Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Respiratory Syncytial Virus (RSV) adalah virus menular yang dapat memengaruhi paru-paru dan saluran pernapasan individu yang terinfeksi. Walau siapa pun bisa terkena RSV, penyakit ini jauh lebih berbahaya bagi kelompok risiko tinggi, seperti orang lanjut usia di atas 65 tahun yang memiliki penyakit penyerta.
Meski belum ada data yang pasti mengenai jumlah penderita RSV di Indonesia, penyakit pernapasan ini tidak bisa disepelekan. Bila terjadi pada lansia yang memiliki penyakit penyerta, RSV bisa menyebabkan penderitanya dirawat di ICU, bahkan bisa menyebabkan kematian.
Mengapa lansia lebih berisiko terkena RSV?
Seiring bertambahnya usia, seseorang menjadi lebih berisiko mengalami infeksi RSV yang lebih parah, karena daya tahan tubuh sudah makin menurun, sehingga makin sulit melawan infeksi. Karena itu, penting untuk mendapatkan perlindungan dari penyakit pernapasan serius seperti RSV.
Menurut dr. Robert Sinto, dokter spesialis penyakit dalam, melakukan pencegahan merupakan hal yang lebih penting dalam menghadapi infeksi RSV. Beberapa cara mencegah penularan RSV adalah:
- Trapkan pola hidup bersih dan sehat
- Hindari kerumunan
- Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit
- Bersihkan dan disinfeksi permukaan
- Periksa kesehatan secara rutin
- Rajin mencuci tangan.
“Satu lagi tindakan pencegahan yang paling penting adalah dengan melakukan vaksinasi untuk lansia berusia di atas 60 tahun meskipun tidak memiliki komorbid,” ucap dr. Robert, yang ditemui dalam acara Sahabat Peduli Journalist Club, persembahan Pfizer Indonesia, di Jakarta.
Vaksinasi RSV diberikan sebanyak satu dosis. Bagi yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid, vaksin RSV bisa diberikan untuk usia di atas 18 tahun. Efektivitas pemberian vaksinasi dalam mencegah penyakit RSV mencapai 80%. Karena itu, vaksinasi ini tergolong efektif untuk mencegah penyakit RSV.
Gejala dan pengobatan RSV
Agar bisa lebih waspada terhadap infeksi RSV, Anda sebaiknya memahami beberapa gejalanya. Menurut WHO, gejala RSV akan muncul pada hari ke-4 hingga hari ke-7 setelah terpapar virus. Gejalanya adalah hidung berair, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan demam.Yang membuat penyakit RSV makin berbahaya, hingga saat ini belum ada antivirus yang dapat mengobatinya.
“Jadi pengobatan yang dilakukan adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh pasien, pemberian obat untuk mengurangi gejala yang dialami, meredakan peradangan, hingga mendukung organ yang terdampak, misalnya dengan penggunaan ventilator untuk membantu pernapasan,” jelas dr. Robert.
Meski gejala bisa teratasi dan pasien dinyatakan sembuh, faktanya pasien RSV bisa mengalami dampak jangka panjang.Sebuah penelitian mengamati 302 orang dewasa berusia 60 tahun ke atas yang dirawat di rumah sakit akibat RSV. Enam bulan setelah dirawat inap, 32% subjek melaporkan nilai yang buruk dalam penilaian aktivitas kehidupan sehari-hari.Setelah dirawat, 1 dari 3 orang mengalami kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri seperti berpakaian, menggunakan kamar mandi, dan makan.
Itulah beberapa informasi terkait infeksi RSV pada lansia yang perlu Anda ketahui, Moms. Dengan mengetahui gejala dan pencegahannya, Moms bisa melindungi lansia dalam keluarga Anda dari penyakit RSV. (MB/RF/Foto: Freepik)