Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Merawat anggota keluarga yang sedang memulihkan diri dari stroke butuh kesabaran, kelembutan, dan kasih sayang yang luar biasa. Masa pemulihan ini sering kali membawa banyak perubahan dalam rutinitas rumah tangga, terutama dalam hal menyiapkan hidangan sehari-hari. Meskipun sayuran menyehatkan, ada beberapa jenis sayuran yang ternyata tidak boleh dimakan penderita stroke.
Mungkin Moms bertanya-tanya, apa saja sayuran yang sebaiknya dihindari untuk diberikan kepada penderita stroke. Berikut ini penjelasan lengkap seputar sayuran yang sebaiknya dihindari dan menemukan makanan terbaik untuk mendukung kesembuhan penderita stroke.
Orang stroke harus banyak makan apa?
Sebelum menyeleksi jenis sayuran tertentu, penting untuk memahami dasar dari diet pemulihan stroke. Pola makan yang disarankan biasanya berpusat pada upaya menjaga tekanan darah tetap stabil dan menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh.
Pasien stroke sangat dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi makanan segar yang kaya serat, vitamin, dan mineral. Serat membantu melancarkan pencernaan dan menjaga berat badan, yang keduanya merupakan faktor penting dalam kesehatan jantung dan pembuluh darah. Karena itu, biji-bijian utuh seperti oatmeal dan beras merah, serta protein tanpa lemak seperti ikan, dada ayam tanpa kulit, dan kacang-kacangan sebaiknya menjadi bagian dari menu harian.
Selain itu, makanan yang mengandung kalium tinggi sangat baik karena mineral ini membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh, sehingga tekanan darah lebih mudah terkontrol. Memasak makanan sendiri di rumah bisa menjadi pilihan yang cerdas, karena Anda bisa mengontrol takaran garam, gula, dan jenis minyak yang digunakan.
Baca juga: Sayuran yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Asam Urat
Sayuran yang tidak boleh dimakan penderita stroke
Secara alami, hampir semua sayuran segar aman dan dianjurkan. Namun, cara pengolahan dan kondisi medis penderita stroke bisa mengubah sayuran sehat menjadi pantangan. Berikut ini jenis dan olahan sayuran yang tidak boleh dimakan penderita stroke atau setidaknya harus dibatasi secara ketat, Moms.
1. Sayuran kalengan tinggi garam
Sayuran yang dikemas dalam kaleng sering kali direndam dalam larutan air garam (natrium) agar lebih awet. Asupan natrium yang tinggi adalah musuh utama bagi penderita stroke karena dapat mengikat air dalam tubuh dan memicu lonjakan tekanan darah. Jika Anda harus menggunakan sayuran kalengan karena alasan kepraktisan, pastikan untuk membilasnya dengan air mengalir sampai bersih sebelum dimasak untuk mengurangi kadar garamnya, atau pilihlah produk dengan label "bebas natrium".
2. Acar dan sayuran fermentasi
Sama halnya dengan sayuran kaleng, acar mentimun, asinan kubis, atau sayuran fermentasi lainnya menggunakan garam dalam jumlah yang sangat besar selama proses pembuatannya. Kandungan natrium di dalamnya sangat berisiko bagi kesehatan pembuluh darah orang yang sedang dalam masa pemulihan stroke.
3. Sayuran yang diolah dengan lemak jenuh
Sering kali masalahnya bukan pada sayurannya, melainkan pada cara memasaknya. Sayuran yang dimasak dengan banyak mentega, margarin, atau santan kental memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Lemak jenuh dapat memicu pembentukan plak baru pada pembuluh darah. Sebagai alternatif, Anda bisa menumis sayuran menggunakan sedikit minyak zaitun atau minyak kanola atau pilihlah metode kukus dan rebus.
4. Sayuran tinggi vitamin K
Jika penderita stroke sedang mengonsumsi obat pengencer darah untuk mencegah pembekuan darah, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai konsumsi sayuran hijau. Sayuran seperti bayam, brokoli, dan kangkung kaya vitamin K, yang berperan dalam proses pembekuan darah. Mengonsumsinya dalam jumlah yang tidak stabil atau tiba-tiba sangat banyak dapat melawan efek obat pengencer darah tersebut.
Baca juga: 7 Jenis Sayur Rendah Kalori untuk Mendukung Program Diet
Sayuran apa yang baik untuk penderita stroke?
1. Tomat dan kentang
Keduanya merupakan sumber kalium yang sangat baik. Tomat kaya likopen, antioksidan kuat yang terbukti mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kentang (terutama jika dimakan dengan kulitnya yang sudah dicuci bersih) juga mengandung serat dan kalium yang membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Namun, pastikan kentang dipanggang atau direbus, bukan digoreng ya, Moms.
2. Wortel dan labu kuning
Wortel dan labu kuning kaya beta karoten dan antioksidan yang membantu melawan peradangan di dalam tubuh. Teksturnya yang lembut setelah dikukus atau dibuat sup juga sangat ramah bagi pasien stroke yang mungkin mengalami sedikit kesulitan mengunyah atau menelan setelah serangan stroke. Namun, hindari konsumsi berlebihan, karena kandungan vitamin A yang terlalu tinggi bisa berisiko keracunan vitamin A.
3. Brokoli dan kembang kol
Jika tidak ada pantangan terkait obat pengencer darah, Brokoli dan kembang kol bisa menjadi pilihan untuk penderita stroke. Brokoli mengandung senyawa yang bisa membantu pembuluh darah tetap fleksibel dan kuat serta kaya serat yang baik untuk metabolisme tubuh.
Itulah jenis sayuran yang tidak boleh dimakan penderita stroke. Mendampingi masa pemulihan stroke memang membutuhkan perhatian pada detail-detail kecil, termasuk pemberian menu makanan setiap harinya.
Menghindari sayuran yang tinggi natrium dan lemak jenuh, serta memperhatikan interaksi makanan dengan obat-obatan, merupakan langkah untuk mendukung kesehatan penderita stroke, Moms. (MB/SW/RF/Foto: Azerbaijan_stockers/Freepik)