Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Berhubungan seks ketika tengah menstruasi, apakah aman untuk dilakukan? Lantas jika pasangan berhubungan intim saat haid, tapi sperma keluar di luar, apakah bisa hamil?
Jawabannya adalah, ya ada kemungkinan untuk hamil apabila berhubungan intim saat haid tapi sperma keluar di luar. Akan tetapi, Anda tetap perlu mengetahui proses terjadinya pembuahan dari hubungan seks.
Bagaimana kehamilan terjadi?
Moms tentunya sudah mengetahui bahwa kehamilan terjadi ketika sel sperma berhasil membuahi sel telur yang matang. Proses ini disebut fertilisasi.
Setiap bulan, ovarium seorang wanita akan melepaskan satu sel telur matang dalam proses yang disebut ovulasi. Sel telur ini kemudian bergerak menuju tuba falopi, tempat ia menunggu untuk dibuahi. Jika tidak ada sperma yang membuahinya dalam waktu 12-24 jam, sel telur akan mati dan luruh bersama dinding rahim saat menstruasi.
Namun, sperma memiliki daya tahan yang lebih lama. Sperma dapat bertahan hidup di dalam rahim dan tuba falopi hingga 5 hari. Artinya, jika Moms berhubungan seks beberapa hari sebelum ovulasi, sperma bisa menunggu hingga sel telur dilepaskan dan terjadilah pembuahan. Nah, itulah alasan pentingnya mengetahui kapan masa subur Anda.
Baca juga: Moms, Ini Tahapan Perubahan Hormon Selama Siklus Menstruasi
Manfaat berhubungan seks saat haid
Meskipun sering dihindari, berhubungan seks saat haid sebenarnya memiliki beberapa manfaat yang bisa dirasakan, antara lain:
1. Meredakan kram perut:Orgasme dapat melepaskan endorfin, hormon yang berfungsi sebagai pereda nyeri alami. Kontraksi otot rahim saat orgasme juga bisa membantu melepaskan lapisan rahim lebih cepat, yang berpotensi mengurangi durasi menstruasi.
2. Meningkatkan gairah seksual:Perubahan hormon selama menstruasi dapat meningkatkan libido pada beberapa wanita.
3. Pelumas alami:Darah haid bisa berfungsi sebagai pelumas alami, membuat hubungan intim terasa lebih nyaman.
Baca juga: Amankah Melakukan Hubungan Seks saat Tengah Menstruasi?
Risiko berhubungan seks saat haid
Meski ada manfaatnya, Moms juga perlu tahu bahwa berhubungan seks saat haid memiliki sejumlah faktor risiko, antara lain:
1. Penyakit menular seksual (PMS)
Risiko penularan PMS, seperti HIV atau hepatitis, bisa meningkat karena leher rahim sedikit lebih terbuka selama haid. Pastikan Anda dan pasangan sama-sama sehat dan pertimbangkan penggunaan kondom untuk perlindungan ekstra.
2. Infeksi
Darah adalah media yang baik untuk pertumbuhan bakteri. Berhubungan seks saat haid dapat meningkatkan risiko infeksi jamur atau vaginosis bakterialis.
Berhubungan intim saat haid tapi sperma keluar di luar, apakah bisa hamil?
Jawabannya adalah ya. Ada kemungkinan Anda akan hamil saat berhubungan intim saat haid tapi sperma keluar di luar. Namun peluangnya tergolong kecil.Ada beberapa faktor yang membuat kehamilan tetap mungkin terjadi, yakni:
1. Cairan praejakulasi tetap mengandung sperma
Metode senggama terputus, di mana penis ditarik keluar sebelum ejakulasi, bukanlah metode kontrasepsi yang 100% efektif. Sebelum ejakulasi, penis mengeluarkan cairan praejakulasi (cairan pramani). Cairan ini bisa saja mengandung sejumlah kecil sperma yang cukup untuk menyebabkan kehamilan. Jadi, meskipun ejakulasi terjadi di luar, sperma pria mungkin sudah masuk terlebih dahulu.
2. Siklus menstruasi yang tidak teratur atau pendek
Bagi wanita dengan siklus menstruasi yang pendek (misalnya, 21-24 hari), ovulasi bisa terjadi lebih cepat setelah menstruasi selesai. Jika Moms berhubungan seks di hari-hari terakhir haid dan sperma mampu bertahan hidup hingga 5 hari, pembuahan bisa terjadi jika ovulasi berlangsung tidak lama setelah itu. Misalnya, jika Anda berhubungan di hari ke-6 siklus dan ovulasi terjadi di hari ke-10, maka sperma yang masuk masih bisa membuahi sel telur.
3. Salah mengira pendarahan ovulasi sebagai haid
Terkadang, beberapa wanita mengalami pendarahan ringan saat ovulasi. Pendarahan ini bisa disalahartikan sebagai menstruasi. Jika Moms berhubungan seks pada periode ini karena mengira sedang haid, Anda sebenarnya berada di puncak masa subur, sehingga kemungkinan hamil sangat tinggi.
Baca juga: Berhubungan Seks Setiap Hari, Aman Enggak, Sih?
Bagaimana agar berhubungan saat haid tidak menyebabkan kehamilan?
Jika Anda ingin menikmati keintiman dengan pasangan saat haid tanpa khawatir akan kehamilan yang tidak direncanakan, ada beberapa langkah yang bisa diambil, yakni:
1. Gunakan kondom: Ini adalah cara paling efektif untuk mencegah kehamilan dan penularan penyakit menular seksual. Kondom akan menampung sperma dan mencegahnya masuk ke dalam vagina.
2. Gunakan kontrasepsi lain: Jika Moms aktif secara seksual dan belum siap memiliki anak, pertimbangkan untuk menggunakan metode kontrasepsi yang lebih andal, seperti pil KB, IUD, atau suntik KB. Konsultasikan dengan dokter atau bidan untuk memilih metode yang paling sesuai untuk Anda.
3. Pahami siklus Anda: Memantau siklus menstruasi bisa membantu lebih memahami kapan masa subur Anda. Namun, jangan hanya mengandalkan metode kalender, terutama jika siklus Anda tidak teratur.
Moms, memang banyak yang perlu dipertimbangkan saat memilih untuk berhubungan intim saat haid. Pasalnya, selain ada manfaat tapi tindakan ini juga memiliki risiko, termasuk adanya kemungkinan kecil terjadinya kehamilan bahkan dengan metode senggama terputus. (MB/AY/WR/Foto: JComp/Freepik)