Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Mastitis Membaik atau Makin Parah? Kenali Bedanya, Moms

Mastitis Membaik atau Makin Parah? Kenali Bedanya, Moms

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Melewati fase mastitis memang berat, Moms. Payudara yang bengkak, nyeri, merah, ditambah badan meriang seperti flu, memang bisa bikin ibu manapun merasa kewalahan, apalagi di tengah rutinitas menyusui Si Kecil yang padat. Kabar baiknya, mastitis umumnya bisa membaik dengan penanganan yang tepat. Tapi pertanyaannya, bagaimana Moms tahu bahwa tubuh sudah benar-benar dalam jalur pemulihan, dan bukan sekadar mereda sementara? Yuk, simak sampai habis di artikel ini, Moms.

Ciri peradangan mastitis 

Ada beberapa tanda yang bisa Moms jadikan patokan untuk mengetahui bahwa mastitis sedang menuju pemulihan. Yuk, cek satu per satu, Moms.

  1. Demam dan menggigil mulai mereda 

    Kalau sebelumnya badan terasa panas dingin dan menggigil hebat seperti terserang flu berat, ini biasanya jadi tanda pertama yang paling terasa saat kondisi membaik. Suhu tubuh yang tadinya tinggi akan perlahan turun dan stabil. Rasa lemas akibat demam juga berangsur berkurang seiring waktu. Bila Moms mulai merasa lebih bugar dibanding hari sebelumnya, ini jadi sinyal positif bahwa tubuh sedang melawan peradangan dengan baik.
  2. Rasa sakit dan kemerahan pada payudara berkurang 

    Area payudara yang tadinya merah, keras, dan terasa panas saat disentuh akan mulai menunjukkan perubahan. Kemerahan memudar secara bertahap, bukan hilang tiba-tiba dalam semalam. Rasa nyeri saat payudara tersentuh baju atau saat disusui juga ikut berkurang perlahan. Perubahan bertahap seperti ini normal terjadi dan menandakan proses penyembuhan sedang berjalan sesuai harapan.
  3. Payudara terasa lebih nyaman 

    Selain warna dan nyeri yang membaik, tekstur payudara juga akan berubah menjadi lebih lunak. Benjolan keras yang sebelumnya terasa menyakitkan setiap kali tersentuh perlahan mengempis dan tidak lagi terasa tegang. Moms mungkin masih merasakan sedikit ketidaknyamanan, tapi intensitasnya jauh berkurang dibanding sebelumnya. 
  4. Kondisi tubuh secara umum membaik 

    Bukan hanya area payudara, tubuh secara keseluruhan juga akan menunjukkan perbaikan. Moms akan merasa lebih berenergi, tidak lagi lemas sepanjang hari, dan nafsu makan mulai kembali normal. Rasa pegal-pegal di badan yang biasanya menyertai mastitis juga ikut mereda. Ini menandakan sistem imun tubuh Moms sedang bekerja optimal melawan infeksi atau peradangan.
  5. Menyusui kembali terasa lebih nyaman 

    Salah satu tanda paling melegakan adalah saat proses menyusui tidak lagi terasa menyakitkan. Si Kecil bisa menyusu dengan nyaman tanpa Moms harus menahan sakit setiap kali pelekatan terjadi. ASI juga biasanya mengalir lebih lancar karena saluran yang sempat tersumbat mulai terbuka kembali. Kombinasi semua tanda ini adalah sinyal positif bahwa tubuh Moms sedang berada di jalur pemulihan yang tepat.

Baca juga: 7 Penyebab Payudara Terasa Sakit saat Menyusui

Berapa lama gejala seharusnya berkurang?

Ini pertanyaan yang paling sering muncul di benak Moms yang sedang berjuang melawan mastitis, "kapan sih rasanya akan lebih membaik?". Secara umum, jika Moms sudah melakukan perawatan awal seperti tetap menyusui, kompres, dan istirahat cukup, gejala seharusnya mulai menunjukkan perbaikan dalam kurun waktu 12 hingga 24 jam. 

Jika dokter sudah meresepkan antibiotik karena gejala tergolong lebih berat atau tidak kunjung membaik dengan perawatan mandiri, maka patokan waktunya sedikit berbeda. Umumnya, perbaikan yang signifikan diharapkan terjadi dalam waktu sekitar 48 jam setelah antibiotik mulai dikonsumsi. Selama periode ini, Moms perlu untuk tetap mengonsumsi obat sesuai anjuran dan tidak menghentikannya meski sudah merasa sedikit lebih baik.

Setiap tubuh punya ritme pemulihan yang berbeda. Ada yang membaik lebih cepat, ada juga yang butuh waktu sedikit lebih lama. Namun, bila dalam rentang waktu tersebut tidak ada perubahan sama sekali, bahkan cenderung memburuk, ini menjadi sinyal bahwa Moms perlu evaluasi lebih lanjut dari tenaga medis, bukan sekadar menunggu dan berharap membaik dengan sendirinya.

Cara mendukung pemulihan mastitis

  1. Tetap menyusui sesuai kebutuhan Si Kecil 

    Menyusui tidak perlu dihentikan selama mastitis, justru sebaliknya, tetap disarankan untuk dilakukan seperti biasanya. Susui Si Kecil sesuai jadwal biasanya, tanpa dipaksakan lebih sering hanya dengan alasan ingin mengosongkan  payudara lebih cepat. Pelekatan yang benar tetap menjadi kunci utama agar ASI mengalir lancar tanpa menambah tekanan pada jaringan yang sedang meradang. Jika Moms ragu soal pelekatan, konselor laktasi bisa membantu memastikan posisi menyusui sudah tepat.
  2. Gunakan kompres dingin

    Kompres dingin pada area yang nyeri jauh lebih disarankan dibanding kompres hangat yang digunakan berlebihan. Kompres dingin membantu meredakan pembengkakan dan rasa nyeri tanpa merangsang produksi ASI berlebih di area yang sedang meradang. Moms bisa menempelkan kain kompres selama beberapa menit di sela-sela waktu menyusui untuk membantu meredakan ketidaknyamanan. Hindari kompres hangat terus-menerus karena justru berpotensi memperparah pembengkakan.
  3. Konsumsi pereda nyeri yang aman 

    Untuk membantu Moms lebih nyaman beraktivitas dan menyusui, pereda nyeri yang aman selama menyusui seperti yang disarankan dokter bisa digunakan untuk meringankan gejala. Obat pereda nyeri ini membantu menurunkan rasa sakit sekaligus peradangan, sehingga Moms tetap bisa menjalani rutinitas menyusui dengan lebih tenang. Pastikan selalu mengikuti dosis dan anjuran dokter, jangan mengonsumsi obat sembarangan tanpa konsultasi.
  4. Hindari deep massage

    Pijatan dalam pada area yang sedang meradang dapat meningkatkan pembengkakan jaringan, bukan menguranginya seperti yang banyak dipercaya. Tekanan kuat pada jaringan payudara yang sedang meradang justru berisiko memperluas area peradangan. Jika ingin memijat, lakukan dengan sangat lembut dan hanya sebagai pelengkap, bukan cara utama untuk mengeluarkan sumbatan. Fokuslah pada teknik menyusui yang benar sebagai cara utama melancarkan aliran ASI.
  5. Jangan memompa payudara secara berlebihan 

    Hindari kebiasaan memompa payudara berkali-kali hanya karena merasa belum kosong sepenuhnya. Payudara sebenarnya tidak perlu benar-benar kosong total setiap saat, dan upaya memaksakannya justru bisa memicu produksi ASI berlebih yang memperberat kondisi peradangan. Pompa secukupnya hanya jika benar-benar diperlukan, misalnya saat Si Kecil belum bisa menyusu langsung. Dengan begitu, payudara punya waktu untuk beristirahat dan pulih secara alami.

Baca juga : Saluran ASI Tersumbat saat Menyusui, Ini Cara Tepat Mengatasinya

Tanda pengobatan tidak bekerja atau terbentuk abses

Meski sebagian besar kasus mastitis membaik dengan perawatan yang tepat, Moms tetap perlu waspada terhadap kemungkinan komplikasi. Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah ketika gejala tidak menunjukkan perbaikan sama sekali dalam 12 hingga 24 jam setelah perawatan awal dilakukan. Jika demam tetap tinggi, nyeri tidak berkurang, bahkan terasa makin memburuk, ini bukan sesuatu yang sebaiknya ditunggu lebih lama.

Begitu pula jika Moms sudah mengonsumsi antibiotik namun tidak ada perbaikan berarti dalam waktu sekitar 48 jam, penting untuk segera kembali berkonsultasi dengan dokter. Bisa jadi jenis antibiotik perlu disesuaikan, atau ada kondisi lain yang perlu diperiksa lebih lanjut, seperti terbentuknya abses payudara.

Abses payudara sendiri biasanya ditandai dengan adanya benjolan yang terasa lunak berisi cairan, disertai rasa nyeri yang menetap di satu titik meski area sekitarnya sudah membaik. Jika Moms merasakan ada benjolan seperti ini, terlebih disertai demam yang kembali naik setelah sempat turun, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Penanganan abses biasanya memerlukan tindakan medis tambahan dan tidak bisa hanya mengandalkan perawatan mandiri di rumah.

Cara mencegah mastitis berulang 

  1. Menyusui secara teratur sesuai kebutuhan Si Kecil

    Usahakan untuk tetap menyusui secara teratur dan hindari menunda-nunda jadwal menyusui terlalu lama. Payudara yang terlalu penuh dalam waktu lama bisa memicu penyumbatan saluran ASI yang akhirnya berujung pada peradangan berulang. Jika Moms harus berpisah sementara dari Si Kecil, pastikan tetap mengeluarkan ASI secara berkala agar payudara tidak terlalu penuh. Konsistensi jadwal menyusui ini jadi salah satu kunci utama mencegah mastitis kambuh.
  2. Memerhatikan pelekatan menyusui

    Pelekatan yang kurang tepat sering kali menjadi salah satu penyebab tersumbatnya saluran ASI yang berujung pada mastitis. Pastikan mulut Si Kecil menempel dengan baik pada areola, bukan hanya di puting, agar ASI bisa keluar secara maksimal di setiap sesi menyusui. Jika Moms merasa ragu apakah pelekatan sudah benar, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan konselor laktasi. Evaluasi rutin soal teknik menyusui bisa mencegah masalah yang sama terulang di kemudian hari.
  3. Menjaga kondisi tubuh secara keseluruhan

    Istirahat yang cukup, asupan cairan yang memadai, serta mengelola stres berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh Moms tetap prima. Tubuh yang lelah dan kurang istirahat cenderung lebih rentan mengalami peradangan berulang, termasuk mastitis. Jangan ragu untuk meminta bantuan orang terdekat agar Moms punya waktu cukup untuk memulihkan diri sepenuhnya, baik secara fisik maupun mental. Dengan kondisi tubuh yang prima, perjalanan menyusui kedepannya pun bisa dijalani dengan lebih nyaman dan minim gangguan.

Mastitis memang bisa bikin masa menyusui terasa lebih menantang. Namun perlu diingat, Moms, kondisi ini bisa dilewati dengan baik selama Moms mengenali tanda-tanda pemulihan, memberi waktu tubuh untuk sembuh sesuai ritmenya, dan tidak ragu berkonsultasi ke dokter atau konselor laktasi bila gejala tidak kunjung membaik. Yang terpenting, Moms tidak sendirian dalam menghadapinya, jadi semoga Moms dan Si Kecil segera pulih dan bisa kembali menjalani momen menyusui yang hangat dan nyaman, ya! (MB/RA/RF/Foto: Freepik)