Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Sebagai orang tua, melihat anak mengalami demam berkepanjangan tentu membuat kita cemas ya, Moms. Salah satu penyakit yang bisa menjadi penyebab demam berkepanjangan pada anak adalah tifus atau biasa dikenal awam dengan sebutan tipes. Lantas, apa lagi gejala tifus pada anak yang perlu diperhatikan oleh orang tua?
Tifus, atau demam tifoid, adalah infeksi bakteri serius yang disebabkan oleh Salmonella typhi, menular melalui makanan atau air yang terkontaminasi bakteri ini, dan menyerang saluran pencernaan serta organ lain, ditandai demam tinggi, sakit kepala, lemas, serta bisa fatal jika tidak diobati cepat. Mengetahui gejala tifus pada anak sangat penting agar Moms dapat mengambil langkah cepat untuk menjaga kesehatan buah hati Anda.
Penyebab tifus pada anak
Tifus pada anak disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, yang biasanya hidup di usus orang yang terinfeksi. Penularannya bisa melalui beberapa cara berikut:
1. Makanan atau minuman tercemar
Anak bisa tertular jika mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri. Contohnya air minum yang tidak bersih, makanan mentah atau kurang matang, dan es dari sumber yang diragukan.
2. Kebiasaan kurang higienis
Kurangnya kebiasaan mencuci tangan sebelum makan atau setelah ke toilet meningkatkan risiko infeksi. Bakteri mudah masuk ke tubuh melalui mulut jika tangan atau peralatan makan tidak bersih.
3. Sistem kekebalan tubuh anak yang belum kuat
Tubuh anak yang masih dalam tahap perkembangan imun lebih rentan terserang bakteri penyebab tifus. Imunitas yang lemah membuat infeksi lebih mudah terjadi dan lebih cepat berkembang.
4. Kontak dengan orang yang terinfeksi
Bakteri bisa menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang menderita tifus atau melalui benda yang terkontaminasi. Moms perlu menjaga anak dari interaksi dengan orang sakit dan selalu membersihkan benda-benda yang sering disentuh.
Gejala tifus pada anak
Gejala tifus pada anak kadang muncul bertahap dan kerap disepelekan. Moms perlu waspada jika Si Kecil menunjukkan beberapa tanda berikut:
1. Demam tinggi bertahap: Suhu tubuh meningkat perlahan hingga 39-40⯰C dan bisa berlangsung beberapa hari.
2. Lemas dan lesu: Anak mudah lelah, malas bermain, atau sering minta istirahat.
3. Sakit kepala dan nyeri badan: Kepala pusing dan tubuh terasa pegal seperti gejala flu.
4. Nafsu makan menurun: Anak enggan makan atau menunjukkan penurunan berat badan.
5. Sakit perut, mual, atau muntah: Keluhan perut yang kadang disertai mual atau muntah.
Baca juga: Anak Muntah-Muntah Tanpa Demam, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
6. Diare atau sembelit: Beberapa anak mengalami diare, sedangkan yang lain malah sembelit.
7. Batuk ringan: Terkadang muncul batuk, meski tidak selalu.
8. Ruam atau bintik merah muda di kulit: Muncul di dada atau perut, kadang sulit terlihat pada kulit gelap.
9. Perut membengkak atau kembung: Terjadi jika infeksi makin dalam.
10. Kebingungan atau lesu berat: Pada kasus parah, anak bisa mengalami komplikasi serius.
Cara mengobati tifus pada anak
Pengobatan tifus perlu dilakukan dengan hati-hati agar anak cepat pulih dan risiko komplikasi berkurang. Moms bisa perhatikan langkah-langkah berikut ini.
1. Konsultasi ke dokter: Antibiotik biasanya diresepkan sesuai usia dan kondisi anak. Pastikan Moms mengikuti dosis dan jadwal yang diberikan.
2. Menjaga hidrasi: Berikan air putih, jus buah segar, atau larutan elektrolit untuk mencegah dehidrasi.
3. Makanan mudah dicerna: Bubur, sup hangat, atau sayuran lembut lebih aman untuk sistem pencernaan anak. Hindari makanan pedas, berminyak, atau berat.
4. Suplemen jika perlu: Dokter mungkin menyarankan pemberian vitamin atau zat besi jika anak kekurangan nutrisi tertentu.
5. Pantau gejala: Perhatikan perubahan kondisi anak, terutama tanda-tanda memburuk atau komplikasi.
Berapa lama tifus pada anak akan sembuh?
Durasi penyembuhan tifus pada anak biasanya berkisar antara 1-3 minggu, tergantung pada tingkat keparahan infeksi dan seberapa cepat pengobatan dimulai. Anak yang segera mendapatkan antibiotik sesuai resep dokter cenderung pulih lebih cepat.
Namun, Moms perlu memantau kondisi anak secara terus-menerus, karena gejala bisa berulang jika pengobatan tidak selesai atau asupan nutrisi tidak cukup. Pemulihan penuh juga melibatkan kebiasaan hidup bersih dan pola makan sehat, sehingga anak lebih kuat menghadapi infeksi di masa depan.
Baca juga: Demam Turun Setelah Minum Obat Kemudian Naik Lagi? Ini Alasannya
Penanganan tifus pada anak di rumah
Selain pengobatan dari dokter, Moms bisa membantu proses pemulihan anak di rumah dengan langkah sederhana berikut ini.
1. Pastikan cukup istirahat: Tubuh anak membutuhkan energi untuk melawan infeksi.
2. Jaga asupan cairan: Berikan air, jus buah, atau larutan elektrolit secara rutin agar tubuh tetap terhidrasi.
3. Kebersihan makanan dan minuman: Hindari makanan mentah atau tidak higienis dan selalu cuci tangan sebelum makan.
4. Kompres demam jika diperlukan: Gunakan kompres hangat dan pakaikan pakaian nyaman agar anak tidak terlalu panas.
5. Pantau tanda komplikasi: Segera bawa ke dokter jika anak mengalami muntah hebat, diare parah, demam tinggi terus-menerus, atau perubahan kesadaran.
Moms, gejala tifus pada anak memang terlihat sepele pada awalnya, tetapi jika tidak ditangani dengan tepat, bisa menimbulkan komplikasi serius. Dengan mengenali gejala sejak dini, menjaga kebersihan, dan mengikuti pengobatan dokter, Si Kecil bisa pulih lebih cepat dan kembali ceria.
Jangan ragu untuk selalu memantau kondisi anak dan segera berkonsultasi jika ada tanda-tanda memburuk, Moms. Ingat, perhatian dan tindakan cepat dari Anda adalah kunci agar buah hati tetap sehat, nyaman, dan tersenyum lebar setiap hari. (MB/YE/SW/Foto: Prostooleh/Freepik)