TODDLER

Cara Mengobati Flu Singapura pada Anak secara Alami dan Aman


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Moms, pernah mendengar tentang penyakit flu Singapura? Penyakit infeksi virus yang ditandai dengan ruam di telapak tangan dan telapak kaki serta luka seperti sariawan di mulut ini umumnya menyerang bayi dan anak-anak. Jika Si Kecil terkena penyakit ini, Moms perlu tahu cara mengobati flu Singapura pada anak secara alami dan aman.

Flu Singapura, yang secara medis dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit tangan, kaki, dan mulut, adalah infeksi virus yang sangat menular. Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun. Penyakit ini umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari.

Gejala flu Singapura pada anak

Gejala flu Singapura pada anak meliputi demam, sakit tenggorokan, sariawan di mulut, serta ruam bintik merah yang berkembang menjadi lepuhan di telapak tangan, kaki, bokong, dan area kelamin. Anak juga bisa mengalami penurunan nafsu makan, lesu, rewel, dan badan nyeri. Sariawan yang timbul akan menyebabkan nyeri saat menelan, sehingga Si Kecil mungkin menolak makan dan minum.

1. Gejala awal (1-2 hari)

  • Demam yang bisa tinggi
  • Sakit tenggorokan
  • Merasa tidak enak badan
  • Nyeri badan atau pegal-pegal.

2. Gejala lanjutan

Ruam dan lepuhan: Muncul ruam merah di tangan, telapak kaki, bokong, dan area kelamin, yang kemudian berkembang menjadi lepuhan kecil berisi cairan.

Sariawan di mulut: Bintik merah muncul di lidah, gusi, atau bagian dalam pipi yang meradang dan pecah, menyerupai sariawan.

Penurunan nafsu makan: Nyeri saat menelan akibat sariawan menyebabkan anak kehilangan nafsu makan.

Perubahan perilaku: Anak mungkin menjadi lebih lesu, rewel, dan sering menangis.

Apa yang harus dihindari ketika anak terkena flu singapura?

Jika anak terkena flu Singapura, minta ia untuk menghindari hal-hal berikut ini, Moms.

1. Menggaruk lepuhan. Jangan menggaruk lepuhan yang muncul, karena bisa menyebabkan infeksi baru pada kulit dan menyebarkan virus ke orang lain.

2. Makanan yang memperburuk sariawan. Hindari makanan pedas, asam, asin, dan bertekstur keras yang bisa memperparah iritasi dan nyeri pada sariawan atau luka di mulut. Beri anak makanan lembut dan mudah ditelan seperti sup atau bubur.

3. Kurang minum. Jaga anak agar tetap terhidrasi dengan baik, hindari kekurangan cairan.

4. Melakukan aktivitas fisik berat. Hindari melakukan aktivitas fisik yang menguras tenaga, karena dapat memperburuk kondisi anak.

5. Berbagi peralatan pribadi. Jangan biarkan anak berbagi peralatan makan, minum, handuk, atau mainan dengan anak lain untuk mencegah penularan virus.

6. Kontak dengan orang lain. Hindari kontak dengan orang lain, terutama anak-anak lain dan jangan membawa anak ke sekolah atau tempat umum, sampai ruam benar-benar mengering dan sembuh. Biarkan anak beristirahat di rumah untuk membantu proses penyembuhan dan mencegah penyebaran virus.

Baca juga: Wajib Hindari 8 Tipe Makanan Ini Jika Ingin Sembuh dari Flu

Cara mengobati flu Singapura pada anak secara alami

Berikut ini cara mengobati flu Singapura pada anak secara alami dan aman.

1. Perbanyak asupan cairan

Saat anak terkena flu Singapura, Moms perlu memastikan Si Kecil cukup minum air putih, jus buah alami, atau air kelapa. Cairan membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi, mencegah dehidrasi, dan mempercepat proses penyembuhan.

Baca juga: Gejala Dehidrasi Berat pada Anak yang Perlu Orang Tua Waspadai

2. Kompres hangat untuk mengurangi demam dan nyeri

Mengompres dengan kain hangat pada area yang sakit atau demam bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan pada anak. Cara ini aman dan menenangkan anak yang rewel.

3. Berikan makanan lunak dan bergizi

Berikan Si Kecil makanan lunak seperti bubur, sup, atau puree buah yang mudah ditelan. Hindari makanan pedas atau asam yang dapat memperparah luka di mulut anak. Nutrisi dari makanan membantu memperkuat sistem imun tubuh.

4. Berikan madu (untuk anak di atas 1 tahun)

Madu memiliki sifat antibakteri dan bisa membantu meredakan sakit tenggorokan. Namun, Moms harus memastikan anak sudah berusia lebih dari 1 tahun sebelum memberikan madu untuk menghindari risiko botulisme.

5. Gunakan larutan garam untuk kumur atau bilas mulut

Larutan air garam hangat bisa membantu mengurangi nyeri pada luka di mulut anak. Untuk anak yang masih kecil, Moms bisa mengoleskan larutan garam menggunakan kapas bersih.

6. Istirahat yang cukup

Istirahat membantu tubuh melawan infeksi dan mempercepat proses penyembuhan. Pastikan anak tidur cukup dan tidak kelelahan selama masa pemulihan.

7. Jaga kebersihan lingkungan dan tubuh anak

Flu Singapura mudah menular. Jadi, menjaga kebersihan tangan, mainan, pakaian, dan lingkungan sekitar anak sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit. Pastikan untuk menjaga anak dari lingkungan yang sedang terpapar virus flu Singapura.

Itulah cara mengobati flu Singapura pada anak secara alami. Flu Singapura pada anak memang bikin khawatir, tapi dengan langkah yang tepat, proses pemulihan bisa lebih cepat dan aman. Pastikan juga untuk selalu berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat ya, Moms. (MB/YE/SW/Foto: Prostooleh/Freepik)