BUMP TO BIRTH

Harap Ingat! Ini 10 Ucapan yang Dilarang untuk Ibu Hamil


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Kehamilan adalah masa yang penuh perubahan besar bagi seorang wanita. Di tengah kebahagiaan menanti kehadiran buah hati, ibu hamil sering kali dihadapkan pada berbagai komentar dan ucapan dari orang-orang di sekitarnya. Meskipun banyak yang berniat baik, beberapa ucapan justru bisa membuat bumil merasa tidak nyaman, cemas, atau bahkan tersinggung.

Memahami apa yang dirasakan ibu hamil sangatlah penting. Perubahan hormon, fisik, dan emosional yang dialami membuatnya jadi lebih sensitif. Karena itu, memberikan dukungan melalui kata-kata yang positif adalah cara terbaik untuk membantu mereka melewati kehamilan dengan lebih tenang dan bahagia. Berikut ini penjelasan mengenai mengapa ucapan perlu dijaga serta ucapan apa saja yang dilarang untuk dikatakan kepada ibu hamil.

Mengapa ucapan kepada ibu hamil perlu dijaga?

Perkataan memiliki kekuatan yang luar biasa. Ucapan yang positif dapat memberikan semangat, sementara ucapan yang negatif bisa meninggalkan luka atau memicu kecemasan. Bagi ibu hamil, kondisi emosionalnya sangat berpengaruh terhadap kesehatan diri dan janin yang dikandungnya.

Stres atau kecemasan yang dipicu oleh komentar negatif dapat meningkatkan kadar hormon kortisol dalam tubuh. Jika terjadi secara terus-menerus, hal ini berisiko memengaruhi perkembangan janin. Sebaliknya, lingkungan yang positif dan penuh dukungan akan membantu bumil merasa lebih tenang dan bahagia, yang tentunya baik untuk kehamilannya. Menjaga ucapan adalah bentuk kepedulian kita untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi calon ibu.

Apakah bayi dalam kandungan bisa mendengar suara hati ibu?

Tidak, bayi dalam kandungan tidak bisa mendengar “suara hati” ibu secara harfiah, tetapi bisa merasakan perasaan ibu melalui hormon dan suara tubuh. Bayi dapat mendengar suara ibu dari luar seperti percakapan dan musik, serta suara internal tubuh ibu seperti detak jantung.

Namun, bayi dapat merasakan kondisi emosional ibunya. Ketika bumil merasa bahagia, tubuhnya melepaskan hormon endorfin yang memberikan efek menenangkan pada bayi. Sebaliknya, saat bumil merasa stres atau cemas, bayi pun bisa ikut merasakannya. Inilah sebabnya menjaga kesehatan mental dan emosional ibu hamil sangat penting.

Ucapan yang dilarang untuk ibu hamil

1. Kok perutnya kecil/besar banget, ya?

Komentar mengenai ukuran perut adalah hal yang paling sering didengar dan paling sensitif. Setiap kehamilan itu unik. Ukuran perut dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti posisi bayi, jumlah cairan ketuban, hingga postur tubuh ibu hamil. Komentar seperti ini bisa membuat bumil cemas dan membanding-bandingkan kehamilannya dengan orang lain.

2. Sudah naik berapa kilo? Kelihatan gemuk banget.

Kenaikan berat badan adalah hal yang wajar dan penting selama kehamilan. Mengomentari perubahan fisik ibu hamil hanya akan membuatnya merasa tidak percaya diri. Lebih baik berikan pujian, seperti, “Kamu terlihat lebih segar dan bercahaya.”

Baca juga: Moms, Ini Kenaikan Berat Badan Ideal Ibu Hamil Tiap Trimester

3. Yakin mau melahirkan normal? Caesar saja lebih gampang.

Metode persalinan adalah keputusan pribadi antara ibu hamil, pasangan, dan tenaga medis. Komentar yang meremehkan salah satu metode bisa menambah tekanan yang tidak perlu. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

4. Anaknya laki-laki atau perempuan? Semoga laki-laki/perempuan, ya.

Setiap anak adalah anugerah, terlepas dari jenis kelaminnya. Menunjukkan preferensi terhadap jenis kelamin tertentu bisa membuat bumil merasa terbebani, seolah-olah ia harus memenuhi harapan orang lain.

5. Nikmati waktu tidurmu sekarang, nanti kalau sudah punya anak enggak akan bisa tidur lagi.

Meskipun mungkin benar, ucapan ini justru terdengar menakut-nakuti daripada memberi saran. Hal ini bisa meningkatkan kecemasan bumil tentang tantangan menjadi orang tua.

Baca juga: Cara Tidur yang Benar dan Aman untuk Ibu Hamil

6. Kamu kelihatan capek banget.

Tentu saja ibu hamil merasa lelah. Tubuhnya sedang bekerja keras untuk menumbuhkan kehidupan baru. Alih-alih berkomentar, tawarkan bantuan nyata, seperti, “Ada yang bisa aku bantu?” atau “Duduk dan istirahat dulu, yuk.”

7. Boleh enggak aku pegang perutnya?

Perut ibu hamil bukanlah milik umum. Jadi, tidak perlu mencoba untuk menyentuh atau memegangnya. Lagi pula, tidak semua orang menganggap sentuhan fisik dengan orang lain adalah hal wajar dan tidak semua orang suka tubuhnya disentuh. Sekali lagi, privasi.

8. Jangan makan ini, jangan minum itu.

Jika Anda dokter atau ahli medis lainnya, Anda memang punya kapasitas untuk menyarankan hal ini. Setiap ibu hamil biasanya sudah mendapatkan saran medis dari dokter atau bidan mengenai pola makannya. Terlalu banyak larangan dari orang lain hanya akan membuatnya bingung dan cemas. Percayalah bahwa ia tahu apa yang terbaik untuk dirinya dan bayinya.

9. Siap-siap ya, hidupmu akan berubah total.

Kalimat ini terdengar seperti sebuah ancaman daripada nasihat. Ibu hamil sudah tahu bahwa hidupnya akan berubah. Daripada membuatnya takut, lebih baik berikan dukungan seperti, “Menjadi ibu adalah perjalanan yang luar biasa.”

10. Dulu waktu aku hamil...

Berbagi pengalaman memang baik, tetapi hindari membanding-bandingkan kehamilan Anda dengan kehamilannya. Setiap pengalaman berbeda. Dengarkan ceritanya lebih dahulu sebelum membagikan kisah Anda, dan pastikan tujuannya adalah untuk mendukung, bukan menggurui.

Penyebab dan cara mengatasi kecemasan pada ibu hamil

Kecemasan adalah hal yang umum terjadi selama kehamilan. Perubahan hormon, kekhawatiran tentang persalinan, dan tanggung jawab menjadi orang tua adalah beberapa pemicunya. Komentar negatif dari lingkungan sekitar juga bisa memperburuk kondisi ini. Untuk mengatasinya, bumil bisa mencoba beberapa cara berikut.

1. Berbicara dengan pasangan atau orang terdekat: Berbagi perasaan bisa membantu meringankan beban.

2. Melakukan relaksasi: Cobalah teknik pernapasan dalam, yoga prenatal, atau meditasi untuk menenangkan pikiran.

3. Mencari informasi yang akurat: Baca buku atau ikuti kelas kehamilan dari sumber tepercaya untuk mengurangi ketakutan akan hal yang tidak diketahui.

4. Konsultasi dengan ahli: Jika kecemasan terasa berlebihan, jangan ragu untuk berbicara dengan psikolog atau konselor.

Itulah 10 ucapan yang dilarang untuk ibu hamil. Berikanlah dukungan kepada ibu hamil dengan ucapan yang tulus, positif, dan penuh doa. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)