandalkan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk mendapatkan jawabannya. Namun, bagaimana jika hasil USG menunjukkan prediksi laki-laki, tetapi yang lahir adalah bayi perempuan? Mungkinkah ini terjadi?
Fenomena ini, meskipun tidak sering terjadi, memang mungkin dan bisa dialami sejumlah orang tua. Rasa kaget, bingung, bahkan sedikit kecewa mungkin muncul, dan itu sangat wajar. Untuk itu, Moms & Dads perlu mengetahui kenapa perbedaan antara prediksi USG dan kenyataan bisa terjadi serta bagaimana menyikapinya dengan bijak.
USG untuk cek jenis kelamin, akuratkah?
Sebelum membahas lebih jauh, mari kita pahami dulu cara kerja USG, Moms & Dads. USG adalah prosedur pencitraan yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menciptakan gambar organ dalam tubuh. Dalam kehamilan, USG digunakan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan janin, termasuk memperkirakan jenis kelaminnya.
Akurasi USG dalam menentukan jenis kelamin bayi cukup tinggi, tapi bukan 100% sempurna. Pada usia kehamilan 18-22 minggu, akurasi USG mencapai 95-99% untuk menentukan jenis kelamin. Pada periode ini, organ genital janin sudah terbentuk dengan lebih jelas, sehingga akurasi prediksi akan lebih tinggi.
Baca juga: Moms, Yuk Ketahui Cara Membaca hasil USG!
Penyebab prediksi USG bisa salah
Akurasi USG dalam menentukan jenis kelamin janin sebenarnya cukup tinggi, mencapai 98-99% jika dilakukan dalam kondisi ideal. Namun, ada beberapa faktor yang bisa membuat prediksi meleset, yaitu:
1. Waktu pemeriksaan yang terlalu dini
Waktu adalah faktor kunci. Organ genital janin baru mulai terbentuk secara jelas sekitar minggu ke-14 kehamilan. Sebelum itu, baik janin laki-laki maupun perempuan memiliki tonjolan genital yang terlihat mirip. Melakukan USG untuk menentukan jenis kelamin sebelum minggu ke-18 sering kali meningkatkan risiko kesalahan karena organ belum berkembang sempurna.
2. Posisi janin yang kurang mendukung
Terkadang, janin tidak mau “bekerja sama”. Janin yang sangat aktif atau justru dalam posisi meringkuk bisa menyulitkan dokter untuk melihat area genitalnya dengan jelas. Kaki yang menyilang, tangan yang menutupi, atau posisi sungsang adalah beberapa contoh posisi yang bisa menghalangi pandangan.
3. Tali pusat yang menyerupai penis
Ini adalah salah satu penyebab paling umum dari kekeliruan prediksi. Tali pusat yang berada di antara kedua kaki janin bisa menciptakan bayangan pada layar USG yang sangat mirip dengan penis. Jika gambaran tidak begitu jernih, dokter bisa salah menginterpretasikannya sebagai janin laki-laki.
4. Pembengkakan genital pada janin perempuan
Janin perempuan terkadang mengalami pembengkakan pada area labia akibat hormon dari ibu. Pembengkakan ini bisa terlihat menonjol pada layar USG, sehingga keliru diidentifikasi sebagai skrotum atau penis, yang mengarah pada prediksi keliru sebagai bayi laki-laki.
5. Kualitas alat USG
Kualitas alat USG juga berperan penting. Alat yang lebih canggih (seperti USG 3D atau 4D) dapat memberikan gambaran yang lebih detail dan akurat. Secara umum, USG 4D memberikan gambar bergerak yang lebih realistis dan detail dibandingkan USG 2D. Ini memungkinkan dokter untuk melihat area genital dari berbagai sudut, sehingga mengurangi kemungkinan kesalahan interpretasi. Namun, faktor lain seperti posisi janin tetap berpengaruh.
Baca juga: Ini Perbedaan Hasil USG Bayi Laki-Laki dan Perempuan
Apakah ada cara lain untuk mengetahui jenis kelamin janin?
Ada tes lain dengan akurasi lebih tinggi seperti Non-Invasive Prenatal Testing (NIPT). Tes ini menganalisis DNA janin dari sampel darah ibu dan bisa mendeteksi jenis kelamin dengan akurasi di atas 99% bahkan sejak usia kehamilan 10 minggu. Namun, tes ini biasanya lebih mahal dan sering kali direkomendasikan untuk skrining kelainan genetik.
Itulah penjelasan mengenai hasil USG menunjukkan prediksi laki-laki, tetapi yang lahir adalah bayi perempuan. Mengetahui bahwa hasil USG bisa saja keliru mungkin membuat sebagian orang tua merasa cemas. Namun, penting untuk diingat bahwa tujuan utama dari pemeriksaan kehamilan adalah memastikan kesehatan bumil dan bayi. Apa pun jenis kelamin bayi Anda, baik laki-laki maupun perempuan, pada akhirnya, kehadiran Si Kecil adalah anugerah terindah yang patut disyukuri. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)