FAMILY & LIFESTYLE

Mimpi Basah saat Puasa, Apa hukumnya dan Apakah Membatalkan Puasa?


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Bulan Ramadan adalah waktu di mana setiap Muslim berlomba-lomba untuk mengumpulkan pahala dengan menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun, sebagai manusia biasa, terkadang ada hal-hal di luar kendali yang membuat kita ragu akan sah atau tidaknya puasa kita.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul mungkin tentang mimpi basah di siang hari saat sedang berpuasa. Tak dimungkiri bahwa hal ini bisa saja terjadi pada pria atau anak laki-laki saat tidur siang di bulan Ramadan. Lalu, apakah mimpi basah akan membatalkan puasa? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Hukum mimpi basah saat puasa

Mimpi basah merupakan kondisi di mana seseorang mengalami keluarnya air mani secara spontan saat sedang tidur, biasanya disebabkan oleh mimpi yang bersifat erotis atau stimulasi tertentu yang tidak disadari. Para ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa keluarnya mani karena mimpi basah tidak merusak puasa. Ini adalah konsensus (ijmak) yang memberikan keringanan bagi umat Muslim.

Syekh Zainuddin al-Malibari dalam kitab Fathul Mu'in menjelaskan bahwa puasa seseorang batal jika mani keluar akibat persentuhan kulit (seperti bersentuhan dengan pasangan) atau masturbasi. Namun, jika mani keluar semata-mata karena pikiran (tanpa sentuhan) atau karena mimpi basah saat tidur, maka puasanya tetap sah.

Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' juga menegaskan:

"Jika seseorang bermimpi basah, maka tidak batal puasanya karena hal itu terjadi di luar kehendaknya. Hal ini sama seperti jika ada lalat yang terbang masuk ke dalam rongga tubuhnya saat ia sedang tidur."

Analogi lalat yang masuk ke mulut saat tidur sangat tepat menggambarkan betapa mimpi basah adalah kejadian yang tidak disengaja. Allah SWT Maha Mengetahui bahwa manusia tidak memiliki kuasa atas alam bawah sadarnya saat terlelap. Karena itu, tidak ada dosa (qada) maupun denda (kafarat) bagi mereka yang mengalaminya.

Namun, ada satu hal penting yang perlu diingat: meskipun puasa tidak batal, orang yang mengalami mimpi basah berada dalam kondisi berhadas besar (junub). Untuk bisa melaksanakan ibadah salat, ia wajib melakukan mandi besar (mandi wajib).

Baca juga: Tidak Hanya Dialami Remaja Puber, Ini Fakta Seputar Mimpi Basah

Apakah mimpi basah membatalkan puasa?

Mimpi basah yang terjadi di siang hari bulan Ramadan tidak membatalkan puasa. Hal ini dikarenakan mimpi basah terjadi di luar kendali dan kesadaran manusia. Saat tidur, seseorang tidak dibebani hukum syariat (mukallaf) sampai ia terbangun.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis: Pena diangkat (bebas dari hukum) dari tiga golongan: orang yang tidur sampai dia bangun, anak kecil sampai dia mimpi basah (balig), dan orang gila sampai dia sembuh ([HR. Abu Daud, at-Tirmizi, an-Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Hadis ini menjadi landasan kuat bahwa apa yang terjadi saat kita tidur, termasuk keluarnya air mani karena mimpi bukanlah sebuah kesengajaan. Berbeda halnya jika keluarnya mani disebabkan oleh aktivitas seksual atau stimulasi yang disengaja saat sadar, hal itu jelas membatalkan puasa.

Baca juga: Jangan Bingung! Lakukan ini saat Anak Mengalami Mimpi Basah

Tata cara mandi wajib setelah mimpi basah saat puasa

Meskipun mimpi basah tidak membatalkan puasa, Anda harus segera bersuci agar bisa menunaikan salat wajib tepat waktu. Proses mandi wajib saat sedang berpuasa sebenarnya sama dengan hari-hari biasa, tetapi ada sedikit kehati-hatian yang perlu diperhatikan agar air tidak tertelan atau masuk ke dalam lubang tubuh secara berlebihan.

Berikut ini langkah-langkah mandi wajib yang aman dilakukan saat berpuasa.

1. Niat mandi wajib

Segala ibadah bermula dari niat. Niatkan dalam hati untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta'ala.

Bacaan niatnya: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar wajib karena Allah Ta’ala.

2. Bersihkan telapak tangan

Basuhlah kedua telapak tangan sebanyak tiga kali sebelum memulai rangkaian mandi.

3. Bersihkan area kemaluan

Gunakan tangan kiri untuk membersihkan area kemaluan dari sisa-sisa air mani atau kotoran lainnya. Setelah itu, cuci tangan kembali dengan sabun hingga bersih.

4. Berwudu

Lakukan wudu seperti hendak salat. Namun, karena sedang berpuasa, hindari berkumur dan menghirup air ke hidungsecara berlebihan atau terlalu dalam. Cukup lakukan sekadarnya untuk membersihkan mulut dan hidung tanpa risiko air masuk ke tenggorokan.

5. Basahi kepala

Siram air ke kepala sebanyak tiga kali hingga membasahi pangkal rambut. Pastikan air merata ke seluruh kulit kepala.

6. Ratakan air ke seluruh tubuh

Siram dan ratakan air ke seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan kemudian ke sisi kiri. Pastikan air mengenai seluruh bagian kulit, termasuk lipatan-lipatan tubuh seperti ketiak, pusar, dan belakang lutut.

Saat meratakan air atau menggunakan sampo/sabun, lakukan dengan hati-hati di area wajah dan telinga. Jangan sampai busa atau air masuk tertelan yang bisa berpotensi membatalkan puasa. Mandilah dengan tenang dan tidak perlu terburu-buru.

Baca juga: Sambut Bulan Suci, Ini Doa Niat Mandi Puasa Ramadan dan Tata Caranya

Itulah penjelasan mengenai mimpi basah saat puasa.Mimpi basah merupakan hal alami dan manusiawi yang terjadi pada laki-laki. Meski tidak membatalkan puasa, orang yang mengalami mimpi basah berada dalam kondisi berhadas besar. Karena itu, untuk bisa melaksanakan salat, Anda harus melakukan mandi wajib. (MB/AY/VN/Foto: Freepik)