Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Kesibukan sehari-hari dalam mengurus pekerjaan dan keluarga sering kali membuat Moms lupa untuk memerhatikan diri sendiri. Tanpa disadari, kulit Anda tiba-tiba terasa perih, kemerahan, atau kering, yang bisa menjadi tanda bahwa pelindung alami kulit atau skin barrier sedang bermasalah. Lantas bagaimana cara mengatasi skin barrier yang rusak?
Fungsi utama skin barrier adalah mengunci kelembapan dan melindungi kulit dari bakteri serta polusi lingkungan. Ketika benteng pertahanan ini melemah, kulit menjadi sangat sensitif dan mudah meradang. Namun dengan perawatan yang tepat, kulit Moms bisa kembali sehat.
Mengenali ciri-ciri skin barrier yang rusak
Langkah pertama untuk memulihkan kulit adalah dengan memahami sinyal yang sedang diberikan oleh tubuh Anda. Kulit yang kehilangan lapisan pelindungnya biasanya akan menunjukkan beberapa gejala khas, antara lain:
1. Kemerahan dan rasa perih
Kulit Anda mungkin terlihat lebih merah dari biasanya, terutama setelah mencuci muka atau mengaplikasikan produk perawatan kulit. Rasa perih atau terbakar yang ringan sering kali menyertai kemerahan ini, menandakan bahwa lapisan kulit sedang terluka.
2. Kering dan mengelupas
Meskipun Anda sudah menggunakan pelembap, kulit tetap terasa tertarik dan kering. Pada beberapa area, Anda mungkin melihat kulit mulai mengelupas. Ini terjadi karena skin barrier tidak lagi mampu menahan kadar air di dalam lapisan kulit.
3. Mudah berjerawat atau bruntusan
Pelindung kulit yang melemah memudahkan bakteri dan kotoran masuk ke dalam pori-pori. Akibatnya, kulit menjadi lebih rentan mengalami jerawat atau bruntusan kecil yang tiba-tiba muncul dalam jumlah banyak.
Baca juga: 5 Manfaat Niacinamide untuk Mengatasi Kulit Berjerawat
Apa saja penyebab skin barrier rusak pada wajah?
Memahami akar masalah sangat penting agar Anda bisa menghindari kebiasaan yang tidak ramah bagi kulit. Ada beberapa faktor yang sering kali menjadi penyebab utama melemahnya pertahanan kulit, yaitu:
- Eksfoliasi berlebihan: Keinginan untuk mendapatkan kulit halus sering kali membuat Anda menggunakan produk eksfoliasi (seperti scrub atau serum AHA/BHA) terlalu sering. Hal ini justru mengikis lapisan pelindung kulit.
- Penggunaan produk yang terlalu keras: Sabun cuci muka yang membuat kulit terasa kesat dan tertarik biasanya memiliki pH yang terlalu tinggi. Produk seperti ini dapat menghilangkan minyak alami yang dibutuhkan kulit.
- Faktor lingkungan: Paparan sinar matahari langsung yang intens, angin kencang, atau udara ruangan ber-AC yang sangat kering dapat menyedot kelembapan alami kulit wajah.
- Stres dan kurang tidur: Kelelahan fisik dan pikiran karena rutinitas mengurus keluarga bisa memicu lonjakan hormon stres. Hal ini berdampak langsung pada kemampuan kulit untuk memulihkan dirinya sendiri.
Cara memperbaiki skin barrier yang rusak dengan cepat
Ketika kulit sedang 'rewel', pendekatan terbaik adalah memberikan jeda dan merawatnya dengan kelembutan. Anda tidak perlu melakukan langkah perawatan yang rumit.
1. Kembali ke perawatan dasar
Hentikan sementara penggunaan seluruh serum dengan bahan aktif yang kuat, seperti retinol, vitamin C, atau asam eksfoliator. Fokuslah pada tiga langkah dasar perawatan kulit: membersihkan, melembapkan, dan melindungi (dengan tabir surya di pagi hari).
2. Gunakan pembersih wajah yang lembut
Pilih sabun cuci muka dengan formula gentle dan tanpa busa berlebih. Pastikan produk tersebut bebas dari pewangi buatan dan alkohol. Bersihkan wajah maksimal dua kali sehari agar minyak alami kulit tidak semakin menipis.
3. Hindari air terlalu panas
Mandi dengan air hangat memang terasa menenangkan setelah seharian beraktivitas. Namun, air yang terlalu panas dapat memperparah kerusakan skin barrier. Gunakan air dengan suhu suam-suam kuku saat mencuci wajah.
Baca juga: Lakukan 7 Cara Ini untuk Menjaga Kesehatan Kulit Wajah
Rekomendasi kandungan skincare untuk skin barrier
Untuk membantu kulit membangun kembali benteng pertahanannya, Moms memerlukan produk yang mengandung bahan-bahan penyembuh dan penenang. Berikut adalah beberapa kandungan sahabat kulit yang sebaiknya ada dalam pelembap Anda:
- Ceramide: Ini adalah komponen utama pembentuk skin barrier. Menggunakan produk dengan ceramide ibarat menambal dinding yang berlubang, membantu mengunci kelembapan dengan efektif.
- Hyaluronic acid: Kandungan ini bekerja dengan cara menarik air ke dalam lapisan kulit, memberikan hidrasi mendalam yang sangat dibutuhkan oleh kulit yang kering dan dehidrasi.
- Centella asiatica (Cica): Terkenal akan sifat anti-inflamasinya, Cica sangat luar biasa dalam menenangkan kemerahan dan mengurangi peradangan pada kulit sensitif.
- Niacinamide: Selain membantu mencerahkan kulit, niacinamide berfungsi memperkuat pelindung kulit dengan merangsang produksi ceramide alami tubuh.
Langkah untuk mencegah skin barrier rusak kembali
Setelah kulit Anda kembali sehat dan tenang, sangat penting untuk menjaga rutinitas yang seimbang agar masalah yang sama tidak terulang.
1. Kenalkan produk baru secara perlahan
Jika Anda ingin kembali menggunakan produk berbahan aktif, lakukan dengan sangat perlahan. Gunakan satu hingga dua kali seminggu, lalu amati reaksi kulit Anda. Jika kulit terasa nyaman, Anda bisa meningkatkan frekuensinya sedikit demi sedikit.
2. Selalu gunakan tabir surya
Sinar UV adalah salah satu perusak lapisan kulit yang paling agresif. Luangkan waktu beberapa detik setiap pagi untuk mengoleskan sunscreen atau tabir surya dengan minimal SPF 30. Ini adalah bentuk perlindungan jangka panjang untuk kulit Anda.
3. Jaga hidrasi tubuh
Perawatan kulit tidak hanya berasal dari luar. Pastikan Anda dan keluarga minum air putih yang cukup setiap hari. Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran segar juga membantu menutrisi kulit dari dalam.
Itulah beberapa cara mengatasi skin barrier yang rusak yang dapat Anda lakukan. Merawat kulit yang bermasalah dan mengatasi skin barrier yang rusak memang membutuhkan kesabaran yang ekstra. Kulit Anda mungkin membutuhkan waktu beberapa minggu untuk benar-benar pulih dan kembali kuat. Berikan waktu bagi kulit untuk bernapas, kurangi produk yang tidak perlu, dan berikan kelembapan yang cukup. Jadikan rutinitas merawat wajah sebagai momen relaksasi singkat untuk diri Anda sendiri di tengah jadwal yang padat. (MB/WR/RF/Foto: Freepik)