Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Kalsium untuk Ibu Menyusui, Ini Tanda Kekurangan dan Cara Memenuhinya

Kalsium untuk Ibu Menyusui, Ini Tanda Kekurangan dan Cara Memenuhinya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Menyusui adalah momen istimewa yang mempererat ikatan antara Moms dan Si Kecil. Namun, di balik keindahan momen ini, tubuh Anda bekerja ekstra keras untuk memproduksi ASI yang kaya nutrisi. Salah satu nutrisi paling krusial untuk ibu menyusui adalah kalsium.

Sering kali, fokus kita tertuju pada berat badan bayi atau asupan makanannya, sehingga kesehatan ibu menyusui sendiri terabaikan. Padahal, kebutuhan kalsium Moms meningkat saat menyusui karena sebagian cadangan kalsium dalam tubuh diambil untuk pembentukan ASI. Jika asupan dari makanan kurang, tubuh akan mengambil kalsium dari tulang Anda sendiri. Inilah sebabnya menjaga asupan kalsium sangat penting, tidak hanya untuk kualitas ASI, tetapi juga untuk kesehatan tulang Anda di masa depan, Moms.

Apa ciri-ciri ibu menyusui kurang kalsium?

Kekurangan kalsium (hipokalsemia) pada ibu menyusui sering kali tidak menunjukkan gejala yang drastis di tahap awal, karena tubuh memiliki mekanisme untuk menyeimbangkan kadar kalsium dalam darah dengan mengambilnya dari tulang. Namun, jika dibiarkan terus-menerus, tubuh akan memberikan sinyal.

Berikut ini ciri-ciri ibu menyusui kurang kalsium.

1. Kram otot dan kesemutan

Gejala yang paling umum adalah kram otot, terutama di area kaki dan punggung. Selain itu, Moms mungkin merasakan sensasi kesemutan atau mati rasa di jari-jari tangan, kaki, atau bahkan di sekitar mulut. Ini terjadi karena kalsium berperan penting dalam fungsi saraf dan kontraksi otot.

2. Kelelahan ekstrem dan lesu

Menyusui memang melelahkan, tetapi kekurangan kalsium bisa membuat rasa lelah itu menjadi berlipat ganda. Anda mungkin merasa tidak bertenaga, lesu, dan sulit berkonsentrasi (brain fog). Kalsium membantu pelepasan energi dari sel-sel tubuh, sehingga kekurangannya bisa berdampak langsung pada stamina.

3. Masalah pada gigi dan gusi

Kekurangan kalsium pun bisa berdampak pada kesehatan mulut. Gigi mungkin terasa lebih sensitif, mudah ngilu, atau gusi menjadi lebih rentan berdarah dan bengkak.

4. Kuku rapuh dan kulit kering

Kalsium juga berperan dalam menjaga kesehatan kulit dan kuku. Jika Moms memperhatikan kuku menjadi mudah patah, rapuh, atau kulit terasa sangat kering dan kasar meski sudah menggunakan pelembap, ini bisa menjadi indikator kekurangan kalsium.

5. Nyeri sendi dan tulang

Dalam jangka panjang, pengambilan kalsium dari tulang dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang (osteopenia). Gejala awalnya bisa berupa nyeri samar pada tulang atau persendian. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa meningkatkan risiko osteoporosis di kemudian hari.

Baca juga: 10 Makanan untuk Ibu Menyusui agar Bayi Cerdas dan Gemuk

Apakah ibu menyusui boleh mengonsumsi suplemen kalsium?

Jawabannya boleh, bahkan sangat dianjurkan jika asupan dari makanan tidak mencukupi.

Idealnya, kebutuhan kalsium harian ibu menyusui adalah 1.000-1.300 mg per hari. Kebutuhan ini bisa dipenuhi melalui makanan seperti susu, keju, yoghurt, sayuran hijau (bayam, brokoli), ikan sarden, dan kacang-kacangan. Namun, faktanya, sering kali sulit untuk memenuhi angka tersebut hanya dari menu harian.

Di sinilah peran suplemen kalsium. Mengonsumsi suplemen kalsium aman untuk ibu menyusui dan bayi, asalkan sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter. Kalsium yang Moms konsumsi tidak akan menumpuk secara berlebihan di ASI karena tubuh memiliki regulasi yang ketat terhadap komposisi ASI. Kelebihan kalsium biasanya akan dikeluarkan melalui urine.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih suplemen, yakni:

1. Jenis kalsium: Kalsium karbonat dan kalsium sitrat adalah dua jenis yang paling umum. Kalsium karbonat sebaiknya diminum bersama makanan agar lebih mudah diserap, sedangkan kalsium sitrat bisa diminum kapan saja (baik perut kosong maupun isi).

2. Kombinasi dengan vitamin D: Pastikan suplemen tersebut juga mengandung vitamin D, karena vitamin ini membantu tubuh menyerap kalsium secara maksimal.

3. Hindari interaksi obat: Jika Moms juga mengonsumsi suplemen zat besi, berikan jeda waktu sekitar 2 jam antara konsumsi kalsium dan zat besi, karena kalsium dapat menghambat penyerapan zat besi.

Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun untuk memastikan dosisnya tepat bagi kondisi Anda, Moms.

Baca juga: Ini Obat Demam yang Aman untuk Ibu Menyusui

Berapa lama tablet kalsium harus dikonsumsi setelah melahirkan?

Durasi konsumsi tablet kalsium sebenarnya tidak memiliki patokan waktu yang kaku seperti 6 bulan atau 1 tahun. Hal ini sangat bergantung pada status gizi Anda, pola makan harian, dan berapa lama Anda berencana menyusui.

Secara umum, para ahli menyarankan untuk terus memperhatikan asupan kalsium selama Anda masih menyusui secara aktif. Berikut ini panduan umum yang bisa Moms pertimbangkan.

1. Selama periode ASI eksklusif (0-6 bulan)

Pada fase ini, bayi sepenuhnya bergantung pada ASI. Produksi ASI sedang tinggi-tingginya, sehingga kebutuhan kalsium pun mencapai puncaknya. Anda disarankan untuk rutin mengonsumsi suplemen kalsium selama periode ini untuk mencegah pengeroposan tulang.

2. Saat MPASI hingga menyapih (6 bulan-2 tahun)

Meskipun bayi sudah mulai makan, ASI masih menjadi sumber nutrisi penting. Selama Anda masih menyusui, tubuh tetap akan memprioritaskan kalsium untuk ASI. Karena itu, suplementasi masih relevan, terutama jika Moms merasa pola makan Anda belum konsisten mengandung sumber kalsium tinggi.

3. Setelah menyapih

Kabar baiknya, setelah Moms berhenti menyusui (menyapih), kepadatan tulang yang mungkin sempat menurun biasanya akan pulih kembali dalam waktu 6- 12 bulan. Namun, pemulihan ini membutuhkan dukungan nutrisi yang baik. Melanjutkan suplemen kalsium selama beberapa bulan setelah menyapih bisa membantu mempercepat proses pemulihan tulang Anda.

Jadi, jangan buru-buru menghentikan suplemen begitu masa nifas selesai. Diskusikan dengan dokter mengenai kapan waktu yang tepat untuk berhenti, atau apakah cukup beralih ke sumber makanan alami saja.

Itulah penjelasan mengenai kalsium untuk ibu menyusui. Memenuhi kebutuhan kalsium bukan hanya untuk mencegah tulang keropos di masa tua, tetapi juga untuk menjaga stamina dan kesehatan Anda hari ini agar bisa terus memberikan yang terbaik bagi buah hati. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)