BUMP TO BIRTH

Panduan Mudah Cara Membaca Hasil USG 2D untuk Ibu Hamil


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Mendengar detak jantung Si Kecil untuk pertama kalinya dan melihat bayangannya di layar monitor tentu menjadi salah satu momen paling membahagiakan ya, Moms. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) merupakan salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu ibu hamil. Namun, saat dokter mencetak foto hitam-putih tersebut dan memberikannya kepada Anda, Moms mungkin merasa sedikit kebingungan bagaimana cara membaca hasil USG 2D.

Anda tidak sendirian, Moms. Banyak bumil yang merasa kesulitan memahami lembaran hasil USG 2D mereka. Gambaran visual yang tampak samar ditambah dengan deretan singkatan medis sering kali membuat kita bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam rahim. Padahal, mengetahui cara membaca hasil USG 2D bisa membantu Anda merasa lebih dekat dengan Si Kecil dan lebih percaya diri dalam menjalani kehamilan.

Cara membaca hasil USG 2D dengan benar

Langkah pertama untuk memahami foto USG 2D adalah mengenali konsep warna dasar yang dihasilkan oleh gelombang suara. Gambar USG pada dasarnya terdiri dari tiga warna utama, yakni hitam, putih, dan abu-abu.

Warna hitam pada hasil USG menunjukkan cairan. Misalnya, cairan ketuban yang mengelilingi bayi Anda akan tampak berwarna hitam pekat. Warna putih menunjukkan jaringan padat atau tulang, sehingga tengkorak atau tulang paha Si Kecil akan terlihat bersinar putih terang. Sementara itu, warna abu-abu mewakili jaringan lunak, seperti organ dalam atau rahim Anda sendiri.

Selain warna, perhatikan orientasi gambar. Bagian atas gambar biasanya menunjukkan bagian rahim yang paling dekat dengan alat pemindai (transduser) yang diletakkan di perut Anda. Mengetahui posisi dasar ini akan membantu Anda mengidentifikasi di mana letak kepala atau kaki bayi dengan panduan dari dokter kandungan Anda.

Parameter hasil USG 2D yang perlu dipahami ibu hamil

Saat dokter melakukan pemeriksaan, mereka tidak hanya melihat bentuk bayi, tetapi juga mengevaluasi berbagai parameter penting untuk memastikan kesehatan dan tumbuh kembang janin yang optimal.

Beberapa hal utama yang diperhatikan dokter meliputi jumlah cairan ketuban (amniotic fluid). Cairan ini sangat penting untuk melindungi bayi dan mendukung perkembangan paru-parunya. Dokter juga akan mengevaluasi letak plasenta untuk memastikan posisinya tidak menutupi jalan lahir.

Selain itu, ritme dan detak jantung janin menjadi fokus utama, terutama pada trimester pertama. Posisi bayi di dalam rahim juga akan terus dipantau, yang akan sangat krusial saat Anda memasuki trimester ketiga atau menjelang waktu persalinan.

Baca juga: Seperti Apa Bentuk Janin 5 Bulan di USG? Ini Penjelasannya, Moms

Arti istilah-istilah dalam hasil USG 2D

Berikut ini arti istilah-istilah dalam hasil USG 2D yang paling sering muncul beserta penjelasan sederhananya, Moms.

1. GS (Gestational Sac)

Ini adalah kantong kehamilan. Ukuran GS biasanya menjadi salah satu parameter pertama yang diukur pada awal kehamilan untuk memastikan janin berkembang di dalam rahim.

2. CRL (Crown Rump Length)

CRL adalah ukuran panjang janin dari ujung kepala hingga ujung bokong. Pengukuran ini sangat akurat untuk menentukan usia kehamilan pada trimester pertama.

3. BPD (Biparietal Diameter)

BPD mengukur diameter kepala janin, tepatnya jarak antara kedua sisi tulang pelipis. Parameter ini biasanya mulai diukur pada trimester kedua.

4. HC (Head Circumference)

Berbeda dengan BPD, HC adalah ukuran keliling lingkaran kepala bayi Anda. Ini membantu dokter memastikan perkembangan otak dan kepala berjalan normal.

5. AC (Abdominal Circumference)

AC merujuk pada lingkar perut janin. Ukuran ini sangat penting untuk mengevaluasi pertumbuhan bayi, terutama untuk memperkirakan berat badannya.

6. FL (Femur Length)

FL adalah panjang tulang paha, yang merupakan tulang terpanjang di tubuh manusia. Panjang tulang paha ini mencerminkan pertumbuhan panjang tubuh bayi secara keseluruhan.

7. EFW (Estimated Fetal Weight)

Ini adalah perkiraan berat badan janin. Angka ini didapatkan dari perhitungan kombinasi antara BPD, HC, AC, dan FL.

8. FHR (Fetal Heart Rate)

FHR menunjukkan frekuensi detak jantung janin per menit. Detak jantung bayi biasanya jauh lebih cepat dibandingkan detak jantung orang dewasa.

Cara menghitung usia kehamilan dari hasil USG 2D

Moms mungkin bingung ketika usia kehamilan berdasarkan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) berbeda dengan usia kehamilan versi USG. Hal ini sangat wajar terjadi.

Di dalam hasil USG, Anda akan menemukan singkatan GA (Gestational Age) yang berarti perkiraan usia kehamilan berdasarkan ukuran janin saat itu. Anda juga akan melihat EDD (Estimated Date of Delivery) atau HPL (Hari Perkiraan Lahir).

Mesin USG menghitung GA dan EDD dengan mengonversi ukuran fisik bayi (seperti CRL di trimester awal atau kombinasi BPD, HC, AC, dan FL di trimester lanjut) ke dalam usia minggu kehamilan. USG pada trimester pertama (di bawah 12 minggu) dianggap sebagai waktu yang paling akurat untuk menentukan usia kehamilan dan tanggal persalinan, karena pada masa ini, tingkat pertumbuhan semua janin cenderung sama.

Kapan waktu terbaik pemeriksaan USG 2D saat hamil?

Untuk mendapatkan pemantauan yang optimal, ada beberapa waktu krusial yang direkomendasikan untuk melakukan USG 2D, yakni:

Pada usia kehamilan 6-10 minggu, USG sangat penting untuk mengonfirmasi kehamilan, memastikan posisi kantong janin berada di dalam rahim, dan mendengar detak jantung pertama Si Kecil.

Memasuki usia 18-22 minggu, Anda akan melakukan pemindaian anatomi secara menyeluruh. Pada momen ini, organ-organ tubuh bayi sudah terbentuk cukup jelas. Dokter dapat memeriksa struktur jantung, otak, ginjal, tulang belakang, dan sering kali, jenis kelamin bayi Anda.

Di trimester ketiga, sekitar usia 32-36 minggu, USG 2D berfokus pada evaluasi berat badan janin, posisi kepala bayi (apakah sudah berada di bawah), letak plasenta, serta kecukupan volume cairan ketuban menjelang persalinan.

Baca juga: Sering USG Berbahaya bagi Janin! Mitos atau Fakta?

Memahami cara membaca hasil USG 2D tidak hanya mengusir rasa cemas terhadap kehamilan dan janin Anda, tetapi juga membuat Anda bisa berdiskusi lebih aktif dengan dokter kandungan, Moms. Setiap bayi tumbuh dengan kecepatannya sendiri, jadi selalu jadikan dokter sebagai sumber informasi utama jika ada hal yang membuat Anda khawatir, ya. (MB/SW/RF/Foto: Freepik)