BUMP TO BIRTH

Kenali Ciri-Ciri Hamil Anggur, Ini Bedanya dengan Hamil Normal


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Moms, Pernahkah Anda mendengar kawan Anda yang merasa hamil, tetapi ia merasa ada yang beda dari kehamilan yang selama ini dibayangkan? Banyak wanita mengalami gejala yang mirip kehamilan biasa, tapi ternyata ada tanda-tanda khusus yang harus diwaspadai, salah satunya adalah hamil anggur atau molar pregnancy.

Seperti apa ciri-ciri hamil anggur dan apa perbedaannya dengan hamil normal? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak penjelasannya di artikel berikut ini, Moms!

Apa itu hamil anggur?

Hamil anggur atau dalam istilah medis mola hydatidosa adalah kondisi langka di mana jaringan yang seharusnya menjadi plasenta tumbuh abnormal dan membentuk kantong-kantong berisi cairan seperti sekumpulan anggur.

Ada dua jenis hamil anggur, complete mole (mola hidatidosa lengkap) dan partial mole (mola hidatidiform parsial).Menurut Mayo Clinic, biasanya tidak ada janin yang berkembang dengan normal pada complete mole, sementara partial mole bisa mengandung jaringan janin yang tidak normal. Kondisi ini termasuk dalam kelompok penyakit trofoblastik gestasional dan perlu penanganan medis.

Baca juga: Kenali Bedanya Hamil Anggur Lengkap dan Parsial

Apa perbedaan hamil anggur dan hamil normal?

Sekilas, hamil anggur memang bisa terasa seperti kehamilan biasa: Ada telat haid, test pack positif, mual, bahkan payudara terasa lebih sensitif. Bedanya, pada kehamilan normal, sel telur yang dibuahi berkembang menjadi janin dan plasenta yang sehat. Sementara itu pada hamil anggur terjadi kelainan genetik sejak awal pembuahan sehingga jaringan plasenta tumbuh tidak normal dan janin tidak berkembang dengan semestinya.

Di USG, kehamilan normal akan memperlihatkan kantong kehamilan dan janin dengan detak jantung, sedangkan hamil anggur sering tampak sebagai gambaran “badai salju” atau kumpulan kista kecil tanpa janin yang jelas. Selain itu, kadar hormon hCG pada hamil anggur biasanya jauh lebih tinggi dari kehamilan normal di usia yang sama, sehingga gejalanya (seperti mual muntah berat atau pembesaran rahim yang tidak sesuai usia kehamilan) terasa lebih ekstrem.

Penyebab hamil anggur

Hamil anggur terjadi karena kelainan genetik sejak proses pembuahan. Pada kondisi complete mole, sel telur kosong (tidak memiliki materi genetik ibu) dibuahi oleh satu atau dua sperma, sehingga seluruh materi genetik berasal dari ayah. Akibatnya, tidak ada janin yang berkembang dan yang tumbuh justru jaringan plasenta abnormal.

Sementara itu pada partial mole, sel telur yang normal dibuahi oleh dua sperma sekaligus atau oleh satu sperma yang menggandakan kromosomnya, sehingga jumlah kromosom menjadi tidak seimbang (biasanya 69 kromosom, bukan 46 seperti normal).

Ketidakseimbangan genetik inilah yang membuat jaringan kehamilan berkembang tidak wajar dan membentuk kantong-kantong cairan seperti anggur. Para ahli menegaskan bahwa kondisi ini bukan disebabkan oleh pola makan, aktivitas ibu, atau kesalahan selama hamil, melainkan murni akibat kesalahan acak dalam proses pembuahan.

Baca juga: Kehamilan Trimester Pertama: Ketahui Ciri dan Tips Menjaga Kesehatan Kandungan

Ciri-ciri hamil anggur

Berikut ini tanda-tanda yang paling sering dilaporkan. Kalau Moms merasakan beberapa di antaranya, sebaiknya segera periksa ke dokter kandungan.

1. Perdarahan vagina di trimester pertama

Perdarahan (dari bercak ringan sampai mengeluarkan gumpalan jaringan mirip anggur) adalah keluhan paling umum. Banyak wanita mengira ini keguguran biasa, tetapi jika disertai gejala lain, perlu evaluasi lebih lanjut.

2. Uterus yang lebih besar (atau lebih kecil) dari usia kehamilan

Pada complete mole, ukuran rahim sering kali lebih besar dari yang seharusnya untuk usia kehamilan karena pertumbuhan jaringan abnormal. Pada partial mole bisa lebih kecil atau tidak proporsional. Ukuran yang “tidak sesuai” ini biasanya terdeteksi saat pemeriksaan atau USG.

3. Mual dan muntah berat (hyperemesis gravidarum)

Kadar hormon hCG yang sangat tinggi dapat menyebabkan mual dan muntah yang lebih parah dibandingkan kehamilan biasa. Jika muntahnya ekstrem hingga dehidrasi, perlu perawatan medis segera.

4. Kadar hCG yang sangat tinggi atau tidak normal

Tes darah menunjukkan kadar hCG yang jauh lebih tinggi dari yang diharapkan untuk usia kehamilan atau kadar yang tidak menurun setelah perawatan.

5. Nyeri perut atau tekanan panggul

Rasa tidak nyaman, nyeri ringan sampai kencang di area perut bawah bisa muncul, tergantung seberapa besar massa mole tersebut.

6. Gejala komplikasi lain (jarang tetapi penting)

Beberapa kasus dapat menimbulkan komplikasi seperti anemia hebat akibat perdarahan, tanda-tanda hipertiroidisme (jantung berdebar, berkeringat), atau bahkan preeklampsia dini (tekanan darah tinggi sebelum usia kehamilan 20 minggu), kondisi yang tidak biasa pada kehamilan normal, tetapi bisa terjadi pada hamil anggur.

Gejala hamil anggur

Gejala hamil anggur sering menyerupai kehamilan normal di awal, seperti telat haid, test pack positif, mual, dan payudara terasa nyeri. Namun seiring waktu, keluhannya bisa terasa “lebih berat” atau tidak biasa, misalnya perdarahan dari vagina, mual muntah yang sangat hebat, perut terasa cepat membesar, atau nyeri di area panggul.

Karena mirip dengan keguguran atau kehamilan bermasalah lain, banyak wanita baru menyadarinya setelah pemeriksaan USG dan tes hormon. Itu sebabnya, setiap gejala yang terasa janggal sebaiknya tidak diabaikan dan segera dikonsultasikan dengan dokter kandungan.

Penanganan hamil anggur

Penanganan hamil anggur biasanya dimulai dengan pengangkatan jaringan kehamilan abnormal melalui prosedur medis seperti kuretase oleh dokter kandungan. Setelah tindakan, Moms perlu menjalani pemantauan kadar hormon hCG secara rutin (setiap 1-2 minggu lalu bulanan) sampai nilainya benar-benar kembali normal, guna memastikan tidak ada sisa jaringan yang tumbuh kembali.

Selama masa pemantauan ini, dokter biasanya menyarankan menunda kehamilan sementara dan menggunakan kontrasepsi agar hasil tes hCG tidak “tertutup” oleh kehamilan baru. Pada sebagian kecil kasus, bila jaringan molar berkembang menjadi penyakit trofoblastik gestasional persisten, pengobatan lanjutan seperti kemoterapi bisa diperlukan. Namun, kabar baiknya, dengan deteksi dan perawatan dini, tingkat kesembuhan sangat tinggi dan sebagian besar wanita bisa hamil kembali dengan aman di kemudian hari.

Itulah penjelasan mengenai ciri-ciri hamil anggur. Hamil anggur merupakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan medis segera. Segera hubungi dokter jika bumil mengalami perdarahan dan muntah berlebihan. (MB/AY/TW/Foto: Stefamerpik/Freepik)