Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Memasuki bulan kedelapan kehamilan, banyak pasangan yang mulai bertanya-tanya: apakah masih aman untuk berhubungan intim? Jawabannya, secara umum, ya—selama kehamilan berjalan normal dan dokter tidak memberikan larangan khusus. Meski begitu, ada beberapa hal penting yang perlu dipahami agar hubungan intim tetap nyaman, aman, dan menyenangkan bagi bumil dan pasangan.
Perut yang makin besar, tubuh yang lebih mudah lelah, dan berbagai perubahan fisik lainnya memang membuat beberapa posisi yang biasa terasa tidak lagi nyaman. Namun, bukan berarti keintiman harus berhenti sepenuhnya. Dengan pendekatan yang tepat dan komunikasi yang terbuka dengan pasangan, hubungan intim di trimester ketiga bisa tetap menjadi momen mesra.
Apakah aman berhubungan intim saat hamil 8 bulan?
Pada kehamilan yang sehat dan tanpa komplikasi, hubungan intim di usia 8 bulan umumnya aman dilakukan. Bayi berada di dalam kantong ketuban yang dilindungi oleh rahim dan cairan ketuban, sehingga penetrasi tidak akan langsung memengaruhi Si Kecil.
Namun, ada beberapa kondisi di mana dokter atau bidan mungkin akan menyarankan untuk menghindari hubungan intim, antara lain:
- Plasenta previa: Kondisi di mana plasenta menutupi sebagian atau seluruh serviks
- Ketuban pecah dini: Meningkatkan risiko infeksi
- Riwayat persalinan prematur: Orgasme dapat memicu kontraksi
- Perdarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya
- Kehamilan kembar dengan risiko tinggi.
Cara berhubungan intim saat hamil 8 bulan
Sebelum membahas posisi, ada beberapa prinsip dasar yang penting untuk diperhatikan:
1. Komunikasi adalah kunci
Setiap kehamilan berbeda. Apa yang nyaman bagi seorang ibu hamil, belum tentu nyaman bagi yang lain. Bicaralah dengan pasangan tentang apa yang terasa nyaman dan apa yang tidak. Jangan ragu untuk mengatakan jika ada posisi yang membuat tidak nyaman atau bahkan terasa menyakitkan.
2. Hindari tekanan pada perut
Di usia 8 bulan, perut sudah cukup besar. Posisi apa pun yang memberikan tekanan langsung pada perut harus dihindari sepenuhnya. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga soal keamanan.
3. Perhatikan reaksi tubuh
Jika bumil merasakan nyeri, kontraksi yang tidak biasa, pendarahan, atau ketidaknyamanan yang signifikan selama atau setelah berhubungan intim, hentikan dan segera hubungi dokter.
4. Foreplay bisa menjadi pilihan utama
Jika penetrasi terasa tidak nyaman, foreplay—seperti sentuhan, ciuman, atau stimulasi manual—bisa menjadi cara yang tetap intim dan menyenangkan tanpa tekanan fisik berlebihan.
Baca juga: Posisi Berhubungan Intim yang Aman dan Nyaman saat Hamil 9 Bulan
Posisi berhubungan intim yang aman saat hamil 8 bulan
Berikut ini beberapa posisi yang umumnya direkomendasikan untuk ibu hamil di trimester ketiga.
1. Spooning (menyamping)
Posisi ini adalah salah satu yang paling direkomendasikan selama kehamilan lanjut. Moms dan Dads berbaring miring ke arah yang sama (Dads di belakang), sehingga tidak ada tekanan sama sekali pada perut. Penetrasi tidak terlalu dalam, sehingga lebih nyaman dan aman.
Posisi ini juga sangat cocok karena memungkinkan Anda untuk rileks sepenuhnya, tanpa harus menopang berat badan sendiri.
2. Woman on top
Posisi ini memberikan kendali penuh kepada Anda, Moms. Anda bisa mengatur kedalaman dan ritme sesuai kenyamanan. Tidak ada tekanan pada perut, dan Anda bisa berhenti atau menyesuaikan kapan saja tanpa kesulitan.
Pastikan Anda merasa cukup kuat dan tidak mudah pusing saat mencoba posisi ini, karena beberapa bumil mungkin merasa lebih mudah lelah.
3. Side-by-side
Hampir mirip dengan spooning, tetapi kali ini Moms dan Dads berbaring menghadap satu sama lain sejajar. Posisi ini tetap bebas tekanan pada perut dan bisa memberikan variasi yang nyaman.
4. Edge of the bed
Bumil duduk di tepi tempat tidur sementara pasangan berlutut atau berdiri di depan. Posisi ini menghindari tekanan pada perut dan memberikan kenyamanan tersendiri. Anda juga bisa mengontrol sudut dan posisi dengan lebih mudah.
5. Hands and knees
Posisi merangkak dengan tangan dan lutut bisa menjadi pilihan yang nyaman karena perut menggantung bebas tanpa tekanan. Bagi beberapa bumil, posisi ini juga membantu meredakan nyeri punggung bawah yang umum terjadi di trimester ketiga. Namun, pastikan permukaan yang Anda gunakan cukup nyaman dan sangat stabil ya, Moms.
Baca juga: 6 Posisi Seks Terbaik untuk Pasangan Overweight atau Kelebihan Berat Badan
Posisi yang sebaiknya dihindari
1. Posisi misionaris: Menempatkan berat badan langsung pada perut dan dapat menekan vena cava inferior, yang dapat menyebabkan pusing atau gangguan aliran darah.
2. Posisi yang membutuhkan berbaring telentang terlalu lama: Setelah usia kehamilan 20 minggu ke atas, berbaring telentang dalam waktu lama bisa menekan pembuluh darah besar dan mengurangi aliran darah ke plasenta.
3. Posisi dengan penetrasi sangat dalam: Bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan berpotensi memicu kontraksi.
Tanda-tanda yang harus diwaspadai
Setelah berhubungan intim, perhatikan tanda-tanda berikut. Jika muncul, segera konsultasikan ke dokter:
- Pendarahan atau flek dari vagina
- Kontraksi yang teratur atau menyakitkan
- Keluarnya cairan ketuban
- Nyeri perut yang tidak mereda
- Gerakan bayi yang terasa berkurang signifikan.
Itulah penjelasan mengenai posisi berhubungan intim yang aman saat hamil 8 bulan. Selama tidak ada larangan medis, hubungan intim di usia kehamilan 8 bulan bisa menjadi cara yang indah untuk tetap terhubung dengan pasangan sebelum babak baru kehidupan dimulai. Yang terpenting, lakukan dengan nyaman, penuh kasih, dan selalu utamakan keselamatan Anda dan bayi di dalam kandungan ya, Moms. (MB/SW/RF/Foto: Drobotdean/Freepik)