BUMP TO BIRTH

Kaya Nutrisi, Ini Manfaat Buah Matoa untuk Ibu Hamil


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Kehamilan adalah momen istimewa yang membutuhkan perhatian ekstra, salah satunya terhadap asupan nutrisi. Nah, buat ibu hamil yang sedang mencari variasi buah-buahan bergizi untuk dikonsumsi, matoa bisa menjadi pilihan yang menarik. Buah eksotis khas Papua ini kaya manfaat kesehatan untuk bumil lho, Moms.

Buah matoa punya rasa unik—perpaduan antara kelengkeng, durian, dan rambutan. Tak hanya rasanya yang lezat, buah ini juga mengandung berbagai nutrisi penting yang bisa mendukung kesehatan bumil dan perkembangan janin. Namun, seperti halnya makanan lain selama kehamilan, konsumsi matoa juga perlu dilakukan dengan bijak.

Apa itu buah matoa?

Buah matoa (Pometia pinnata) merupakan buah tropis asli Indonesia yang tumbuh subur di wilayah Papua dan Maluku. Buah ini termasuk dalam keluarga Sapindaceae, sama dengan kelengkeng dan rambutan.

Secara fisik, matoa memiliki kulit berwarna cokelat kehitaman dengan tekstur agak kasar. Daging buahnya berwarna putih transparan dengan biji hitam di tengahnya. Ukuran matoa relatif kecil, sekitar 2-3 cm, dan tumbuh dalam kelompok seperti buah anggur.

Yang membuat matoa istimewa adalah kandungan nutrisinya yang beragam. Buah ini mengandung vitamin C, vitamin A, protein, karbohidrat, serta berbagai mineral seperti kalsium, fosfor, dan zat besi. Kandungan antioksidan dalam matoa juga cukup tinggi, yang bermanfaat untuk melawan radikal bebas dalam tubuh.

Apakah buah matoa aman untuk ibu hamil?

Buah matoa tergolong aman dikonsumsi ibu hamil selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan tidak berlebihan. Buah ini tidak mengandung senyawa berbahaya yang bisa membahayakan kehamilan. Sebaliknya, kandungan nutrisi di dalamnya dapat mendukung kesehatan bumil dan perkembangan janin. Namun, seperti buah-buahan lainnya, matoa sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari diet seimbang, bukan sebagai makanan utama.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait keamanan konsumsi matoa, yakni:

  • Pastikan buah matoa dicuci bersih sebelum dikonsumsi untuk menghindari kontaminasi bakteri atau pestisida yang mungkin menempel pada kulit buah.
  • Pilih buah matoa yang segar, tidak busuk, dan berasal dari sumber yang tepercaya untuk meminimalkan risiko kontaminasi.
  • Bumil yang punya riwayat alergi terhadap buah-buahan tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba buah matoa untuk pertama kalinya.

Aturan makan buah matoa untuk ibu hamil

Meskipun aman dikonsumsi, ada beberapa aturan yang perlu diikuti saat bumil ingin menikmati buah matoa untuk meminimalkan risiko yang mungkin timbul.

1. Porsi yang tepat

Konsumsi matoa untuk bumil sebaiknya dibatasi sekitar 10-15 buah per hari. Jumlah ini sudah cukup untuk memberikan manfaat nutrisi tanpa berlebihan. Ingat, matoa mengandung gula alami, sehingga konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah Anda, Moms.

2. Waktu konsumsi

Waktu terbaik mengonsumsi buah matoa adalah sebagai camilan di antara waktu makan utama. Hindari mengonsumsi matoa dalam jumlah besar sekaligus, lebih baik dibagi dalam beberapa waktu sepanjang hari.

3. Cuci bersih

Sebelum dikonsumsi, pastikan matoa dicuci bersih dengan air mengalir. Kupas kulit buah dengan hati-hati dan pastikan daging buah yang dikonsumsi dalam kondisi segar dan tidak berubah warna.

4. Kombinasikan dengan makanan lain

Matoa dapat dikombinasikan dengan buah-buahan lain sebagai salad buah atau dimakan langsung. Hindari mencampur buah ini dengan makanan yang bisa mengganggu penyerapan nutrisi, seperti teh atau kopi dalam waktu berdekatan.

5. Perhatian khusus

Bumil dengan diabetes gestasional sebaiknya membatasi konsumsi matoa dan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Kandungan gula alami dalam buah ini bisa memengaruhi kadar gula darah Anda.

Manfaat buah matoa untuk ibu hamil

1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Kandungan vitamin C yang tinggi dalam matoa berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh bumil. Vitamin C membantu tubuh melawan infeksi dan mempercepat proses penyembuhan luka. Saat hamil, sistem imun Anda cenderung menurun, sehingga asupan vitamin C yang cukup sangat diperlukan.

Antioksidan dalam matoa juga membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan bumil dan mencegah berbagai komplikasi kehamilan yang mungkin timbul akibat stres oksidatif.

Baca juga: 10 Buah yang Bisa Menurunkan Demam pada Ibu Hamil

2. Mendukung perkembangan janin

Kandungan asam folat dan vitamin A dalam buah matoa sangat bermanfaat untuk perkembangan janin. Asam folat berperan dalam pembentukan tabung saraf janin dan mencegah cacat lahir seperti spina bifida. Vitamin A penting untuk perkembangan mata, kulit, dan sistem kekebalan tubuh janin.

3. Menjaga kesehatan pencernaan

Kandungan serat dalam matoa membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan bumil. Serat dapat mencegah konstipasi, masalah yang sering dialami selama kehamilan akibat perubahan hormonal dan tekanan rahim yang membesar. Serat juga membantu menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus, yang penting untuk penyerapan nutrisi yang optimal dan kesehatan pencernaan secara keseluruhan.

Baca juga: Buah-buahan yang Baik untuk Melancarkan Buang Air Besar

4. Menyediakan energi alami

Kandungan karbohidrat alami dalam matoa memberikan energi yang dibutuhkan bumil. Energi ini penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan proses metabolisme yang meningkat selama kehamilan. Gula alami dalam matoa diserap lebih lambat dibandingkan gula olahan, sehingga memberikan energi yang lebih stabil dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.

5. Mendukung kesehatan tulang dan gigi

Kandungan kalsium dan fosfor dalam buah matoa membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi bumil. Selama kehamilan, janin membutuhkan kalsium untuk pembentukan tulang dan gigi, sehingga Moms perlu asupan kalsium yang cukup agar tidak mengalami kekurangan. Fosfor bekerja sama dengan kalsium untuk menjaga kekuatan tulang dan membantu berbagai proses metabolisme dalam tubuh.

6. Mencegah anemia

Kandungan zat besi dalam matoa bisa membantu mencegah anemia pada bumil. Anemia adalah kondisi yang cukup umum terjadi selama kehamilan akibat peningkatan kebutuhan zat besi untuk produksi sel darah merah. Vitamin C dalam matoa juga membantu penyerapan zat besi dari makanan lain, sehingga konsumsi matoa dapat meningkatkan efektivitas asupan zat besi secara keseluruhan.

7. Menjaga kesehatan kulit

Antioksidan dan vitamin dalam matoa membantu menjaga kesehatan kulit bumil. Perubahan hormonal selama kehamilan sering menyebabkan masalah kulit, seperti jerawat atau hiperpigmentasi. Nutrisi dalam matoa bisa membantu menjaga kulit tetap sehat dan meminimalkan masalah-masalah tersebut.

8. Mendukung fungsi otak janin

Beberapa nutrisi dalam matoa, seperti vitamin A dan antioksidan, berperan dalam perkembangan sistem saraf dan otak janin. Asupan nutrisi yang baik selama kehamilan sangat penting untuk perkembangan kognitif janin yang optimal.

Nah, itulah manfaat buah matoa untuk ibu hamil. Namun, matoa sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari diet yang beragam, bukan sebagai satu-satunya sumber nutrisi. Selalu perhatikan porsi, kebersihan, dan kondisi kesehatan bumil sebelum mengonsumsi buah ini. (MB/AY/SW/Foto: AI/Gemini)