Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Pertanyaan soal mandi wajib memang sering muncul, terutama bagi para ibu yang kesibukannya luar biasa—mulai dari mengurus anak, menyiapkan sarapan, hingga menjalankan aktivitas harian lainnya. Di tengah rutinitas yang padat, wajar sekali kalau Anda bertanya-tanya: apakah mandi wajib harus keramas?
Tenang, Anda tidak sendirian, Moms. Banyak yang masih belum paham soal tata cara mandi wajib yang benar. Nah, berikut ini jawaban untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan cara yang mudah dipahami, berdasarkan panduan syariat Islam.
Apakah mandi wajib harus keramas?
Jawaban singkatnya: Tidak harus keramas dalam artian menggunakan sampo, tetapi rambut tetap wajib dibasahi hingga ke kulit kepala.
Dalam Islam, mandi wajib (juga dikenal sebagai mandi junub atau mandi besar) bertujuan untuk menyucikan diri dari hadas besar. Berdasarkan hadis dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau memulai mandi wajib dengan mencuci tangan, kemudian membasuh seluruh tubuh. Yang terpenting adalah air mengalir dan merata ke seluruh permukaan kulit dan rambut.
Jadi, keramas dengan sampo bukanlah syarat sah mandi wajib. Yang menjadi kewajiban adalah memastikan air benar-benar menyentuh seluruh tubuh, termasuk kulit kepala dan pangkal rambut.
Baca juga: Doa Mandi Nifas Setelah 40 Hari Melahirkan dan Tata Cara Melakukannya
Apakah rambut yang dikepang atau diikat harus dilepas?
Ini pertanyaan yang sering muncul. Menurut mayoritas ulama, rambut wanita yang dikepang tidak wajib dilepas saat mandi wajib, asalkan air bisa meresap hingga ke kulit kepala. Namun, jika kepangan terlalu rapat sehingga menghalangi air masuk ke kulit kepala, maka kepangan tersebut harus dilepas.
Berbeda halnya dengan laki-laki. Jika rambut mereka dikepang atau diikat kencang, wajib dilepas agar air bisa menyentuh seluruh bagian rambut hingga ke akar.
Apakah mandi wajib harus membasahi rambut?
Ya, membasahi rambut adalah bagian dari rukun mandi wajib. Tidak cukup hanya membasahi permukaan rambut saja, air harus sampai ke kulit kepala.
Allah SWT berfirman dalam QS. al-Maidah ayat 6 yang artinya: "...dan jika kamu junub, maka mandilah..." Para ulama menafsirkan ayat ini bahwa mandi wajib berarti meratakan air ke seluruh tubuh, termasuk rambut dan kulit kepala.
Bagaimana cara yang benar membasahi rambut saat mandi wajib?
Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda ikuti.
1. Niatkan dalam hati untuk mandi wajib guna menyucikan diri dari hadas besar.
2. Cuci tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali.
3. Bersihkan area kemaluan menggunakan tangan kiri.
4. Berwudu seperti wudu biasa (sebagian ulama menyarankan ini sebelum memulai mandi wajib).
5. Tuangkan air ke kepala sebanyak tiga kali, sambil memijat-mijat kulit kepala agar air benar-benar meresap hingga ke akar rambut.
6. Bilas seluruh tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki, pastikan tidak ada bagian yang tertinggal.
Hal penting yang perlu diperhatikan: Pastikan perhiasan, cat kuku, atau bahan lain yang dapat menghalangi air menyentuh kulit telah dilepas terlebih dahulu sebelum mandi wajib.
Baca juga: Bacaan Doa Sesudah Berhubungan Suami Istri dan Adab Membersihkan Diri
Apa yang membuat mandi wajib jadi tidak sah?
Mandi wajib dinyatakan tidak sah apabila salah satu rukun atau syaratnya tidak terpenuhi. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Tidak berniat
Niat adalah rukun utama dalam setiap ibadah, termasuk mandi wajib. Mandi tanpa niat untuk menyucikan diri dari hadas besar tidak dianggap sah secara syariat, meskipun seluruh tubuh sudah dibasahi dengan air.
2. Ada bagian tubuh yang tidak terkena air
Sekecil apa pun bagian tubuh yang tidak terkena air—termasuk lipatan kulit, sela-sela jari, bagian dalam pusar, atau area di balik rambut—maka mandi wajib tersebut tidak sah. Pastikan Anda memperhatikan setiap sudut tubuh saat mandi.
3. Menggunakan air yang tidak suci
Mandi wajib hanya sah jika menggunakan air yang suci dan menyucikan, seperti air hujan, air sumur, air sungai, atau air ledeng biasa. Air yang sudah tercemar, berubah warna, berbau menyengat karena campuran benda lain, atau air bekas mandi (air mustakmal menurut sebagian ulama) tidak diperbolehkan digunakan.
4. Ada penghalang di kulit
Cat kuku, kuteks, lem, lilin, atau bahan lain yang menempel di kulit dan menghalangi air langsung menyentuh kulit dapat membatalkan keabsahan mandi wajib. Sebelum mandi, pastikan semua penghalang tersebut sudah dibersihkan.
5. Rambut tidak dibasahi hingga ke kulit kepala
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, membasahi rambut hanya di permukaannya saja tidak cukup. Air harus meresap hingga ke kulit kepala. Jika kulit kepala tidak terkena air, mandi wajib dianggap tidak sah.
Itulah jawaban atas pertanyaan apakah mandi wajib harus keramas. Mandi wajib memang terlihat sederhana, tetapi ada beberapa hal penting yang perlu kita perhatikan agar ibadah kita benar-benar sah. Intinya, keramas dengan sampo bukan syarat wajib—yang wajib adalah memastikan air menyentuh seluruh tubuh, termasuk kulit kepala dan pangkal rambut, dengan disertai niat yang tulus, Moms. (MB/SW/RF/Foto: Jcomp/Freepik)