Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Memasang KB implan memang menjadi pilihan praktis untuk mengatur jarak dan merencanakan kehamilan. Namun, tahukah Moms, keberhasilannya tidak hanya bergantung pada pemasangan saja. Ada sejumlah pantangan setelah KB implan yang perlu diperhatikan agar fungsinya efektif dan optimal.
Ya, setelah pemasangan KB implan, ada beberapa pantangan dan anjuran perawatan untuk memastikan proses penyembuhan optimal dan efektivitas kontrasepsi. Karena itu, mengabaikan hal-hal tersebut bisa membuat efektivitas KB jadi berkurang, bahkan berisiko menyebabkan kehamilan tak terduga.
Apa itu KB implan?
KB implan adalah metode kontrasepsi jangka panjang yang berupa batang kecil fleksibel, biasanya seukuran korek api, yang ditanamkan di bawah kulit lengan atas wanita. Implan bekerja dengan melepaskan hormon progestin secara perlahan ke dalam tubuh untuk mencegah ovulasi, mengentalkan lendir serviks, dan menipiskan lapisan rahim.
Metode ini efektif mencegah kehamilan hingga 3-5 tahun, tergantung kepada jenisnya, dan dapat dilepas kapan saja jika Anda ingin hamil kembali.
Baca juga: 6 Tanda Hamil Setelah Lepas KB 3 Bulan
Kelebihan dan kekurangan KB implan
Sebelum memutuskan memasang KB implan, penting bagi Moms untuk memahami kelebihan sekaligus kekurangannya.
Kelebihan KB implan
1. Efektivitas tinggi: KB implan memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 99% dalam mencegah kehamilan.
2. Praktis dan jangka panjang: Sekali dipasang, implan dapat bertahan 3-5 tahun, tergantung kepada jenisnya, sehingga Anda tidak perlu repot menggunakan kontrasepsi lain sehari-hari.
3. Dapat dilepas kapan saja: Jika Moms ingin hamil atau tidak nyaman, implan bisa dilepas dan kesuburan pun akan kembali normal dalam waktu singkat.
4. Tidak mengganggu aktivitas seksual: Implan tidak terlihat, tidak terasa, dan tidak mengganggu hubungan intim Anda dan suami, Moms.
Kekurangan KB implan
1. Efek samping hormonal: Beberapa wanita mengalami perubahan pola menstruasi, muncul jerawat, atau nyeri payudara karena imbas hormon progestin.
2. Proses pemasangan dan pelepasan perlu tenaga medis: Implan harus dipasang dan dilepas oleh tenaga medis terlatih.
3. Tidak melindungi dari penyakit menular seksual: Implan hanya mencegah kehamilan, sehingga tetap disarankan menggunakan kondom untuk pencegahan PMS.
Baca juga: Kapan Boleh KB Setelah Operasi Caesar? Sesuaikan dengan Jenis KB-nya, Moms!
Pantangan setelah KB implan
Agar KB implan bekerja optimal, ada beberapa hal yang sebaiknya Moms hindari setelah pemasangan, yakni:
1. Mengonsumsi obat tertentu tanpa konsultasi
Beberapa obat, seperti obat antikejang atau antibiotik tertentu, dapat mengurangi efektivitas hormon implan. Mengonsumsi obat-obatan ini tanpa arahan dokter bisa meningkatkan risiko kehamilan meski implan terpasang.
2. Tekanan atau benturan di area pemasangan
Implan ditanam di bawah kulit lengan atas, sehingga benturan keras atau tekanan berlebihan dapat memindahkan posisinya. Memijat atau menggosok area implan juga sebaiknya dihindari dalam beberapa hari pertama.
3. Olahraga atau aktivitas fisik ekstrem segera setelah pemasangan
Aktivitas berat seperti angkat beban atau olahraga ekstrem sebaiknya ditunda beberapa hari setelah pemasangan. Gerakan yang berlebihan bisa menyebabkan rasa nyeri, bengkak, atau memindahkan posisi implan. Berikan waktu bagi jaringan di sekitar implan untuk sembuh dan menyesuaikan diri.
4. Melewatkan kontrol setelah pemasangan
Kontrol setelah pemasangan penting untuk memastikan implan berada di posisi yang tepat dan berfungsi optimal. Dokter biasanya memeriksa lokasi implan dan menilai kemungkinan efek samping ringan. Dengan kontrol rutin, efektivitas KB implan dapat terjaga hingga bertahun-tahun.
5. Mengabaikan gejala yang tidak biasa
Jika muncul bengkak, perdarahan hebat, atau nyeri berkepanjangan, jangan dibiarkan begitu saja. Gejala ini bisa menjadi tanda adanya komplikasi atau implan yang bergeser. Segera hubungi tenaga medis agar Anda mendapatkan penanganan cepat dan tepat.
Tips merawat KB implan
Merawat KB implan tidak sulit, tetapi ada beberapa langkah yang perlu Moms lakukan agar alat kontrasepsi ini tetap efektif dan nyaman digunakan.
1. Periksa kondisi lengan secara rutin
Sesekali, periksalah lengan tempat implan ditanam untuk memastikan tidak ada pembengkakan, kemerahan, atau benjolan abnormal. Jika ada perubahan yang mencurigakan, segera konsultasikan ke tenaga medis. Pemeriksaan sederhana ini bisa membantu Moms mendeteksi masalah lebih awal.
2. Hindari tekanan atau benturan berlebihan
Seperti halnya pantangan setelah pemasangan, hindari menekan, memijat, atau benturan keras di area implan. Tekanan berlebihan dapat menggeser posisi implan dan menurunkan efektivitasnya. Dengan perlindungan sederhana ini, implan bisa bekerja optimal hingga bertahun-tahun.
3. Catat jadwal kontrol dan efek samping
Pastikan Moms mengikuti jadwal kontrol yang dianjurkan dokter setelah pemasangan. Catat setiap perubahan menstruasi, nyeri, atau gejala lain yang muncul. Informasi ini akan membantu tenaga medis mengevaluasi kondisi implan dan kesehatan Anda.
4. Konsultasikan sebelum mengonsumsi obat baru
Sebelum minum obat baru, beri tahu dokter atau apoteker bahwa Moms menggunakan KB implan. Dokter akan menyesuaikan dosis atau merekomendasikan metode kontrasepsi tambahan. Langkah ini berguna untuk mencegah risiko kehamilan yang tidak diinginkan.
Itulah penjelasan mengenai pantangan setelah KB implan. Keberhasilan KB implan sangat bergantung pada bagaimana Moms merawat dan memperhatikan pantangan-pantangan penting setelah pemasangan. Dengan mengikuti tips merawat implan, menghindari hal-hal yang bisa mengurangi efektivitasnya, dan rutin melakukan kontrol, Anda bisa tetap tenang dan terlindungi. (MB/YE/SW/Foto: Freepik)
