BABY

Imunisasi Campak 9 Bulan Bisa Sebabkan Panas pada Bayi atau Tidak? Ini Faktanya


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Membawa bayi untuk mendapatkan jadwal imunisasi sering kali memunculkan perasaan campur aduk bagi para orang tua. Di satu sisi, ada rasa lega karena kita sedang memberikan perlindungan terbaik untuk masa depan Si Kecil. Namun di sisi lain, tidak jarang tebersit rasa khawatir. Salah satu yang paling sering ditanyakan adalah mengenai imunisasi campak saat bayi menginjak usia 9 bulan, apakah bisa sebabkan panas?

Kekhawatiran tentang apakah imunisasi campak 9 bulan bisa sebabkan panas atau ketidaknyamanan lainnya adalah hal yang sangat wajar. Sebagai orang tua, kita selalu ingin melindungi anak dari rasa sakit sekecil apa pun. Nah, berikut ini penjelasan lengkap mengenai reaksi imunisasi campak pada bayi berusia 9 bulan.

Imunisasi campak 9 bulan apakah bikin demam?

Jawaban singkatnya adalah: ya, imunisasi campak memang bisa menyebabkan demam pada bayi. Namun, Moms tidak perlu panik. Demam ini sebenarnya merupakan pertanda baik bahwa sistem kekebalan tubuh Si Kecil sedang bekerja keras merespons vaksin dan membangun antibodi untuk melawan penyakit campak di masa depan.

Vaksin campak mengandung virus yang sudah dilemahkan. Ketika vaksin ini masuk ke dalam tubuh bayi, sistem imunnya akan mengenali dan mulai belajar cara melawannya. Proses belajar inilah yang sering kali memicu peningkatan suhu tubuh.

Berbeda dengan beberapa jenis imunisasi lain yang reaksinya muncul dalam beberapa jam, demam akibat vaksin campak memiliki pola waktu yang sedikit unik. Peningkatan suhu tubuh biasanya baru terjadi sekitar 5-12 hari setelah jadwal penyuntikan. Suhu demamnya pun umumnya berada dalam kategori ringan hingga sedang. Selama Si Kecil masih mau menyusu dan merespons pelukan hangat Moms, demam ini adalah proses alamiah yang akan mereda dengan sendirinya dalam waktu 1-2 hari.

Baca juga: Campak pada Bayi, Kenali Gejala dan Penanganannya, Moms

Efek samping imunisasi campak pada bayi 9 bulan

Selain peningkatan suhu tubuh, ada beberapa respons alamiah lain yang mungkin ditunjukkan oleh bayi setelah menerima vaksin campak, antara lain:

1. Kemerahan dan bengkak di area suntikan

Sangat umum bagi bayi untuk mengalami sedikit kemerahan, bengkak, atau rasa hangat di area bekas suntikan (biasanya di paha atau lengan). Ini adalah reaksi lokal yang wajar. Moms bisa berikan kompres dingin dengan kain berbahan lembut untuk mengurangi rasa nyerinya.

2. Munculnya ruam ringan

Mengingat vaksin ini dirancang untuk mencegah campak, tubuh kadang memunculkan ruam merah ringan yang menyerupai gejala campak itu sendiri. Ruam ini biasanya muncul bersamaan dengan demam, yakni sekitar seminggu setelah imunisasi. Ruam ini tidak menular, tidak berbahaya, dan akan memudar dengan sendirinya tanpa perlu perawatan medis khusus.

3. Bayi jadi lebih rewel

Merasa tidak enak badan tentu membuat siapa saja menjadi mudah uring-uringan, apalagi bayi yang belum bisa berbicara. Si Kecil mungkin akan menangis lebih sering atau meminta digendong terus-menerus. Di momen seperti ini, dekapan Moms adalah obat yang paling menenangkan untuknya.

4. Penurunan nafsu makan sementara

Beberapa bayi mungkin terlihat kurang antusias saat disusui atau menolak MPASI favoritnya. Selama penurunan nafsu makan ini hanya berlangsung singkat dan bayi tetap mendapatkan asupan cairan yang cukup, Anda tidak perlu terlalu khawatir, Moms. Teruslah tawarkan ASI secara berkala untuk memastikannya tidak dehidrasi.

Baca juga: Jangan Keliru, Ini Perbedaan Campak dan Rubella yang Moms Perlu Tahu

Cara mengatasi efek samping setelah bayi imunisasi

Saat bayi merasa kurang nyaman setelah imunisasi, kehadiran Anda adalah sumber kekuatan utamanya. Pastikan Si Kecil mengenakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat agar panas tubuhnya mudah keluar. Perbanyak kontak fisik atau skin-to-skin yang terbukti secara ilmiah dapat menstabilkan suhu tubuh dan detak jantung bayi serta memberikan rasa aman.

Jika demamnya membuat Si Kecil sangat rewel atau sulit tidur, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter anak mengenai pemberian obat penurun panas seperti paracetamol, tentunya dengan dosis yang disesuaikan dengan berat badannya. Hindari memberikan obat apa pun tanpa anjuran dari tenaga medis ya, Moms.

Itulah penjelasan mengenai imunisasi campak 9 bulan bisa sebabkan panas tidak pada bayi. melihat bayi demam atau rewel setelah imunisasi memang membutuhkan ekstra kesabaran. Namun, ketidaknyamanan sementara ini jauh lebih baik dibandingkan risiko kesehatan serius yang bisa ditimbulkan oleh penyakit campak itu sendiri. Vaksinasi adalah bentuk cinta nyata kita dalam memberikan perlindungan untuk kesehatan Si Kecil. (MB/SW/Foto: Freepik)