Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Menggunakan KB implan memang efektif untuk mencegah kehamilan. Namun, beberapa wanita mengalami haid yang tidak teratur atau perdarahan berkepanjangan. Kondisi ini wajar terjadi pada sebagian pengguna, tetapi bisa membuat tidak nyaman atau khawatir. Lalu, apakah ada cara menghentikan haid pada KB implan?
Nah, ketahui cara aman mengatasi haid yang tak kunjung berhenti setelah pemasangan KB implan, agar Anda tetap nyaman dan terlindungi. Simak penjelasannya berikut ini, Moms.
Efek samping KB implan
KB implan adalah metode kontrasepsi hormonal yang aman dan efektif. Namun, beberapa wanita mungkin mengalami efek samping karena hormon progestin yang dilepaskan. Ini beberapa efek samping yang dialami.
1. Perubahan pola menstruasi
Haid bisa lebih lama, lebih pendek, atau muncul bercak (spotting) di antara periode menstruasi. Beberapa wanita juga mengalami haid yang jarang atau bahkan berhenti sama sekali.
2. Nyeri payudara
Beberapa minggu setelah pemasangan, payudara bisa terasa nyeri, kencang, atau lebih sensitif. Sensasi ini biasanya bersifat sementara dan akan membaik seiring tubuh menyesuaikan hormon. Nyeri payudara juga bisa dipengaruhi oleh perubahan hormonal lain, seperti fluktuasi progesteron.
3. Perubahan mood
Hormon progestin dapat memengaruhi suasana hati sehingga beberapa pengguna melaporkan jadi mudah cemas, mudah marah, atau perubahan emosi lainnya. Perubahan ini biasanya ringan dan bersifat sementara, terutama selama beberapa bulan pertama. Menjaga pola tidur, olahraga ringan, dan berbicara dengan orang terdekat bisa membantu mengurangi efek ini.
4. Sakit kepala atau migrain
Pengguna KB implan terkadang mengalami sakit kepala ringan atau migrain karena efek hormon. Sakit kepala biasanya bersifat sementara dan membaik seiring tubuh menyesuaikan hormon. Minum air cukup, istirahat yang cukup, dan menghindari stres bisa membantu mengurangi keluhan ini.
5. Perubahan berat badan atau nafsu makan
Beberapa wanita melaporkan kenaikan berat badan ringan atau perubahan nafsu makan setelah pemasangan implan. Perubahan ini biasanya disebabkan retensi cairan atau efek hormon pada metabolisme. Menjaga pola makan sehat dan rutin berolahraga bisa membantu mengontrol berat badan.
Baca juga: Pantangan Setelah KB Implan yang Perlu Diketahui agar Efektif
Pengaruh KB implan pada menstruasi
Beberapa pengaruh umum KB implan pada menstruasi dapat berupa:
1. Haid lebih jarang atau bahkan berhenti. Sebagian wanita mungkin hanya mengalami bercak ringan atau tidak haid sama sekali selama beberapa bulan hingga tahunan.
2. Perdarahan bercak. Terjadi akibat adaptasi lapisan rahim terhadap hormon progestin. Spotting biasanya ringan dan bersifat sementara.
3. Haid lebih lama atau lebih berat. Beberapa pengguna mengalami perdarahan yang lebih lama atau lebih intens, terutama pada beberapa bulan pertama.
4. Tidak terjadinya pola siklus tetap. Siklus menstruasi bisa menjadi tidak teratur, misalnya tidak konsisten setiap bulan, karena hormon mengubah mekanisme alami ovulasi dan peluruhan rahim.
Baca juga: Ciri-Ciri Anda Tidak Cocok KB Suntik 3 Bulan
Siklus haid terganggu akibat KB implan, apakah berbahaya?
KB implan melepaskan hormon progestin secara perlahan ke dalam tubuh untuk mencegah kehamilan. Salah satu efek samping yang paling umum adalah perubahan atau gangguan siklus haid, seperti bercak di antara periode, haid lebih sering, haid lebih sedikit, atau bahkan haid berhenti sama sekali.
Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan termasuk respons tubuh terhadap hormon tambahan. Gangguan haid biasanya paling terasa pada beberapa bulan pertama setelah pemasangan implan dan cenderung membaik seiring tubuh menyesuaikan diri.
Namun, Moms perlu waspada jika mengalami perdarahan sangat berat, nyeri hebat, atau gejala lain yang tidak biasa. Dalam kasus seperti ini, konsultasi dengan tenaga medis penting untuk memastikan tidak ada kondisi lain yang mendasari.
Baca juga: Kapan Boleh KB Setelah Operasi Caesar? Sesuaikan dengan Jenis KB-nya, Moms!
Cara menghentikan haid pada KB implan
Haid yang tidak teratur atau perdarahan berkepanjangan merupakan efek samping umum pada pengguna KB implan. Meskipun biasanya tidak berbahaya, kondisi ini bisa membuat tidak nyaman. Ada beberapa cara aman yang bisa dilakukan untuk mengurangi atau menghentikan perdarahan, yaitu:
1. Konsultasi dengan dokter
Langkah pertama adalah selalu berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mencoba cara apa pun. Berdasarkan evaluasi, dokter bisa memberi saran obat atau prosedur tambahan untuk mengatur siklus haid. Konsultasi rutin membantu memastikan keamanan penggunaan KB implan.
2. Penggunaan obat hormonal tambahan
Beberapa dokter mungkin meresepkan pil kontrasepsi tambahan, obat progesteron, atau terapi hormon sementara untuk menghentikan perdarahan. Penggunaan obat harus sesuai anjuran dokter dan tidak boleh dilakukan sendiri di rumah. Efek biasanya terlihat dalam beberapa hari hingga minggu, tergantung kepada kondisi masing-masing wanita.
3. Istirahat dan perawatan diri
Tidur cukup, konsumsi makanan bergizi, dan hindari stres berlebihan. Hidrasi yang baik juga bias membantu tubuh menyesuaikan hormon lebih cepat. Pendekatan ini biasanya lebih efektif jika dikombinasikan dengan saran medis.
4. Evaluasi posisi atau kondisi implan
Jika haid tidak kunjung berhenti, dokter akan memeriksa posisi implan. Implan yang bergeser atau tidak terpasang dengan benar bisa memengaruhi pola perdarahan.
Haid yang tidak teratur setelah pemasangan KB implan memang bisa membuat tidak nyaman, tetapi Moms tidak perlu khawatir. Dengan mengetahui cara aman mengatasinya dan selalu berkonsultasi dengan dokter, Anda bisa tetap nyaman, tenang, dan terlindungi. (MB/YE/SW/Foto: Stokking/Freepik)