Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Menjelang persalinan, berbagai macam emosi bisa dirasakan oleh calon ibu. Ada rasa bahagia, tidak sabar, tapi sering kali juga terselip rasa cemas dan takut. Salah satu ketakutan terbesar yang mungkin muncul adalah firasat meninggal saat melahirkan. Jika Moms merasakannya, ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian dan perasaan ini adalah hal yang wajar dialami.
Melahirkan adalah salah satu peristiwa paling transformatif dalam hidup seorang wanita. Proses ini melibatkan perubahan fisik dan emosional yang luar biasa, sehingga wajar jika menimbulkan kekhawatiran. Rasa takut ini bisa dipicu oleh cerita orang lain, informasi yang dibaca, atau bayangan tentang rasa sakit dan risiko yang mungkin terjadi.
Apakah normal merasa takut mati saat melahirkan?
Ini adalah perasaan yang sangat normal, Moms. Merasa takut atau cemas menghadapi persalinan adalah pengalaman yang umum dirasakan oleh banyak calon ibu. Ketakutan ini dikenal dengan istilah tokophobia, yaitu ketakutan ekstrem terhadap proses kehamilan dan persalinan.
Ketakutan ini bisa bervariasi, mulai dari kekhawatiran ringan hingga fobia yang parah. Beberapa alasan umum mengapa calon ibu merasa takut, antara lain:
1. Takut akan rasa sakit: Cerita tentang kontraksi dan proses melahirkan yang menyakitkan sering kali menjadi sumber kecemasan utama.
2. Cemas akan komplikasi: Kekhawatiran tentang kemungkinan terjadinya komplikasi bagi diri sendiri atau bayi adalah hal yang wajar.
3. Perasaan hilang kendali: Proses persalinan sering kali tidak dapat diprediksi dan perasaan tidak memiliki kendali atas tubuh sendiri bisa saja menimbulkan rasa takut.
4. Pengalaman traumatis sebelumnya: Jika Anda pernah mengalami persalinan yang sulit atau trauma medis lainnya, wajar jika rasa takut muncul kembali.
5. Cerita negatif dari orang lain: Mendengar pengalaman buruk dari teman atau keluarga bisa memengaruhi pandangan dan meningkatkan kecemasan.
Ketakutan ini, jika tidak dikelola dengan baik, dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik Moms selama kehamilan dan persalinan. Karena itu, penting untuk mencari cara mengatasinya.
Memahami firasat meninggal saat melahirkan
Firasat buruk, termasuk firasat meninggal saat melahirkan, sering kali merupakan manifestasi dari kecemasan yang mendalam. Pikiran kita cenderung membayangkan skenario terburuk ketika kita merasa cemas atau stres. Penting untuk dipahami bahwa firasat ini bukanlah sebuah ramalan, melainkan sinyal dari alam bawah sadar bahwa ada ketakutan yang perlu diatasi.
Berikut ini beberapa cara untuk mengelola firasat buruk tersebut.
1. Bicarakan dengan orang tepercaya
Jangan menyimpan perasaan ini sendirian. Bicarakan dengan pasangan, teman dekat, atau anggota keluarga yang dapat memberikan dukungan emosional. Terkadang, sekadar mengungkapkan apa yang dirasakan bisa membuat Anda merasa lega.
2. Konsultasi dengan ahli
Psikolog atau konselor bisa membantu Anda mengurai akar dari kecemasan dan memberikan strategi untuk mengelolanya. Jika perlu, jangan ragu mencari bantuan ahli.
3. Cari informasi yang akurat
Banyak ketakutan bersumber dari informasi yang salah atau tidak lengkap. Ikuti kelas persalinan, baca buku tepercaya, dan ajukan semua pertanyaan kepada dokter Anda. Membekali diri dengan pengetahuan yang benar dapat mengurangi pikiran negatif.
4. Lakukan teknik relaksasi
Cobalah teknik pernapasan dalam, meditasi, atau yoga prenatal. Aktivitas ini bisa membantu Anda menenangkan sistem saraf, menjernihkan pikiran, dan mengurangi stres.
Ingatlah, Anda memiliki kekuatan untuk mengubah pola pikir. Alihkan fokus dari “Apa yang bisa salah” menjadi “Apa yang bisa dilakukan agar semua berjalan lancar”.
Baca juga: Ini Cara Menghilangkan Rasa Takut Jelang Persalinan
Kondisi seperti apa yang bisa meningkatkan risiko meninggal saat melahirkan?
Meskipun firasat buruk sering kali hanya merupakan produk kecemasan, penting juga untuk mengetahui bahwa ada kondisi medis tertentu yang memang dapat meningkatkan risiko komplikasi saat melahirkan. Pengetahuan ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan agar Anda dan tim medis dapat melakukan antisipasi dan penanganan terbaik.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebagian besar kematian ibu dapat dicegah dengan akses dan penanganan medis yang tepat. Beberapa kondisi yang menjadi penyebab utamanya, antara lain:
1. Perdarahan pascapersalinan (hemorrhage): Kehilangan banyak darah setelah melahirkan adalah penyebab utama kematian ibu. Kondisi ini bisa dicegah dan ditangani jika terdeteksi dini.
2. Infeksi: Infeksi setelah melahirkan (sepsis) juga merupakan risiko serius. Menjaga kebersihan selama dan setelah persalinan sangat penting.
3. Preeklampsia dan eklampsia: Tekanan darah tinggi selama kehamilan dapat berkembang menjadi kondisi serius yang ditandai dengan kejang (eklampsia). Pemeriksaan kehamilan rutin sangat penting untuk memantau tekanan darah.
4. Komplikasi dari persalinan macet: Persalinan yang berlangsung terlalu lama atau terhambat bisa menyebabkan komplikasi serius bagi ibu dan bayi.
5. Penyakit bawaan: Kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, seperti penyakit jantung, diabetes, atau hipertensi dapat meningkatkan risiko selama kehamilan dan persalinan.
Baca juga: Pembukaan saat Persalinan Berjalan Lama, Ini Penyebabnya
Penting untuk diingat bahwa dengan pemeriksaan kehamilan yang teratur dan persalinan yang ditangani oleh tenaga medis terlatih, risiko-risiko ini dapat ditangani dan diminimalkan.
Mengalami firasat meninggal saat melahirkan memang menakutkan, tetapi itu adalah tanda bagi Anda untuk lebih aktif menjaga kesehatan fisik dan mental. Percayakan proses persalinan Anda kepada tim medis yang kompeten. Lakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur serta diskusikan semua kekhawatiran Anda dengan orang terdekat dan tepercaya.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan yang tepat, Moms dapat melalui proses persalinan dengan lebih tenang, aman, dan positif, serta menyambut kehadiran buah hati dengan sukacita. (MB/AY/SW/Foto: Pch.vector/Freepik)