TODDLER

Jangan Asal Kasih Obat! Ini Cara Mengatasi Sakit Mata pada Anak


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Moms pernah mengalami sakit mata? Pasti rasanya tak nyaman. Hal yang sama juga dirasakan Si Kecil saat matanya sakit. Lantas apa yang harus dilakukan saat terjadi sakit mata pada anak?

Melihat Si Kecil rewel karena matanya merah, berair, atau terus-menerus gatal tentu membuat Moms dan Dads merasa cemas. Faktanya, sakit mata juga bisa menyebabkan anak merasa tidak nyaman. Di sisi lain, anak-anak memang sangat aktif bereksplorasi, sehingga wajar jika sesekali mereka mengalami masalah kesehatan ringan seperti sakit mata.

Sakit mata pada anak bisa muncul secara tiba-tiba dan membuat ia merasa sangat tidak nyaman. Terkadang, Si Kecil belum bisa mengungkapkan apa yang dirasakan selain menangis atau menggosok mata secara terus-menerus. Memahami pemicu dan cara penanganan yang tepat adalah langkah pertama untuk membantu anak merasa lebih baik.

Apa penyebab anak tiba-tiba sakit mata?

Sebelum memberikan penanganan, sangat penting untuk mengetahui akar masalahnya. Perlu Moms ketahui, mata anak sangat sensitif dan rentan terhadap berbagai faktor eksternal. Nah, berikut adalah beberapa penyebab umum yang sering memicu keluhan sakit mata pada buah hati:

1. Konjungtivitis (mata merah)

Kondisi ini sering disebut pink eye dan sangat menular di kalangan anak-anak, terutama mereka yang sudah bersekolah. Konjungtivitis bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Gejala khasnya meliputi bagian putih mata yang berubah menjadi merah, produksi air mata berlebih, dan terkadang muncul kotoran mata atau belek berwarna kuning kehijauan.

2. Alergi

Sistem kekebalan tubuh anak masih berkembang, sehingga mereka bisa sangat sensitif terhadap alergen seperti debu, serbuk sari, atau bulu hewan peliharaan. Sakit mata karena alergi biasanya ditandai dengan rasa gatal yang hebat, kemerahan, dan mata bengkak, tetapi tidak disertai kotoran mata yang tebal.

3. Iritasi ringan

Aktivitas sehari-hari seperti berenang di kolam berkaporit, terkena percikan sabun mandi, atau kelilipan debu saat bermain di luar ruangan dapat menyebabkan iritasi. Hal ini membuat mata anak terasa perih dan merah untuk sementara waktu.

Baca juga: Mata Anak 2 Tahun Belekan Tapi Tidak Merah? Ini Penyebabnya

Ketika anak sakit mata, apa yang harus dilakukan?

Melihat anak kesakitan tentu membuat Anda panik, tetapi cobalah untuk tetap tenang. Langkah pertama yang Anda lakukan di rumah sangat menentukan seberapa cepat anak akan pulih.

Pastikan Si Kecil tidak menggosok matanya. Menggosok mata yang sedang sakit hanya akan memperburuk iritasi dan berisiko menyebarkan infeksi dari satu mata ke mata yang lain. Anda bisa memberikan pengertian secara lembut atau memegang tangan anak perlahan jika ia masih terlalu kecil untuk mengerti.

Selanjutnya, bersihkan area mata anak dengan sangat hati-hati. Gunakan kapas bersih dan lembut yang sudah dibasahi dengan air matang hangat. Usap mata secara perlahan dari bagian sudut dalam (dekat hidung) ke arah luar. Ingatlah untuk selalu menggunakan kapas yang baru untuk setiap usapan dan untuk setiap mata agar infeksi tidak menyebar. Jangan lupa, selalu cuci tangan Anda dengan sabun sebelum dan sesudah menyentuh area mata anak.

Apa obat alami sakit mata pada anak?

Banyak orang tua lebih suka mencoba pengobatan rumahan yang lembut sebelum beralih ke obat medis, terutama untuk iritasi ringan. Ada beberapa cara alami yang bisa memberikan rasa nyaman pada mata Si Kecil ketika mengalami iritasi.

1. Kompres hangat atau dingin

Untuk mata yang mengeluarkan banyak kotoran atau belek karena infeksi, kompres hangat dapat membantu melunakkan kotoran sehingga mata lebih mudah terbuka. Celupkan handuk bersih ke dalam air hangat, peras, lalu tempelkan perlahan pada kelopak mata anak yang tertutup selama beberapa menit. Sebaliknya, jika mata bengkak dan gatal karena alergi, kompres dingin menggunakan handuk yang dibasahi air es akan lebih efektif meredakan peradangan.

2. Mengistirahatkan mata

Terkadang, obat terbaik adalah istirahat. Batasi penggunaan gawai (gadget) dan menonton televisi. Cahaya biru dari layar dapat membuat mata yang sedang iritasi terasa semakin lelah dan perih. Ajak anak bermain aktivitas fisik ringan di dalam ruangan atau bacakan buku cerita agar mereka tetap terhibur tanpa membebani mata.

Sakit mata anak obatnya apa?

Jika perawatan alami belum menunjukkan hasil atau gejala tampak semakin parah, sudah saatnya Moms mempertimbangkan pengobatan medis. Namun perlu diingat, pemberian obat harus selalu disesuaikan dengan penyebab utamanya.

Obat tetes mata antibiotik biasanya diresepkan oleh dokter jika sakit mata disebabkan oleh infeksi bakteri. Sangat penting untuk mengikuti dosis dan jadwal yang diberikan oleh dokter, serta menghabiskan obat tersebut meskipun gejala sudah membaik, agar bakteri benar-benar tuntas.

Jika penyebabnya adalah alergi, dokter anak mungkin akan meresepkan obat tetes mata antihistamin. Obat ini bekerja dengan menekan reaksi alergi sehingga rasa gatal dan kemerahan bisa berkurang. Sementara itu, untuk iritasi ringan atau mata kering, obat tetes air mata buatan (artificial tears) yang dijual bebas di apotek bisa menjadi solusi yang aman untuk melembapkan dan membersihkan mata. Namun, selalu pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter anak atau apoteker sebelum memberikan obat apa pun kepada Si Kecil.

Baca juga: Salep Mata untuk Bayi, Kapan dan Bagaimana Penggunaannya untuk Si Kecil?

Itulah beberapa cara mengatasi sakit mata pada anak. Menghadapi anak yang sedang sakit memang butuh kesabaran ekstra. Dengan memahami penyebab dan cara penanganan yang tepat, Moms bisa memberikan rasa nyaman dan mempercepat proses penyembuhannya. Jika Anda merasa sakit mata anak tidak kunjung membaik setelah beberapa hari, atau anak tampak sangat kesakitan, jangan ragu untuk segera mengunjungi dokter anak. Penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan agar sakit mata Si Kecil bisa segera sembuh. (MB/WR/Foto: JComp/Freepik)