BABY

Tak Perlu Panik, Ini Obat Mencret untuk Bayi 6-12 Bulan


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Mencret atau diare pada bayi memang menjadi salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi. Kondisi ini sering kali tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, sebagai orang tua, wajar jika Moms merasa cemas dan ingin segera mencari solusinya.

Lalu, apa sebenarnya penyebab diare pada Si Kecil? Kapan Moms perlu memberikan obat, dan apa saja pilihan yang aman untuk bayi usia 6-12 bulan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini untuk tahu jawabannya, Moms!

Apa yang menyebabkan diare pada bayi?

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan Si Kecil mengalami mencret atau diare. Berikut ini beberapa faktor pemicunya, Moms.

1. Infeksi virus atau bakteri

Ini adalah penyebab paling umum. Virus seperti rotavirus atau bakteri seperti E. coli bisa masuk ke tubuh Si Kecil melalui makanan, minuman, atau tangan yang kurang bersih.

2. Alergi makanan

Alergi terhadap makanan tertentu, seperti produk susu sapi, telur, atau kacang, dapat memicu reaksi alergi seperti diare atau mencret.

3. Pengenalan makanan pendamping ASI (MPASI)

Saat bayi mulai memasuki fase MPASI, sistem pencernaannya juga mengalami proses adaptasi. Pengenalan makanan baru terkadang bisa menyebabkan perubahan pada pola buang air besar, termasuk diare.

4. Efek samping antibiotik

Jika Si Kecil baru saja mengonsumsi antibiotik untuk mengobati infeksi lain, diare bisa menjadi salah satu efek sampingnya. Pasalnya, beberapa obat antibiotik dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus.

Baca juga: Makanan yang Baik Diberikan saat Bayi Mengalami Diare

Berapa lama mencret pada bayi bisa sembuh?

Pada umumnya, diare ringan pada bayi yang disebabkan oleh infeksi virus akan membaik dalam waktu 5-7 hari, dan biasanya tidak berlangsung lebih dari dua minggu. Selama periode ini, hal terpenting yang perlu Moms perhatikan adalah memastikan Si Kecil tidak kekurangan cairan atau dehidrasi.

Obat mencret bayi 6-12 bulan

Perlu diingat, pemberian obat untuk bayi harus selalu dilakukan dengan hati-hati, dan idealnya di bawah pengawasan dokter. Jangan pernah memberikan obat diare untuk orang dewasa kepada bayi. Berikut ini beberapa penanganan dan pilihan yang umumnya aman untuk bayi usia 6-12 bulan.

1. Oralit

Oralit adalah pertolongan pertama dan utama untuk mengatasi diare. Oralit sendiri bukanlah obat untuk menghentikan diare, melainkan cairan rehidrasi yang berfungsi untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang dari tubuh Si Kecil.

Dehidrasi adalah risiko terbesar saat bayi mengalami diare, dan oralit sangat efektif untuk mencegahnya. Moms bisa memberikan oralit sedikit demi sedikit menggunakan sendok atau pipet. Contoh oralit yang bisa Moms berikan kepada Si Kecil, yakni Oralit 200, Pharolit, dan Renalyte.

2. Suplemen zinc

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian suplemen zinc pada anak yang mengalami diare. Zinc terbukti dapat mengurangi durasi dan tingkat keparahan diare, serta mencegah kekambuhan dalam 2-3 bulan ke depan. Yang perlu diingat, pemberian dosis harus disesuaikan dengan anjuran dokter. Contoh zinc yang bisa Moms berikan kepada Si Kecil, yakni Zincpro dan zinc tablet.

3. Probiotik

Probiotik adalah bakteri baik yang membantu mengembalikan keseimbangan flora usus yang terganggu selama diare. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa probiotik, seperti Lactobacillus rhamnosus GG, dapat mempersingkat durasi diare. Probiotik tersedia dalam bentuk tetes atau bubuk yang bisa dicampurkan ke dalam makanan atau minuman Si Kecil. Contoh probiotik yang bisa Moms berikan kepada Si Kecil adalah Lacidofil.

Baca juga: Agar Anak Aktif dan Tidak Mudah Sakit, Ini Manfaat Probiotik Alami untuk Anak

Pastikan Moms berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan obat atau suplemen apa pun untuk memastikan jenis dan dosis yang tepat untuk Si Kecil.

Kapan diare pada bayi dikatakan berbahaya?

Meskipun diare sering kali bisa diatasi di rumah, ada beberapa kondisi yang memerlukan penanganan medis. Segera bawa Si Kecil ke dokter jika ia menunjukkan tanda-tanda berikut:

1. Tanda-tanda dehidrasi berat: Mulut kering, tidak ada air mata saat menangis, popok tetap kering selama lebih dari 6 jam, dan ubun-ubun tampak cekung.

2. Demam tinggi: Suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius untuk bayi di bawah 6 bulan atau di atas 39derajat Celsius untuk bayi yang lebih besar.

3. Tinja berdarah atau berwarna hitam:Perubahan bentuk tinja bayi dapat menandakan infeksi serius yang membutuhkan perhatian khusus.

4. Terlihat sangat lemas, lesu, atau sulit dibangunkan:Dehidrasi parah bisa menyebabkan bayi kehilangan kesadaran.

5. Muntah terus-menerus:Diare yang disertai muntah akan meningkatkan risiko dehidrasi parah pada tubuh Si Kecil.

6. Diare tidak membaik setelah 24 jam:Pemberian obat yang tidak mengatasi gejala mencret bisa menandakan adanya gangguan kesehatan serius dan berisiko menyebabkan dampak yang lebih parah.

Menghadapi Si Kecil yang sedang mengalami mencret memang tidak mudah, tetapi tetaplah tenang, Moms. Fokus utama saat bayi diare adalah menjaga asupan cairannya untuk mencegah dehidrasi. Teruslah berikan ASI seperti biasa dan berikan cairan tambahan seperti oralit.

Jika Moms ragu atau khawatir dengan kondisi bayi, Anda bisa menghubungi dokter. Mendapatkan penanganan yang tepat akan membantu Si Kecil pulih lebih cepat dan kembali ceria. (MB/AY/GA/Foto: Pvproduction/Freepik)