FAMILY & LIFESTYLE

Mom of the Month: Indah Indriana


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Berkarier sejak masih remaja melalui ajang pemilihan Gadis Sampul membuat Indah Indriana (37) menjadi sosok aktris yang dikenal banyak orang. Apalagi dengan berbagai peran yang pernah ia mainkan dalam serial drama televisi. Namun, siapa sangka, memiliki karier yang cemerlang tidak lantas membuat Indah ragu untuk meninggalkan kehidupannya di depan layar demi buah hati tercinta.

Memiliki seorang anak perempuan bernama Dalisha (2) membuat Indah mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Ia meninggalkan sejenak kariernya untuk fokus mengurus putri semata wayangnya itu. Kini, istri dari Diaz Adritya Putra Adrian ini pun bangga bisa mengurus sendiri Si Kecil bersama-sama dengan sang suami.

Lalu bagaimana kehidupan Indah Indriana saat ini sebagai seorang ibu setelah rehat dari layar kaca? Yuk, simak penuturannya yang menjadi MB Mom of the Month Januari 2026 berikut ini, Moms!

Apakah ada perbedaan aktivitas setelah kini punya anak?

Pastinya ada banget. Dulu kan bisa seharian di luar rumah untuk syuting atau kerjaan lain, nah kalau sekarang aku fokus full 100 persen untuk mengurus anak di rumah. Saat ini juga aku ngurus Dalisha cuma berdua sama suami, tanpa Mbak, karena kan ya dia belum bisa ngerjain apa-apanya sendiri. Jadi, pasti rutinitasnya berubah ya, setelah punya anak ini.

Apakah perubahan aktivitas ini sudah direncanakan sebelumnya?

Enggak sih, semua terjadi begitu saja. Kebetulan aku sama suami enggak yang merencanakan mau kapan punya anak, jadi sedikasihnya saja. Nah, ketika udah tahu hamil, kami jadi mempersiapkan banget memang dalam hal ke depannya mau gimana nih dalam merawat anak, persiapan apa saja yang dibutuhkan sama anak. Jadi, ya, kami memang mempersiapkan banget, sih.

Yang penting komunikasinya dengan suami selalu ada, saling mengerti, dan bahkan support dari suami juga justru penting banget.

Setelah jadi ibu, banyak perempuan yang lebih memprioritaskan anak daripada suami, bagaimana dengan Anda?

Kayaknya aku ada di posisi itu juga deh sekarang, hehe, dan menurutku enggak apa-apa juga ya. Apalagi dengan kondisi anak yang masih kecil, tentu dia masih sangat membutuhkan aku sebagai ibunya. Yang penting komunikasinya dengan suami selalu ada, saling mengerti, dan bahkan support dari suami juga justru penting banget.

Bagaimana pembagian peran dengan suami dalam merawat anak?

Kebetulan suami aku kan kerja setiap hari dari Senin sampai Jumat, jadi jarang ketemu anak. Maksudnya paling ketemu cuma sebentar waktu pagi sebelum berangkat sama malam pas pulang kerja juga sebentar. Jadi, kalau Sabtu Minggu, aku serahkan sama ayahnya. Mulai dari mandi, sarapan, ngajak main, ganti popok, semua suamiku yang mengurus. Paling sama aku kalau mau menyusu aja. Jadi, ya, sudah Sabtu Minggu, suamiku yang ngurus.

Suami juga harus tahu, karena ini kan bukan cuma urusan aku sebagai ibunya, tapi kan tugas bersama, ya. Jadi, ya, urusan anak itu sampai sekarang masih jadi urusan kami bersama.

Lalu dari mana suami belajar cara mengurus anak?

Kita sama-sama belajar sih, dan untungnya suamiku mau untuk cari tahu dan belajar anak tuh ngurusnya gimana, cara kasih makannya gimana, ganti popoknya seperti apa, ngajak mainnya gimana. Kebetulan juga ini sudah diobrolin sejak aku hamil. Kami waktu itu ikut beberapa kelas parenting juga. Jadi, supaya bukan cuma aku saja yang ngerti gimana ngurus anak, suami juga harus tahu, karena ini kan bukan cuma urusan aku sebagai ibunya, tapi kan tugas bersama, ya. Jadi, ya, urusan anak itu sampai sekarang masih jadi urusan kami bersama.

Setelah memiliki anak, bagaimana cara Anda dan suami menjaga hubungan agar tetap harmonis?

Sejujurnya sampai sekarang kami tuh belum bisa punya waktu full berdua saja, karena kan kami benar-benar mengurus anak cuma berdua saja. Jadi, paling menjaga keharmonisan keluarga dengan komunikasi yang intens, komunikasi dalam hal apa pun dan menjaga kebersamaan juga. Setiap weekend kalau kami punya waktu ya, kami selalu pergi bertiga. Bahkan main di playground saja kami bertiga. Pokoknya kami sudah sepaket banget.

Apakah kehidupan motherhood yang dijalani saat ini sudah sesuai dengan yang Anda bayangkan?

Dibilang sesuai sih, enggak juga, karena aku masih banyak belajar banget untuk jadi ibu yang baik untuk anakku. Aku juga masih banyak belajar memahami anakku, apalagi di usianya sekarang dia lagi aktif banget, mood-nya juga naik turun, jadi kalau dibilang apakah sudah sesuai bayangan aku sih rasanya belum semua, ya.

Memang sekarang Anda menjadi ibu yang seperti apa?

Jujur sekarang aku jadi ibu yang banyak istigfarnya, hehe. Maksudnya tuh gini, aduh aku tuh sebenarnya enggak bisa menilai diri aku kayak gimana. Cuma, belakangan ini tuh aku banyak “Ya ampun Nak, astagfirullah Nak, apa lagi Nak?” Jadi Dalisha itu kan anak yang aktif ya, begitu pun kalau di rumah, dia senang sekali mengeksplor semua mainannya. Apalagi sekarang dia sudah tahu maunya apa, termasuk mau makan apa. Jadi, kalau misalnya dia susah makan atau lagi aktif-aktifnya, aku tuh banyak istigfarnya.

Lalu seperti apa pola asuh yang Anda terapkan pada anak?

Aku cenderung disiplin. Jadi, dari sekarang sudah aku ajarkan untuk Dalisha supaya disiplin. Misalnya cuci tangan sebelum makan, itu aku biasakan. Walaupun kadang ada lupa-lupanya, tapi seenggaknya aku sudah mengajarkan dari sekarang dan berusaha untuk konsisten. Dalisha juga sudah ngerti misalnya abis pergi, sepatunya langsung simpan di rak sepatunya. Begitu juga misalnya habis main, aku minta dia untuk merapikan sendiri. Aku jelasin ke dia, dia harus beresin mainan sendiri supaya nanti kalau mau main lagi jadi tahu simpannya di mana. Walaupun enggak selalu mulus, tapi aku ulang-ulang terus supaya dia paham.

Value apa yang sudah ditanamkan pada Dalisha?

Tentunya disiplin tadi supaya dia bisa tahu bahwa perjalanan hidup itu tidak ada yang instan, harus melalui proses. Selain itu juga tanggung jawab supaya bisa jadi bekal buat dia ke depannya nanti menjalani hidup agar bisa lebih menghargai diri dia dan orang lain.

Aku cenderung disiplin. Jadi, dari sekarang sudah aku ajarkan untuk Dalisha supaya disiplin. Misalnya cuci tangan sebelum makan, itu aku biasakan. Walaupun kadang ada lupa-lupanya, tapi seenggaknya aku sudah mengajarkan dari sekarang dan berusaha untuk konsisten.

Adakah alasan khusus mengapa di media sosial Anda jarang mengungkap nama Si Kecil?

Sebenarnya sejak awal memang aku dan suami sepakat untuk tidak terlalu banyak meng-expose anak aku karena untuk menjaga privasinya. Tapi, seiring waktu, makin ke sini, biar bagaimana pun, suka enggak suka, bisa dibilang kan aku dikenal gitu ya, jadi banyak yang ingin tahu sosok anakku tuh seperti apa. Akhirnya aku ngomong sama suami pelan-pelan, bernegosiasi, akhirnya ya sudah boleh, tapi jangan terlalu sering juga untuk posting. Ini saja untuk pertama kalinya aku mau memenuhi undangan interview sama anak.

Memang ada kekhawatiran apa sih sehingga membatasi exposure anak?

Aku justru takut ada tekanan dari netizen terkait pola asuh aku dalam mendidik dia. Takut juga dihakimi kalau misalnya ada salah, trus dikomentarin, jadi nanti akunya malah down dan bikin Dalisha malah tidak terlalu bebas. Takutnya juga malah bisa ganggu tumbuh kembangnya dia.

(MB/RF/Foto: MB/Lintang Sukmana/Digital Imaging: Ragamanyu Herlambang/Stylist: Gabriela Agmassini & Vonda Nabila/MUA: Aksis Mipi (@aksismipi_mua)/Hairstylist: Norwulan (@nwhair_)/Wardrobe Indah: ATS The Label (@atsthelabel) & LOOKBOUTIQUESTORE (@lookboutiquestore), Wardrobe Dalisha: ZOEWE KIDS (@zoewekids))