Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Sebagai orang tua, Moms pasti ingin memberikan yang terbaik untuk tumbuh kembang Si Kecil. Mulai dari makanan bergizi, istirahat cukup, hingga suplemen yang tepat, semuanya berperan penting. Salah satu nutrisi yang sering luput dari perhatian orang tua, tetapi sangat krusial untuk tumbuh kembang anak adalah zinc.
Zinc bukan sekadar mineral biasa. Nutrisi ini bekerja untuk mendukung sistem imun, pertumbuhan fisik, hingga perkembangan otak anak. Sayangnya, banyak anak yang tidak mendapatkan zinc dalam jumlah cukup hanya dari makanan sehari-hari—terutama Si Kecil yang susah makan atau sedang dalam masa pertumbuhan pesat.
Mengapa zinc penting untuk anak?
Zinc adalah mineral esensial yang tidak diproduksi oleh tubuh sendiri, sehingga harus diperoleh dari makanan atau suplemen. Mineral ini terlibat dalam lebih dari 300 reaksi enzimatik di tubuh, artinya, hampir semua proses biologis penting membutuhkan zinc.
Pada anak-anak, kebutuhan zinc lebih tinggi karena tubuh mereka sedang aktif berkembang. Kekurangan zinc pada anak dapat berdampak serius, mulai dari pertumbuhan yang terhambat, mudah sakit, hingga gangguan konsentrasi belajar.
Manfaat zinc untuk anak
1. Mendukung sistem imun yang kuat
Zinc berperan dalam pembentukan dan aktivasi sel-sel imun, termasuk sel T yang berfungsi melawan infeksi. Anak yang cukup zinc cenderung lebih jarang sakit dan lebih cepat pulih ketika terkena flu atau infeksi ringan.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa suplementasi zinc dapat mengurangi durasi dan keparahan infeksi saluran pernapasan pada anak-anak.
2. Mendukung pertumbuhan fisik yang optimal
Zinc terlibat langsung dalam sintesis protein dan pembelahan sel, dua proses yang sangat penting untuk pertumbuhan. Anak yang kekurangan zinc berisiko mengalami stunting atau pertumbuhan tinggi badan yang tidak optimal.
Pemenuhan zinc yang baik sejak dini, terutama di 1.000 hari pertama kehidupan anak, bisa memberikan dampak jangka panjang pada kesehatan dan perkembangan fisik Si Kecil.
3. Membantu perkembangan otak dan kognitif
Zinc berperan dalam neurotransmisi, proses pengiriman sinyal antar sel otak. Anak dengan kadar zinc yang cukup menunjukkan kemampuan memori, konsentrasi, dan belajar yang lebih baik.
Kekurangan zinc dikaitkan dengan keterlambatan perkembangan kognitif dan perilaku impulsif pada anak usia sekolah. Jadi, nutrisi ini bukan hanya semata untuk fisik, tapi juga untuk mendukung potensi Si Kecil di sekolah.
4. Mempercepat penyembuhan luka
Pernah heran kenapa luka lecet Si Kecil kadang butuh waktu lama untuk sembuh? Zinc membantu proses regenerasi kulit dan penyembuhan jaringan. Mineral ini juga punya sifat antiinflamasi ringan yang membantu mengurangi pembengkakan dan iritasi.
5. Mendukung kesehatan kulit
Zinc dikenal efektif dalam mengatasi masalah kulit seperti eksim dan dermatitis, kondisi yang cukup umum terjadi pada anak-anak. Mineral ini membantu menjaga kelembapan kulit dan melindungi lapisan kulit dari kerusakan.
6. Meningkatkan nafsu makan
Salah satu tanda awal kekurangan zinc adalah hilangnya nafsu makan. Zinc terlibat dalam produksi hormon ghrelin yang merangsang rasa lapar. Anak yang cukup zinc biasanya makan dengan lebih lahap, sesuatu yang pasti membuat banyak Moms lega!
7. Mengatasi diare
Berbagai studi menunjukkan bahwa pemberian suplemen zinc dapat menjadi obat diare untuk anak. Zinc diketahui bisa membantu meredakan gejala diare serta mencegahnya kambuh kembali di kemudian hari.
Zinc mendukung penyerapan air dan elektrolit di usus, memperbaiki jaringan usus yang rusak, serta memperkuat imunitas tubuh agar tubuh lebih kuat melawan kuman penyebab diare. Selain zinc, pengobatan diare juga perlu dengan pemberian cairan rehidrasi oral, seperti oralit.
Baca juga: Makanan yang Baik Diberikan saat Bayi Mengalami Diare
Berapa kebutuhan zinc harian anak?
Kebutuhan zinc bervariasi tergantung usia, yakni:
- 0-6 bulan: 2 mg
- 7-11 bulan: 3 mg
- 1-3 tahun: 3 mg
- 4-8 tahun: 5 mg
- 9-13 tahun: 8 mg
Sumber zinc alami yang baik untuk anak meliputi daging merah, unggas, kacang-kacangan, biji-bijian, dan produk susu. Namun, jika asupan hariannya kurang, misalnya karena anak susah makan, suplementasi bisa menjadi solusi yang tepat.
Baca juga: 10 Makanan Mengandung Zinc, Konsumsi Ini untuk Tingkatkan Kesehatan Tubuh
Tanda-tanda anak kekurangan zinc
Sebelum memilih suplemen, kenali dulu tanda-tanda kekurangan zinc pada anak, antara lain:
- Nafsu makan menurun drastic
- Sering sakit atau infeksi berulang
- Pertumbuhan berat dan tinggi badan terhambat
- Luka sulit sembuh
- Rambut rontok atau kulit kering
- Mudah lelah dan sulit konsentrasi.
Jika Moms melihat beberapa tanda di atas, konsultasikan dengan dokter anak sebelum memberikan suplemen kepada Si Kecil.
Kapan anak membutuhkan suplemen zinc?
Suplemen zinc mungkin diperlukan pada kondisi berikut:
1. Diare: Sebagai bagian dari penanganan diare.
2. Kekurangan zinc: Jika anak menunjukkan gejala kekurangan zinc, seperti gangguan pertumbuhan, penurunan nafsu makan, atau sering sakit.
3. Kondisi medis tertentu: Pada anak dengan kondisi medis tertentu yang meningkatkan risiko kekurangan zinc, seperti penyakit Crohn atau fibrosis kistik.
Suplemen zinc sebaiknya diberikan bersama makanan untuk mengurangi risiko iritasi lambung. Hindari memberikannya bersamaan dengan susu atau suplemen zat besi karena bisa mengganggu penyerapan.
Namun, jika anak makan makanan beragam dan seimbang, termasuk sumber protein hewani dan nabati, kemungkinan besar kebutuhan zinc-nya sudah terpenuhi. Suplemen lebih dianjurkan untuk anak dengan pola makan terbatas atau yang sedang dalam masa pemulihan.
Itulah manfaat zinc untuk anak. Zinc mungkin terdengar seperti mineral kecil, tetapi dampaknya terhadap tumbuh kembang anak sangat besar. Dari imunitas hingga kecerdasan, dari nafsu makan hingga kesehatan kulit, zinc ada di balik semuanya.
Langkah sederhana seperti memperkaya menu makan Si Kecil dengan sumber zinc alami dan menambahkan suplemen jika diperlukan sudah cukup untuk memastikan kebutuhan zinc Si Kecil terpenuhi, Moms. (MB/SW/Foto: User18526052/Freepik)