Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Saat menjalani kehamilan, Moms tentu berharap bayi Anda tumbuh sehat dan aman di dalam kandungan. Namun, ada kalanya pemeriksaan USG menunjukkan sesuatu yang membuat cemas ketika Si Kecil terlihat terlilit tali pusar. Lalu, bagaimana cara agar bayi terlepas dari lilitan tali pusar?
Meski terdengar menakutkan, kondisi bayi terlilit tali pusar ternyata cukup umum dan sering kali tidak berbahaya. Yang terpenting, Moms memahami apa penyebabnya, risiko yang perlu diwaspadai, dan langkah tepat yang bisa dilakukan untuk menjaga keselamatan Si Kecil.
Apa yang harus dilakukan ibu hamil jika janin terlilit tali pusar?
Mengetahui janin terlilit tali pusar memang bisa membuat Moms cemas. Namun, sebagian besar kasus lilitan tali pusar tidak berbahaya dan dapat ditangani dengan pemantauan yang tepat. Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan.
1. Rutin kontrol kehamilan dan monitoring dokter
Pastikan Moms selalu melakukan pemeriksaan kehamilan sesuai jadwal. Dokter akan memantau kondisi janin melalui USG dan alat pemantau detak jantung janin untuk memastikan suplai oksigen dan darah dari tali pusar tetap normal.
2. Pantau gerakan janin
Perhatikan gerakan Si Kecil setiap hari. Bayi yang aktif bergerak biasanya menandakan suplai oksigen dan darah berjalan baik. Jika gerakan menurun secara signifikan, segera hubungi dokter.
Baca juga: 5 Penyebab Janin Jarang Bergerak yang Perlu Moms Ketahui
3. Jaga kesehatan dan kurangi stres
Lilitan tali pusar terjadi secara acak dan bukan akibat tindakan ibu hamil. Jadi, Moms tidak perlu merasa bersalah. Menjaga kesehatan fisik dengan asupan nutrisi seimbang, cukup istirahat, dan olahraga ringan sesuai anjuran dokter membantu menjaga kondisi janin tetap optimal. Selain itu, mengelola stres penting karena kondisi emosional ibu hamil dapat memengaruhi hormon dan kesejahteraan janin.
4. Pahami bahwa banyak kasus tidak berbahaya
Sebagian besar bayi dengan tali pusar melingkar lahir dengan sehat tanpa komplikasi. Lilitan longgar biasanya tidak mengganggu suplai oksigen atau aliran darah, sehingga bayi tetap tumbuh normal. Dokter akan memantau kondisi ini selama kehamilan dan menangani lilitan secara aman saat persalinan, sehingga Moms bisa lebih tenang.
5. Jangan mencoba mengatasi lilitan sendiri
Tidak ada posisi, pijatan, atau metode di rumah yang terbukti dapat melepaskan lilitan tali pusar. Mengandalkan cara-cara ini justru berisiko bagi bumil dan janin. Penanganan harus dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman, terutama saat persalinan, agar lilitan dapat ditangani dengan aman tanpa membahayakan bayi.
6. Penanganan saat persalinan
Saat bayi lahir, dokter akan memeriksa dan menangani lilitan tali pusar. Jika longgar, tali pusar dapat digeser atau digunting saat kepala bayi keluar. Dalam kasus jarang, jika lilitan terlalu kencang dan mengganggu suplai oksigen, tindakan cepat seperti clamp dan cut atau operasi sesar mungkin diperlukan.
Bayi terlilit tali pusar apa bisa lepas sendiri?
Selama kehamilan, bayi terus bergerak di dalam rahim. Kadang lilitan yang longgar bisa bergeser atau berputar, sehingga tidak terlalu menekan leher bayi. Namun, ini tidak dapat dijadikan jaminan bahwa lilitan akan “lepas” sepenuhnya.
Bayi yang terlilit tali pusar tidak bisa dilepas sendiri secara aktif oleh ibu, tetapi lilitan longgar kadang bisa bergeser seiring gerakan bayi. Pemantauan rutin dan penanganan oleh tenaga medis saat persalinan adalah langkah utama untuk memastikan keselamatan bayi.
Penyebab bayi terlilit tali pusar
Berikut ini beberapa penyebab yang perlu Moms ketahui.
1. Gerakan janin yang aktif di dalam rahim
Seringnya, lilitan tali pusar terjadi karena sang janin aktif “berenang” atau bergerak di dalam rahim seperti menggeliat, berputar, atau mengubah posisi. Gerakan ini membuat tali pusar bisa melingkar di leher atau tubuh bayi.
2. Panjang tali pusar yang lebih dari rata-rata
Tali pusar yang panjang cenderung meningkatkan kemungkinan tersingkirkan atau terperangkap pada leher bayi. Bila tali pusar lebih panjang dari rataârata, kemungkinan lilitan bahkan beberapa lilitan bisa lebih besar.
3. Volume cairan ketuban yang besar
Jika jumlah cairan ketuban banyak, janin memiliki ruang lebih luas untuk bergerak bebas. Ruang gerak luas mempermudah bayi untuk “berputar” dan meningkatkan peluang tali pusar melilit.
4. Kehamilan kembar atau multiple
Kehamilan kembar atau lebih membuat ruang dalam rahim lebih padat, dan pergerakan dua (atau lebih) bayi bisa menyebabkan tali pusar salah satu bayi melilit leher atau tubuh bayi lain.
5. Struktur tali pusat atau kondisi fisik tali pusar
Tali pusar normal dilindungi oleh substansi gelatinâlike bernama Wharton's jelly yang membantu menjaga fleksibilitas dan mencegah pembuluh darah di dalamnya terkompresi ketika bayi bergerak. Jika jumlah jelly ini kurang atau strukturnya kurang optimal, tali pusar lebih rentan melilit atau terpelintir.
Baca juga: 5 Masalah Kelainan Tali Pusat yang Berbahaya bagi Janin
Itulah penjelasan mengenai cara agar bayi terlepas dari lilitan tali pusar. Lilitan tali pusar adalah kondisi yang cukup umum terjadi selama kehamilan dan sering kali tidak membahayakan janin, terutama jika tali pusar longgar dan suplai oksigen tetap lancar.
Yang paling penting adalah tetap melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan, memantau gerakan janin, dan mempercayakan penanganan lilitan tali pusar saat persalinan kepada tenaga medis, Moms. (MB/YE/SW/Foto: Wavebreakmedia_micro/Freepik)