Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Ada sosok inspiratif yang belakangan ini banyak menarik perhatian para orang tua muda: Jean Girsang. Sang presenter, momfluencer, sekaligus Putri Pariwisata Indonesia 2011 ini berhasil menghadirkan sudut pandang segar tentang perjalanan menjadi ibu sekaligus perempuan yang terus bertumbuh. Tidak sekadar berbagi cerita, Jean juga memberikan insight yang membumi, relatable, dan mampu menguatkan siapa pun yang sedang berada di fase penuh tantangan dalam kehidupan keluarga.
Melalui akun Instagram @jeangirsang, ibu dari Keira (9) dan Karen (6) ini membuka banyak kisah di balik kesehariannya, tentang bagaimana ia menyeimbangkan peran di keluarga dan karier. Sebagai seorang figur publik yang dekat dengan audiensnya, Jean tidak ragu membagikan pengalaman nyata, termasuk jatuh bangun yang mungkin jarang terlihat di permukaan. Justru dari kejujurannya itulah, banyak pembaca bisa merasa ditemani. Karena sejatinya, setiap ibu maupun perempuan punya cerita unik, dan kisah Jean adalah salah satu cerminan bahwa kita tidak sendiri dalam perjalanan ini.
Untuk itu Mother & Beyond telah melakukan wawancara eksklusif dengan Jean Girsang. Tidak hanya sharing soal parenting, tetapi juga menyelami refleksi hidup, self love, hingga bagaimana ia memaknai kebahagiaan yang sederhana. Yuk, simak obrolan hangat M&B dengan Jean Girsang yang menjadi Mom of the Month Oktober 2025. Semoga bisa menjadi inspirasi sekaligus pengingat bahwa menjadi ibu adalah perjalanan penuh warna dengan cerita indah di setiap langkahnya.
Apa saja kesibukan Anda saat ini?
Saat ini prioritas kesibukan saya adalah mengurus kedua anak saya, Keira dan Karen. Aktivitas mereka lebih padat dari saya, jadi kesibukan utama saya adalah membersamai kegiatan mereka. Selain itu, sebagai momfluencer saya masih aktif berkonten bersama anak-anak, juga menghadiri berbagai event on air maupun off air. Masih ada beberapa shooting juga, tapi enggak sepadat dulu yang bisa setiap hari, kalau sekarang kebanyakan nge-MC offline.
Bagaimana dulu awalnya bisa menjadi Putri Pariwisata dan Putri Pangan 2011?
Ini pengalaman yang menarik banget bagi saya. Awalnya saya ikut di Abang None terlebih dahulu, kemudian bekerja sebagai jurnalis di sebuah stasiun TV swasta. Nah, kebetulan beauty pageant ini diadakannya di tempat saya bekerja tersebut, lalu semua orang di sekeliling saya mendorong untuk ikut serta. Untuk mendaftar, ada batas usia maksimal 25 tahun, persis dengan usia saya saat itu, jadi saya pikir, “Sepertinya ini kesempatan terakhir, jadi kenapa nggak dicoba saja dulu?” Dan saya pun memutuskan untuk ikut mendaftar. Sempat takut, tapi ternyata pengalaman ini sangat menyenangkan, menjadi insight dan pengalaman baru yang tak terlupakan juga membuka banyak kesempatan bagi saya.
Sebagai ibu, presenter, momfluencer, mana “profesi” yang paling menyenangkan buat Anda?
Secara naluriah pasti menjadi ibu adalah yang paling menyenangkan, terlebih saya sejak dulu tuh, suka banget main sama anak-anak. Kalau di acara keluarga atau di gereja itu pasti anak-anak kecil mainnya sama aku. Menjadi ibu memang mimpiku sejak dulu, tetapi tentunya saya ingin menjadi ibu yang berdaya, berprestasi, dan bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. Setelah menjadi ibu, urutan profesi yang paling menyenangkan adalah menjadi TV presenter, baru diikuti dengan menjadi momfluencer yang tidak kalah serunya.
Be true to yourself! Selalu jadi diri sendiri walau rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau.
Hal apa sih yang paling menantang sejak menjadi ibu?
Setiap fase kehidupan ibu memiliki tantangannya masing-masing, mulai dari hamil, menyusui, MPASI, anak GTM, potty training, dan seterusnya. Semua fase ada tantangannya, tapi memang harus dilalui dan dibawa seru saja.
Tapi bagi saya pribadi, hal yang paling menantang adalah mengenal karakter dan kepribadian anak kita sendiri karena setiap anak itu unik. Keira dan Karen keluar dari rahim yang sama, penerapan gaya parenting yang sama, tapi karakter mereka bisa berbeda banget. Jadi, buat saya bagaimana kita bisa mengenal karakter anak, bagaimana bisa menjadi ibu yang hadir dalam hidup mereka dan selalu mendampingi mereka, itu cukup menantang. Tapi, saya yakin asalkan kita bisa commit dan ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak, rasanya tantangan apa pun bisa kita lalui.
Bagaimana mengatur workload agar bisa tetap chill mengurus anak?
Wah, enggak bisa bohong, ini memang sering kewalahan juga. Solusinya memang cuma satu: Pintar manage waktu. Sampai sekarang aku masih belajar untuk pintar atur waktu agar semuanya berjalan dengan baik. Kadang di malam hari saat anak-anak sudah tidur nyenyak, aku baru mulai menyelesaikan pekerjaan, seperti edit konten atau membuat storyboard, misalnya.
Mengatur waktu istirahat dan me time juga nggak kalah penting dengan menyelesaikan pekerjaan. Kalau pekerjaan sedang banyak, aku kadang tidur sebentar atau power nap di mobil saat sedang menunggu anak-anak pulang les. Pokoknya tubuh harus sehat, cukup istirahat, happy, biar bisa mengurus anak dan menyelesaikan pekerjaan sebaik mungkin.
Kalau urusan management waktu, saya bersyukur banget punya support system yang superkeren, dari keluarga sampai besties tuh semuanya selalu membantu. Saya punya orang tua yang masih dengan senang hati bersedia saya titipkan anak-anak kalau saya sedang banyak pekerjaan. Bahkan sahabat-sahabat saya sering menawarkan diri membantu, lho. Wah, bersyukur banget atas kehadiran orang-orang baik di sekelilingku. The real definition of moms support moms.
Apa makna hadirnya Keira dan Karen bagi seorang Jean Girsang?
Keira dan Karen adalah segalanya bagi saya, my whole word. Mereka hadir di dunia ini karena keinginan saya, hadirnya mereka sudah direncanakan dengan baik. Bahkan sampai tanggal lahir mereka sudah direncanakan agar sama atau dekat dengan saya. Saya dan Karen lahir 17 Agustus, Keira 7 Agustus. Kami bertiga sama-sama Leo girl, jadi kalau merayakan ulang tahun bisa barengan.
Dari dulu saya memang ingin sekali punya “mini-me” dan Tuhan beri saya dua anak perempuan yang menggemaskan, bahkan terasa seperti bestie bagi saya. Saya benar-benar bersyukur atas kehadiran Keira dan Karen. They are very easy-baby, sangat pengertian.
Boleh ceritakan sedikit pengalaman hamil yang tak terlupakan?
Di kehamilan pertama, saya mengalami single umbilical artery (SUA), di mana saluran di tali pusar hanya ada satu, padahal seharusnya tiga. Kisah ini juga yang mengawali perjalanan saya menjadi momfluencer. Jadi ketika saya hamil 28 minggu, saya cek kandungan ke dokter, dan saat di-USG dokter bilang lubang atau saluran di tali pusar anak saya hanya ada satu, seharusnya tiga.
Tentu saja saya langsung panik. Dokter menyarankan konsultasi ke dokter spesialis fetomaternal, dan dinyatakan kehamilan saya mengalami SUA, suatu kasus dengan risiko cacat jantung bawaan sampai 25%. Dokter pun melakukan pemeriksaan lengkap pada janin, mulai dari katup jantung, aliran darah, otak, jantung, tulang belakang, dan pemeriksaan lainnya. Puji Tuhan, semua dinyatakan normal. Hingga saat Keira lahir pun semuanya aman dan ia terlahir sehat, walau prosesnya secara caesar.
Rasa, panik, bingung, dan tidak tahu mau bertanya ke siapa mendominasi pikiran saya. Terlebih saat itu belum banyak info mengenai SUA. Maka, saya tuliskan pengalaman dan segala updates kehamilan saya di sebuah blog. Tak disangka, ternyata banyak Moms lainnya yang mengalami SUA juga. Kami saling berbagi info, saran, pengalaman, dan tentunya dukungan. Dari sinilah saya merasakan indahnya motherhood, betapa besar cinta dan perjuangan para ibu demi memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.
Sejak itu, saya terus berbagi info terkait parenting, motherhood, dan lifestyle yang harapannya dapat berguna bagi sesama Moms. Karena bagi saya, menjadi momfluencer itu bukan cuma untuk eksis di media sosial, tapi juga untuk saling dukung dan menguatkan sesama Moms.
Asalkan kita bisa commit dan ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak, rasanya tantangan apa pun bisa kita lalui.
Bagaimana cara Anda bonding dengan dua putri yang usianya terbilang berdekatan?
Sampai saat ini saya selalu mengusahakan adanya one-on-one date dengan Keira dan Karen. Enggak harus seminggu sekali, tapi diusahakan momen ini enggak pernah ditinggalkan. Jadi, aku pergi berdua saja dengan salah satu anak, kita coba memaksimalkan quality time walau kegiatannya sederhana saja. Kalau dengan Keira, kami suka ke salon karena dia cewek banget. Kalau dengan Karen, saya lebih sering ajak main seru-seruan berdua di playground.
Harapan saya dengan bonding moment seperti itu adalah anak bisa cerita apa saja dengan saya, tanpa ada rasa takut dimarahi, takut disalahkan. Entah cerita itu hal yang benar-benar menyebalkan, ada yang nakalin di sekolah, cerita saja ke saya. “Mami enggak akan marah, karena Mami akan selalu jadi orang pertama yang membela kalian dalam keadaan dan situasi apa pun,” ucap saya ke Keira dan Karen.
Saya sangat bersyukur dan berterima kasih juga ke anak-anak kalau mereka mau cerita dengan jujur. Apa pun ceritanya, saya ajak mereka duduk bareng dan memikirkan solusi. Bonding yang bikin kami dekat seperti ini yang selalu ingin saya tanamkan sejak dini, karena nanti ketika mereka sudah remaja atau dewasa, lika-liku kehidupannya sudah lebih rumit, saya mau mereka selalu merasa nyaman cerita ke saya.
Saat sedang burnout atau down, bagaimana cara bangkit lagi?
Buat saya yang penting adalah mengenal diri sendiri agar tahu apa saja yang bikin kita bad mood, happy, marah, dan lainnya. Jadi ke depannya bisa lebih peka, “Kenapa ya, aku susah tidur?” Atau “Kenapa ya, jadi lebih sensi?” Kalau sudah begitu, artinya aku perlu meluangkan waktu untuk diri sendiri. Cara mood refresh ala saya, bisa tidur yang nyenyak atau paling sederhana adalah menonton film horor! Haha. Saya suka banget nonton horor, mungkin ada adrenaline rush yang membuat tubuh dan mood kaya refreshed lagi setelah menontonnya. Oh, jangan lupa sambil ngemil yang enak, ya.
Pengalaman berbagi info seputar masalah kehamilan single umbilical artery membuat saya merasakan indahnya motherhood, betapa besar cinta dan perjuangan para ibu demi memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.
Apa saja pelajaran hidup yang ingin ditanamkan ke anak-anak?
Be true to yourself! Selalu jadi diri sendiri walau rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Kita harus selalu bersyukur dengan apa yang kita punya, karena semua orang punya rezekinya masing-masing. Jadi, enggak usah iri dengan orang lain, jadilah diri sendiri, dan jangan pernah takut mengutarakan apa yang kamu anggap benar.
Kalau dikasih 1 hari terbebas dari mommy-duty, mau ngapain sih?
Sebenarnya 1 hari tuh kurang! Haha. Maunya sih jawab liburan, ya, tapi karena hanya 1 hari, jadi saya akan menghabiskannya untuk spa day. Pijat dari ujung kepala sampai ujung kaki, karena kehidupan sehari-sehari seorang ibu itu kan banyak tegangnya, ya. Apalagi aku ke mana-mana menyetir kendaraan sendiri, belum lagi anak-anak sering minta gendong, wah pasti enak kalau bisa spa day.
(MB/TW/Photographer: Lintang Sukmana/Digital Imaging: Raghamanyu Herlambang/Stylist: Gabriela Agmassini/MUA: Arimbi (@arimbi_mua)/Hairstylist: Winda (@windajuniansa.artist))