Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Masa kehamilan tentunya menjadi momen membahagiakan bagi para Moms. Namun, tak jarang kebahagiaan ini disertai dengan rasa bingung dan cemas karena adanya perubahan fisik yang dialami ibu hamil, termasuk keputihan. Lantas apakah keputihan saat hamil trimester 1 adalah hal yang normal?
Keputihan memang kerap dialami bumil. Namun, ada beberapa hal yang perlu Moms pahami untuk membantu membedakan keputihan yang sehat dan yang disebabkan oleh infeksi.
Mengapa keputihan muncul di awal kehamilan?
Secara medis, keputihan saat hamil dikenal dengan istilah leukorrhea. Ini adalah kondisi yang sangat wajar dan justru menandakan bahwa tubuh Anda sedang bekerja keras menyesuaikan diri dengan kehadiran Si Kecil. Ada beberapa alasan utama mengapa hal ini terjadi begitu intens di trimester pertama.
1. Lonjakan hormon estrogen
Saat sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim, tubuh segera memproduksi hormon estrogen dalam jumlah besar. Peningkatan kadar estrogen ini merangsang selaput lendir di vagina untuk memproduksi lebih banyak cairan.
2. Peningkatan aliran darah
Kehamilan menyebabkan volume darah dalam tubuh meningkat hingga 50%. Aliran darah yang lebih deras ke area panggul dan vagina turut menstimulasi selaput lendir, sehingga cairan yang keluar pun jadi lebih banyak dari biasanya.
3. Mekanisme perlindungan alami
Mungkin terdengar mengejutkan, tetapi keputihan sebenarnya adalah "satpam" bagi rahim Moms. Cairan ini berfungsi membersihkan vagina dengan membuang sel-sel mati dan bakteri. Mekanisme ini membantu menjaga keseimbangan bakteri baik, mencegah infeksi naik ke rahim, dan melindungi janin yang sedang tumbuh.
Baca juga: Normalkah Mengalami Keputihan saat Hamil Trimester 3? Ini Faktanya!
Mengenali ciri-ciri keputihan, mana yang normal?
Meskipun keputihan adalah hal yang kerap dialami bumil, penting bagi Moms untuk mengetahui sinyal pertanda masalah di tubuh masing-masing. Anda perlu membedakan mana keputihan fisiologis (normal) dan mana yang patologis (penyakit).
Ciri-ciri keputihan yang sehat (normal)
Keputihan yang normal selama kehamilan trimester pertama biasanya memiliki karakteristik berikut:
- Warna: Jernih, putih susu, atau sedikit kekuningan yang sangat muda ketika mengering di celana dalam.
- Tekstur: Encer atau sedikit kental seperti lendir, mirip dengan keputihan saat masa subur (ovulasi).
- Bau: Tidak berbau atau memiliki bau khas yang ringan (tidak menyengat).
- Sensasi: Tidak menyebabkan gatal, perih, atau nyeri pada vagina.
Ciri-ciri keputihan yang perlu diwaspadai
Jika Moms melihat perubahan drastis pada karakteristik cairan vagina, ini bisa menjadi indikasi adanya infeksi jamur (kandidiasis), bacterial vaginosis, atau infeksi menular seksual lainnya. Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda menemukan:
- Perubahan warna mencolok: Cairan berwarna hijau, kuning pekat, abu-abu, atau cokelat tua.
- Bau menyengat: Bau amis, busuk, atau sangat tajam yang tidak hilang setelah dibersihkan.
- Gatal dan iritasi: Rasa gatal hebat di area vagina atau vulva.
- Nyeri: Rasa panas atau terbakar saat buang air kecil atau nyeri saat berhubungan intim.
- Tekstur aneh: Cairan yang berbusa atau menggumpal seperti keju cottage.
Baca juga: Kenapa Keputihan Berwarna Cokelat? Ini Penjelasan Lengkapnya
Cara menjaga kebersihan dan kenyamanan
Meningkatnya kelembapan di area kewanitaan tentu bisa membuat tidak nyaman. Selain itu, kelembapan berlebih bisa menjadi sarang pertumbuhan jamur jika tidak dikelola dengan baik. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda terapkan sehari-hari.
1. Pilih pakaian dalam berbahan katun
Katun adalah sahabat terbaik bumil. Bahan ini memiliki sirkulasi udara yang baik (breathable) dan menyerap keringat. Hindari bahan sintetis seperti nilon atau poliester yang dapat memerangkap panas dan kelembapan, karena kondisi tersebut sangat disukai oleh bakteri jahat.
2. Hindari pakaian ketat
Untuk sementara waktu, simpan dulu celana jins ketat atau legging yang terlalu menekan. Pakaian yang terlalu ketat dapat menghambat sirkulasi udara di area selangkangan dan meningkatkan risiko iritasi. Rok atau celana hamil longgar adalah pilihan yang lebih bijak.
3. Jaga area tetap kering
Biasakan untuk selalu mengeringkan area vagina dengan handuk lembut atau tisu setiap kali selesai buang air kecil atau besar. Ingat, cara membasuh yang benar adalah dari arah depan ke belakang (vagina ke anus) untuk mencegah bakteri dari anus masuk ke vagina.
4. Say no to douching
Moms mungkin merasa ingin membersihkan bagian dalam vagina agar lebih segar, tetapi hindari penggunaan sabun pembersih kewanitaan (douching) atau sabun berparfum. Vagina memiliki kemampuan untuk membersihkan diri sendiri. Penggunaan sabun keras justru akan membunuh bakteri baik (Lactobacillus) dan mengganggu keseimbangan pH, yang malah memicu infeksi. Cukup basuh bagian luar dengan air bersih hangat.
5. Penggunaan pantyliner
Menggunakan pantyliner boleh-boleh saja untuk menjaga celana dalam tetap bersih. Namun, pastikan Moms memilih jenis yang tidak berparfum (non-perfumed) dan menggantinya sesering mungkin, minimal setiap 3-4 jam sekali. Pantyliner yang lembap dan dipakai terlalu lama justru bisa menjadi tempat berkembang biak kuman.
Kapan harus segera ke dokter?
Meskipun keputihan adalah hal biasa, jika Moms merasa ada yang "salah" atau berbeda dari biasanya, jangan ragu untuk memeriksakan diri.
Kondisi medis tertentu seperti infeksi saluran kemih atau infeksi menular seksual dapat berisiko bagi janin jika tidak ditangani dengan tepat, seperti memicu kelahiran prematur atau ketuban pecah dini. Dokter kandungan biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik atau mengambil sampel cairan vagina untuk diuji di laboratorium agar Moms mendapatkan penanganan yang tepat dan aman bagi kehamilan.
Selain itu, waspadai jika keputihan disertai bercak darah (flek) atau perdarahan merah segar yang disertai kram perut hebat. Meskipun flek ringan bisa terjadi saat proses implantasi, perdarahan yang lebih banyak memerlukan pemeriksaan USG segera untuk memastikan kesehatan janin.
Kehamilan adalah perjalanan panjang yang penuh warna. Mengalami keputihan di trimester pertama hanyalah salah satu dari sekian banyak cara tubuh beradaptasi untuk melindungi kehidupan baru yang sedang tumbuh di dalam rahim.
Kunci utamanya adalah menjaga kebersihan dan tidak stres berlebihan. Jika ragu atau menemukan gejala adanya gangguan kesehatan, Moms disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau ahlinya. (MB/AY/WR/Foto: Freepik)