BUMP TO BIRTH

Manfaat dan Efek Samping Kencur bagi Ibu Hamil


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Kencur telah lama diyakini sebagai salah satu tanaman herbal berkhasiat. Tak heran, kencur banyak digunakan untuk bahan minuman tradisional. Namun, ibu hamil perlu hati-hati saat mengonsumsi kencur. Yuk, cari tahu efek samping kencur bagi ibu hamil.

Perlu diketahui, penelitian medis yang khusus meneliti dampak kencur pada kehamilan masih sangat terbatas. Akan tetapi, beberapa jenis tanaman herbal memiliki efek samping terhadap tubuh, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.

Baca juga: Tak Hanya Lezat dan Segar, Ini Manfaat Jamu Beras Kencur

Apa saja kandungan nutrisi kencur?

Kencur telah lama menjadi bagian dari pengobatan tradisional di Asia Tenggara. Popularitasnya bukan tanpa alasan, sebab tanaman rimpang ini mengandung berbagai senyawa aktif yang bermanfaat bagi tubuh. Keampuhannya berasal dari nutrisi dan komponen bioaktif di dalamnya.

Beberapa kandungan utama dalam kencur antara lain:

Minyak atsiri: Komponen ini memberikan aroma khas pada kencur dan memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, serta antijamur. Senyawa seperti etil p-metoksisinamat dan borneol adalah bagian dari minyak atsiri yang berperan penting.

Alkaloid: Senyawa ini dikenal memiliki berbagai aktivitas farmakologis yang dapat memengaruhi fungsi tubuh.

Saponin: Berperan sebagai agen antibakteri dan bisa membantu menurunkan kadar kolesterol.

Flavonoid: Merupakan antioksidan kuat yang berfungsi melawan radikal bebas dalam tubuh, sehingga membantu melindungi sel-sel dari kerusakan.

Mineral: Kencur juga mengandung mineral penting seperti kalium, kalsium, dan zat besi yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh yang optimal.

Kombinasi dari berbagai senyawa inilah yang membuat kencur dipercaya mampu meredakan berbagai keluhan kesehatan.

Manfaat kencur untuk ibu hamil

Hingga kini belum ada penelitian secara spesifik mengenai konsumsi kencur untuk ibu hamil. Meskipun begitu, beberapa manfaatnya secara umum mungkin bisa membantu mengatasi keluhan ringan yang sering muncul selama kehamilan, seperti:

1. Meredakan mual dan muntah

Morning sickness atau rasa mual di pagi hari adalah salah satu keluhan paling umum saat hamil. Kencur memiliki efek karminatif, yaitu membantu mengeluarkan gas dari saluran pencernaan dan meredakan rasa tidak nyaman di perut. Aroma segarnya juga dipercaya dapat memberikan efek relaksasi yang membantu mengurangi mual.

2. Mengatasi pegal dan nyeri otot

Perubahan hormon dan penambahan berat badan selama kehamilan sering kali menyebabkan pegal-pegal atau nyeri punggung. Sifat antiinflamasi pada kencur bisa membantu meredakan peradangan dan mengurangi rasa nyeri pada otot dan sendi.

3. Menjaga daya tahan tubuh

Kandungan antioksidan dan antibakteri dalam kencur bisa membantu memperkuat sistem imun. Hal ini penting bagi bumil yang rentan terhadap infeksi. Dengan daya tahan tubuh yang baik, Moms dapat menjalani kehamilan dengan lebih sehat dan nyaman.

Efek samping kencur untuk ibu hamil

Di balik manfaatnya, Moms juga perlu waspada terhadap risiko efek samping kencur, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan. Karena penelitian medis yang khusus meneliti dampak kencur pada kehamilan masih sangat terbatas, prinsip kehati-hatian harus diutamakan. Nah, beberapa risiko yang perlu diwaspadai antara lain:

1. Stimulasi kontraksi rahim

Beberapa jenis herbal, termasuk yang masih satu keluarga dengan jahe-jahean, dikhawatirkan memiliki sifat stimulan yang dapat memicu kontraksi rahim. Meskipun belum ada bukti kuat mengenai kencur, konsumsi dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan risiko kelahiran prematur atau keguguran, terutama pada trimester pertama.

2. Efek pengencer darah

Kencur diketahui memiliki senyawa yang dapat menghambat pembekuan darah. Efek ini bisa berbahaya bagi ibu hamil yang memiliki riwayat gangguan pembekuan darah atau akan menjalani operasi caesar, karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.

3. Interaksi dengan obat-obatan

Jika Moms sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti pengencer darah atau obat diabetes, kencur dapat berinteraksi dan memengaruhi efektivitas obat tersebut.

4. Gangguan pencernaan

Bagi sebagian orang, konsumsi kencur dalam jumlah banyak dapat menyebabkan rasa panas di perut, mulas, atau bahkan diare.

Baca juga: Hal yang Wajib Diperhatikan saat Ibu Hamil Minum Jamu

Tips aman mengonsumsi kencur saat hamil

Jika Moms ingin mengonsumsi kencur untuk meredakan keluhan kehamilan, berkonsultasi dengan dokter dalah langkah pertama yang paling penting. Jika dokter mengizinkan, Anda disarankan untuk mengikuti anjuran yang diberikan. Jangan lupa untuk memperhatikan hal-hal berikut ini, Moms.

1. Konsumsi dalam jumlah wajar. Hindari mengonsumsi kencur setiap hari atau dalam dosis tinggi.

2. Gunakan seperlunya saja, misalnya saat mual atau pegal terasa mengganggu. Sedikit irisan kencur yang dicampurkan ke dalam teh hangat umumnya lebih aman daripada meminum jamu beras kencur dalam porsi besar.

3. Perhatikan kualitas kencur. Pastikan kencur yang digunakan segar dan bersih. Cuci hingga bersih sebelum diolah untuk menghilangkan kotoran atau pestisida yang mungkin menempel.

4. Hentikan jika muncul reaksi negatif. Jika setelah mengonsumsi kencur, Moms merasakan kram perut, pusing, atau reaksi tidak biasa lainnya, segera hentikan penggunaannya dan hubungi dokter.

Mengonsumsi ramuan herbal seperti kencur selama kehamilan perlu didasari informasi yang tepat. Moms disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar bisa meminimalisasi efek samping kencur bagi ibu hamil. (MB/WR/Foto: Senivpetro/Freepik)