Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Pertanyaan ini hampir selalu muncul setiap kali Ramadan tiba. Boleh atau tidak sikat gigi saat berpuasa? Apakah pasta gigi yang masuk ke mulut bisa membatalkan puasa? Wajar sekali kalau Anda bertanya-tanya soal ini. Menjaga kebersihan mulut memang penting, tetapi tentu tidak ada yang ingin ibadah puasanya batal karena hal sepele, kan?
Kabar baiknya, para ulama sudah membahas masalah ini secara mendalam. Ada panduan yang cukup jelas tentang hukum sikat gigi saat puasa, lengkap dengan syarat dan ketentuan yang perlu kita ketahui. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini, Moms!
Apa hukumnya sikat gigi saat puasa?
Secara umum, sikat gigi saat puasa diperbolehkan, selama tidak ada sesuatu yang tertelan—baik itu pasta gigi, air, maupun bulu sikat yang membawa sisa-sisa bahan makanan ke tenggorokan.
Mayoritas ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa membersihkan gigi saat puasa tidak secara otomatis membatalkan puasa. Dasar hukumnya adalah sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, di mana Rasulullah SAW bersabda bahwa bersiwak (kayu pembersih gigi) dianjurkan bagi orang yang berpuasa.
Namun, ada satu perbedaan pendapat yang perlu dicatat. Sebagian ulama—termasuk sebagian dari mazhab Syafi'i—memakruhkan (tidak menganjurkan) penggunaan pasta gigi setelah waktu Zuhur. Alasannya adalah karena pasta gigi memiliki rasa dan aroma yang kuat, sehingga dikhawatirkan ada sedikit yang tertelan tanpa disadari. Meski begitu, hukumnya tetap makruh, bukan haram, dan tidak secara langsung membatalkan puasa selama tidak ada yang masuk ke tenggorokan.
Kapan waktu terbaik untuk sikat gigi saat puasa?
Agar lebih aman dan tenang, sebaiknya sikat gigi dilakukan pada waktu-waktu berikut:
Sebelum Subuh (sebelum imsak): Ini adalah waktu paling ideal. Anda bisa sikat gigi setelah sahur dan sebelum salat Subuh tanpa ada kekhawatiran apa pun.
Setelah berbuka puasa: Tentu saja ini juga waktu yang bebas dari batasan apa pun.
Sebelum waktu Zuhur: Jika Anda ingin menjaga kebersihan mulut di siang hari, lakukan sebelum masuk waktu Zuhur guna menghindari kemakruhan yang disebutkan oleh sebagian ulama.
Baca juga: 7 Makanan yang Harus Dihindari saat Buka Puasa
Apakah sikat gigi membatalkan puasa?
Jawabannya: tidak, selama Anda berhati-hati.
Puasa batal jika ada sesuatu yang masuk ke rongga tubuh secara sengaja—termasuk menelan makanan, minuman, atau benda lainnya. Selama Anda sikat gigi dengan hati-hati dan memastikan tidak ada pasta gigi atau air yang tertelan, puasa Anda tetap sah, Moms.
Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan jika Anda ingin sikat gigi di siang hari saat puasa.
- Gunakan pasta gigi secukupnya, tidak perlu terlalu banyak, cukup seukuran biji kacang polong.
- Jangan berkumur terlalu kencang hingga air masuk ke tenggorokan.
- Ludahkan semua sisa pasta gigi dan bilas mulut dengan lembut.
- Kalau Moms sangat khawatir, Anda bisa sikat gigi tanpa pasta gigi di siang hari, lalu gunakan pasta gigi setelah berbuka.
Satu hal yang perlu diingat: jika secara tidak sengaja ada yang tertelan, para ulama umumnya berpendapat bahwa hal itu tidak membatalkan puasa, karena tidak ada unsur kesengajaan. Namun, tentu saja, tetaplah berhati-hati.
Bagaimana dengan penggunaan siwak?
Siwak adalah alternatif yang sangat dianjurkan saat berpuasa. Dalam beberapa hadis, Rasulullah SAW secara khusus menyebut siwak sebagai pembersih mulut yang disunahkan, bahkan bagi orang yang berpuasa. Karena siwak tidak mengandung pasta atau bahan kimia tambahan, risikonya jauh lebih kecil dibandingkan sikat gigi konvensional. Ini bisa menjadi pilihan yang baik jika Anda ingin menjaga kebersihan mulut di siang hari tanpa merasa ragu, Moms.
Bolehkah berkumur saat puasa?
Berkumur saat puasa diperbolehkan, tetapi dengan batasan yang jelas: Jangan sampai air masuk ke tenggorokan.
Berkumur biasanya dilakukan sebagai bagian dari wudu. Ini adalah aktivitas yang sah dan tidak membatalkan puasa, asalkan dilakukan dengan wajar—tidak berlebihan dan tidak sampai air terhirup atau tertelan. Para ulama bahkan menyebutkan bahwa saat berpuasa, sebaiknya berkumur tidak dilakukan terlalu dalam atau terlalu kuat (istinsyak yang berlebihan), justru untuk menjaga agar tidak ada air yang masuk ke saluran pernapasan atau pencernaan.
Baca juga: Agar Tetap Bugar, Ini Cara Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh saat Puasa
Berkumur dengan obat kumur, bolehkah?
Prinsipnya sama: boleh, selama tidak ada yang tertelan. Namun, obat kumur biasanya memiliki rasa yang cukup kuat dan kandungan bahan kimia yang lebih kompleks dibandingkan air biasa. Jika Moms menggunakannya di siang hari saat berpuasa, pastikan Anda benar-benar meludahkan semuanya dan tidak menelannya.
Jika Anda tidak yakin bisa melakukannya dengan aman, lebih baik tunda penggunaan obat kumur hingga setelah berbuka puasa.
Tips menjaga kebersihan mulut selama Ramadan
Puasa panjang bisa membuat napas kurang segar. Ini hal yang normal dan terjadi pada hampir semua orang. Berikut ini beberapa tips praktis agar mulut Anda tetap bersih dan sehat selama Ramadan.
1. Sikat gigi dua kali sehari: Setelah sahur (sebelum imsak) dan setelah berbuka puasa. Pastikan Anda tidak melewatkan salah satunya.
2. Gunakan benang gigi (floss): Sisa makanan yang tersangkut di sela gigi bisa menyebabkan bau mulut yang lebih parah. Floss setelah berbuka untuk membersihkannya secara menyeluruh.
3. Perbanyak minum air putih: Saat waktu berbuka hingga sahur, minumlah air yang cukup agar tubuh dan mulut tetap terhidrasi dengan baik.
4. Kurangi makanan berminyak dan berbau tajam saat sahur: Bawang merah, bawang putih, dan makanan berlemak tinggi cenderung meninggalkan aroma yang kuat di mulut sepanjang hari.
5. Gunakan siwak di siang hari: Alternatif alami ini membantu menjaga kesegaran mulut tanpa risiko membatalkan puasa.
6. Periksa kondisi gigi sebelum Ramadan: Jika ada masalah gigi yang perlu ditangani, lebih baik diselesaikan sebelum bulan puasa dimulai agar Anda tidak kesulitan selama berpuasa.
Itulah penjelasan mengenai apakah sikat gigi membatalkan puasa. Sikat gigi saat puasa tidak membatalkan puasa, selama dilakukan dengan hati-hati dan tidak ada yang tertelan. Yang terpenting, jangan sampai kekhawatiran soal sikat gigi justru membuat Anda mengabaikan kesehatan mulut selama sebulan penuh. Kesehatan adalah bagian dari ibadah juga. Semoga Ramadan Anda dan keluarga lancar dan penuh berkah, Moms! (MB/SW/Foto: Freepik)