Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Kalsium Laktat untuk Ibu Hamil, Disarankan atau Perlu Dihindari?

Kalsium Laktat untuk Ibu Hamil, Disarankan atau Perlu Dihindari?

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Masa kehamilan adalah perjalanan yang luar biasa sekaligus penuh tantangan bagi seorang wanita. Tubuh Moms perlu menyesuaikan diri guna mendukung pertumbuhan kehidupan baru di dalam rahim. Seiring dengan perkembangan janin, kebutuhan nutrisi harian pun otomatis mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Salah satu nutrisi paling krusial yang harus dipenuhi selama masa kehamilan adalah kalsium laktat untuk ibu hamil.

Kalsium berperan sangat penting dalam pembentukan tulang dan gigi janin, sekaligus menjaga agar kepadatan tulang Moms tetap terjaga. Jika asupan dari makanan sehari-hari tidak mencukupi, dokter biasanya akan meresepkan suplemen tambahan agar kebutuhan tersebut terpenuhi dengan baik.

Di antara berbagai jenis suplemen yang tersedia di apotek, kalsium laktat sering kali menjadi pilihan utama. Namun, wajar jika Anda masih memiliki beberapa pertanyaan atau kekhawatiran terkait penggunaannya.

Apa yang dimaksud kalsium laktat?

Kalsium laktat adalah salah satu bentuk suplemen kalsium yang sering digunakan untuk mengatasi atau mencegah kekurangan kadar kalsium di dalam darah. Senyawa ini terbentuk dari percampuran antara kalsium dan asam laktat.

Kelebihan utama dari kalsium laktat dibandingkan jenis lainnya adalah kemampuannya untuk diserap dengan mudah oleh tubuh. Suplemen ini dapat diserap pada berbagai tingkat keasaman lambung, sehingga lebih nyaman di perut. Bagi Moms yang sering mengalami mual atau perut sensitif selama kehamilan, jenis kalsium ini biasanya menjadi sahabat yang baik karena tidak memperparah rasa tidak enak pada perut Anda.

Apakah kalsium laktat aman untuk ibu hamil?

Kesehatan Moms dan Si Kecil tentu menjadi prioritas utama. Kabar baiknya, kalsium laktat sangat aman dikonsumsi bumil, asalkan dosisnya sesuai dengan anjuran dokter kandungan.

Mengonsumsi kalsium dalam jumlah yang tepat dapat membantu menurunkan risiko komplikasi kehamilan yang serius, seperti preeklampsia (tekanan darah tinggi saat hamil). Selain itu, kalsium memastikan janin mengambil nutrisi yang ia butuhkan tanpa harus mengorbankan cadangan kalsium dari tulang Moms sendiri. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai suplemen apa pun untuk memastikan dosisnya tepat untuk kondisi tubuh Anda.

Pasalnya, meski aman dan sangat bermanfaat, tubuh setiap ibu hamil memiliki respons yang berbeda-beda. Ada beberapa efek samping ringan yang mungkin muncul setelah mengonsumsi kalsium laktat, di antaranya:

  • Sembelit atau susah buang air besar: Ini adalah efek samping yang paling umum terjadi.
  • Perut kembung dan bergas: Penumpukan mineral terkadang membuat saluran cerna terasa penuh.
  • Mual ringan: Beberapa ibu merasa sedikit mual jika meminumnya dalam keadaan perut kosong.

Baca juga: 7 Buah Tinggi Kalsium untuk Ibu Hamil, Bantu Optimalkan Kehamilan

Kapan waktu yang tepat minum kalsium laktat untuk ibu hamil?

Mengetahui waktu yang tepat untuk mengonsumsi suplemen akan sangat membantu mengoptimalkan penyerapannya di dalam tubuh. Berikut adalah beberapa panduan yang bisa Moms terapkan:

1. Bersamaan dengan makanan

Kalsium laktat dapat diserap dengan baik apabila dikonsumsi bersamaan dengan makanan. Moms bisa meminumnya setelah sarapan atau makan siang. Makanan yang masuk ke lambung akan membantu memproduksi asam lambung yang mempermudah proses pemecahan dan penyerapan kalsium.

2. Beri jarak dengan suplemen zat besi

Ini adalah aturan yang sangat penting. Sering kali, ibu hamil juga diresepkan suplemen zat besi (penambah darah). Kalsium dan zat besi saling bersaing untuk diserap oleh tubuh. Jika diminum bersamaan, penyerapan zat besi bisa terhambat. Sebaiknya, beri jarak minimal 2 hingga 3 jam, misalnya kalsium di pagi hari dan zat besi di malam hari sebelum tidur.

3. Konsumsi secara rutin di waktu yang sama

Untuk membantu Moms agar tidak lupa, cobalah untuk meminum suplemen ini di jam yang sama setiap harinya. Menjadikannya sebagai bagian dari rutinitas harian akan sangat membantu memastikan kebutuhan nutrisi selalu terpenuhi tanpa terlewat.

Kalsium laktat 500 mg untuk apa?

Di apotek atau klinik, Moms mungkin sering menjumpai suplemen dengan label kalsium laktat 500 mg. Angka 500 mg ini menunjukkan takaran dosis yang terkandung di dalam satu tablet.

Tablet 500 mg ini dirancang untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan kalsium harian ibu hamil yang rata-rata mencapai 1000 hingga 1300 miligram per hari. Dokter kandungan Moms mungkin akan menyarankan konsumsi satu hingga dua tablet sehari, tergantung pada seberapa banyak kalsium yang sudah Anda dapatkan dari makanan sehari-hari seperti susu, keju, atau sayuran hijau.

Baca juga: Kalsium untuk Ibu Menyusui, Ini Tanda Kekurangan dan Cara Memenuhinya

Apa jenis kalsium yang bagus untuk ibu hamil?

Banyak Moms yang bertanya-tanya jenis kalsium apa yang paling baik untuk kehamilan. Sebenarnya, sumber kalsium terbaik selalu berasal dari makanan alami. Susu pasteurisasi, yogurt, tahu, tempe, ikan teri, dan bayam adalah beberapa contoh makanan lezat yang kaya akan kalsium.

Namun, jika berbicara tentang suplemen, maka kalsium laktat, kalsium karbonat, dan kalsium sitrat adalah pilihan yang paling direkomendasikan. Kalsium karbonat mengandung kadar kalsium tertinggi tetapi butuh asam lambung untuk diserap (harus diminum setelah makan). Kalsium sitrat bisa diminum kapan saja tanpa makanan, sedangkan kalsium laktat sangat bersahabat bagi lambung. Pilihan yang "paling bagus" adalah yang diresepkan langsung oleh dokter Anda, karena dokter adalah orang yang paling mengerti kondisi kesehatan Moms saat mengandung.

Memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi adalah bentuk cinta pertama Moms untuk Si Kecil yang masih berada di dalam kandungan. Kalsium laktat untuk ibu hamil bermanfaat sebagai pendukung agar tulang Moms tetap kuat dan janin dapat tumbuh dengan sempurna. 

Namun satu hal yang perlu diingat, jangan mengonsumsi suplemen seperti kalsium laktat secara berlebihan. Selalu berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mendapatkan suplemen terbaik untuk tubuh dan janin yang berada dalam kandungan Moms. (MB/WR/RF/Foto: GPointstudio/Freepik)