Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Diare pada bayi bisa membuat Moms panik, terutama karena risiko dehidrasi yang tinggi. Nah, salah satu cara sederhana untuk mencegah dehidrasi adalah dengan memberikan cairan oralit. Namun, tidak semua orang tahu bagaimana cara membuat oralit yang aman untuk bayi, terutama jika tidak sempat membeli yang siap pakai.
Padahal, dengan bahan sederhana seperti garam, gula, dan air matang, Moms bisa membuat larutan oralit di rumah. Oralit sendiri berfungsi untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare atau muntah. Menurut World Health Organization (WHO), pemberian oralit merupakan salah satu langkah utama dalam tata laksana diare pada anak.
Apakah oralit aman untuk bayi?
Oralit aman untuk bayi, asalkan diberikan dengan dosis yang tepat dan sesuai anjuran. Untuk itu, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, yakni:
1. Bayi di bawah 6 bulan
ASI adalah penanganan utama untuk diare pada bayi di bawah 6 bulan. Pemberian oralit untuk usia ini umumnya tidak dianjurkan, kecuali atas anjuran dan pengawasan dokter.
2. Dosis yang tepat
Dosis oralit harus disesuaikan dengan usia dan berat badan bayi. Pemberian oralit yang berlebihan bisa menyebabkan efek samping, seperti kembung atau muntah. Selalu ikuti petunjuk atau konsultasikan dengan dokter.
3. Cara pemberian
Berikan oralit sedikit demi sedikit dan secara perlahan, terutama jika bayi muntah. Moms bisa menggunakan sendok atau pipet.
4. Pemberian ASI atau susu formula
Pemberian oralit tidak menggantikan ASI atau susu formula. ASI atau susu formula harus tetap diberikan berbarengan dengan oralit.
Baca juga: Makanan yang Baik Diberikan saat Bayi Mengalami Diare
Kapan harus menggunakan oralit untuk bayi?
Tidak semua kondisi diare atau muntah pada bayi membutuhkan oralit. Oralit hanya disarankan untuk diberikan ketika bayi menunjukkan tanda-tanda dehidrasi seperti:
- Mulut dan bibir kering
- Popok kering selama lebih dari 6 jam
- Tidak ada air mata saat menangis
- Mata dan ubun-ubun tampak cekung
- Bayi terlihat lemas, lesu, atau sangat mengantuk
- Rewel dan tampak sangat cemas.
Berapa takaran oralit untuk bayi?
Pemberian oralit untuk bayi harus mempertimbangkan usia dan berat badannya. Untuk bayi di bawah 6 bulan, pemberian oralit hanya boleh dilakukan atas petunjuk dokter.
Berikut ini panduan dosis pemberian oralit untuk bayi sesuai berat badannya.
- Untuk berat badan 3-4,5 kg: sekitar 60 ml (4 sendok makan) per jam
- Untuk berat badan 5-7 kg: sekitar 70 ml (5 sendok makan) per jam
- Untuk berat badan 7-9 kg: sekitar 100 ml (1/2 gelas atau 7 sdm) per jam.
Meskipun begitu, Moms harus perhatikan, berikan oralit sedikit demi sedikit, misalnya menggunakan sendok atau pipet, untuk membantu mencegah bayi muntah. Selama pemberian oralit, Moms juga disarankan untuk tetap memberikan ASI seperti biasa. Yang terpenting, sebelum memberikan oralit kepada bayi, penting untuk berkonsultasi dengan dokter.
Cara membuat oralit untuk bayi
Moms bisa membuat oralit dengan bahan sederhana yang tersedia di dapur. Menurut anjuran WHO, resep oralit rumah tangga bisa membantu mencegah dehidrasi ringan hingga sedang.Berikut ini langkah-langkahnya.
1. Siapkan 1 gelas (200 ml) air matang yang sudah didinginkan.
2. Tambahkan 1/2 sendok teh garam.
3. Tambahkan 1 sendok teh gula pasir.
4. Aduk hingga larut sempurna.
Larutan ini bisa diberikan sedikit demi sedikit pada bayi. Namun, jumlah pemberian harus disesuaikan dengan usia dan berat badan bayi ya, Moms. Untuk bayi di bawah 6 bulan yang masih ASI eksklusif, Moms tetap disarankan untuk mengutamakan ASI sebagai sumber cairan utama, sementara oralit hanya diberikan jika direkomendasikan dokter.
Baca juga: 7 Obat Alami untuk Bantu Mengatasi Diare pada Bayi
Moms, mengetahui cara membuat oralit untuk bayi bisa menjadi langkah penting dalam pertolongan pertama saat Si Kecil mengalami diare atau muntah. Dengan bahan sederhana, Moms bisa membantu mencegah dehidrasi yang berbahaya pada bayi Anda.
Namun, ingat bahwa ASI tetap menjadi sumber utama cairan bagi bayi, dan pemberian oralit sebaiknya sesuai dengan anjuran dari dokter ya, Moms. (MB/SW/Foto: Jcomp/Freepik)