TODDLER

Anak Sering Buang Air Kecil Tapi Tidak Sakit, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Moms, Anda mungkin merasa khawatir jika Si Kecil berulang kali ke kamar mandi untuk buang air kecil. Masalahnya, ia tidak pernah mengeluh soal sakit saat buang air kecil. Lantas, apa penyebab anak sering buang air kecil tapi tidak sakit?

Anak sering buang air kecil tapi tidak sakit bisa dipicu oleh berbagai hal, mulai dari kebiasaan minum yang berlebihan, jenis asupan tertentu, hingga adanya gangguan kesehatan khusus. Penting bagi Moms untuk mengetahui penyebabnya sehingga bisa segera mengambil tindakan tepat guna mengatasinya.

Normalkah anak sering buang air kecil tapi tidak sakit?

Secara umum, sering buang air kecil pada anak tanpa disertai rasa sakit bisa dianggap normal, terutama jika jumlahnya masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Faktanya, frekuensi buang air kecil pada anak memang berbeda-beda tergantung usia. Bayi yang baru lahir bisa buang air kecil 15-20 kali sehari, sementara balita biasanya 8-10 kali sehari. Anak usia sekolah umumnya buang air kecil 6-8 kali dalam sehari.

Baca juga: 8 Penyebab Sering Buang Air Kecil dan Cara Mengatasinya

Kapan dianggap normal?

Sementara itu, peningkatan frekuensi buang air kecil tanpa rasa sakit masih bisa dianggap normal jika:

  • Anak masih aktif bermain dan makan dengan baik
  • Tidak ada perubahan warna atau bau urine yang mencolok
  • Tidak disertai demam atau gejala lainnya
  • Masih bisa menahan kencing dalam waktu yang wajar.

Tanda yang perlu diperhatikan

Namun, Moms perlu lebih waspada jika kondisi ini disertai dengan:

  • Haus berlebihan
  • Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
  • Kelelahan yang tidak biasa
  • Urine berbau menyengat atau keruh
  • Mengompol padahal sudah toilet training.

Penyebab anak sering buang air kecil

Perlu diketahui, ada sejumlah faktor yang bisa memicu Si Kecil buang air lebih sering, antara lain:

Baca juga: Bayi Baru Lahir Tidak Pipis, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Faktor fisiologis normal

1. Konsumsi cairan berlebih
Penyebab paling umum adalah peningkatan asupan cairan. Anak yang banyak minum air, jus, atau minuman lain akan lebih sering buang air kecil. Ini adalah respons tubuh yang normal dan sehat.

2. Cuaca panas
Saat cuaca panas, anak cenderung minum lebih banyak untuk mengganti cairan yang hilang melalui keringat. Akibatnya, frekuensi buang air kecil pun meningkat.

3. Makanan dan minuman tertentu
Beberapa makanan dan minuman memiliki efek diuretik ringan, seperti buah-buahan yang mengandung banyak air (semangka, jeruk), cokelat, atau minuman berkafein.

Faktor psikologis dan kebiasaan

1. Kebiasaan minum berlebihan. Beberapa anak mengembangkan kebiasaan minum berlebihan karena bosan, cemas, atau meniru orang dewasa. Kebiasaan ini bisa menyebabkan kandung kemih menjadi lebih aktif.

2. Stres atau kecemasan. Perubahan lingkungan, masalah di sekolah, atau situasi yang membuat anak stres bisa memengaruhi pola buang air kecil. Stres bisa membuat kandung kemih lebih sensitif.

3. Mencari perhatian. Terkadang anak sering ke toilet sebagai cara untuk mendapat perhatian, terutama jika ia merasa diabaikan atau ingin menghindari aktivitas tertentu.

Kondisi medis yang perlu diperhatikan

1. Diabetes mellitus. Meskipun jarang terjadi pada anak, diabetes bisa menyebabkan sering buang air kecil disertai rasa haus berlebihan. Gula darah tinggi membuat ginjal bekerja lebih keras untuk mengeluarkan glukosa melalui urine.

2. Infeksi saluran kemih (ISK). ISK bisa terjadi tanpa rasa sakit yang jelas pada beberapa anak. Gejalanya meliputi sering buang air kecil, urine berbau, dan kadang demam ringan.

Baca juga: Waspada Infeksi Saluran Kemih pada Bayi dan Batita

3. Kandung kemih terlalu aktif. Kondisi ini membuat otot kandung kemih berkontraksi secara tidak terkontrol, menyebabkan perasaan ingin buang air kecil yang sering muncul.

4. Konstipasi. Konstipasi yang berkepanjangan dapat menekan kandung kemih dan mengurangi kapasitasnya, sehingga anak merasa perlu buang air kecil lebih sering.

Cara mengatasi sering buang air kecil pada anak

Berikut ini beberapa cara mengatasi sering buang air kecil pada anak yang bisa diterapkan di rumah, Moms.

1. Perhatikan asupan cairan. Pastikan anak minum cukup air, tetapi hindari konsumsi berlebihan sekaligus. Ajak anak minum secara rutin dan seimbang sepanjang hari.

2. Batasi minuman berkafein atau manis. Hindari memberikan anak teh, soda, atau minuman energi karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.

3. Ajarkan kebiasaan buang air kecil teratur. Bimbing anak untuk buang air kecil secara rutin, misalnya setiap 2-3 jam, untuk melatih kandung kemih tetap sehat.

4. Perhatikan pola makan. Makanan yang terlalu asam atau pedas bisa mengiritasi kandung kemih. Pilihlah makanan sehat dan seimbang untuk Si Kecil.

5. Ciptakan rutinitas santai sebelum tidur. Anak yang cemas atau tegang cenderung lebih sering buang air kecil. Pastikan waktu mandi dan tidur nyaman dan menenangkan.

6. Kompres hangat jika diperlukan. Jika kandung kemih terasa tegang atau anak sering ingin pipis, kompres hangat bisa membantu meredakan ketegangan otot kandung kemih.

Anak sering pipis tapi tidak sakit pada umumnya bukan gejala gangguan kesehatan serius. Namun, Moms disarankanuntuk segera berkonsultasi dengan dokter apabila kondisi ini terjadi berkepanjangan dan disertai gejala lain, seperti nyeri, demam, urine keruh, atau haus berlebihan. (MB/YE/WR/Foto: Freepik)