Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Haid atau menstruasi adalah bagian alami dari siklus kesehatan reproduksi wanita. Setelah masa haid berakhir, seorang wanita muslim wajib melakukan mandi wajib sebelum melaksanakan ibadah seperti salat, puasa, dan membaca Al-Qur'an. Mandi wajib ini bertujuan untuk menyucikan diri dari hadas besar.
Namun, terkadang kita mungkin merasa ragu apakah langkah-langkah mandi wajib yang kita lakukan sudah tepat. Untuk membantu Anda, berikut ini pembahasan lengkap mandi wajib setelah haid yang perlu Anda ketahui, mulai dari niat, doa, dan tata caranya. Simak ya, Moms!
Hukum dan dalil mandi wajib setelah haid dalam Islam
Dalam ajaran Islam, hukum mandi wajib setelah berhentinya darah haid adalah wajib atau fardu ain bagi setiap perempuan muslim. Ketentuan ini secara jelas disampaikan dalam Al-Qur'an surah al-Baqarah ayat 222.
Begini arti dari surah tersebut: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah suatu kotoran.” Maka, jauhilah para istri (dari melakukan hubungan intim) pada waktu haid dan jangan kamu dekati mereka (untuk melakukan hubungan intim) hingga mereka suci (habis masa haid). Apabila mereka benar-benar suci (setelah mandi wajib), campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.
Dalil lainnya terdapat dalam Al-Qur'an surah al-Maidah Ayat 6 yang berbunyi: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai kedua mata kaki, dan jika kamu junub, maka mandilah.
Kemudian ada juga dalil dari hadis Nabi Muhammad SAW yang menerangkan kewajiban mandi besar bagi mereka yang memiliki hadas besar, seperti, setelah haid, nifas, dan bersetubuh. Hadis tersebut berbunyi: Mandi itu wajib atas setiap orang yang mengalami hadas besar. (HR. Bukhari dan Muslim)
Jadi, sebelum bersuci dengan mandi besar, seorang perempuan dilarang melakukan ibadah mahdah (seperti salat dan tawaf). Proses bersuci ini menjadi syarat sah utama untuk kembali mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Baca juga: Doa Mandi Nifas Setelah 40 Hari Melahirkan dan Tata Cara Melakukannya
Rukun mandi wajib setelah haid yang harus dipenuhi
Untuk memastikan mandi wajib sah, ada rukun yang mutlak harus dipenuhi. Menurut mayoritas ulama, rukun mandi wajib hanya terdiri dari dua hal utama, yakni:
1. Membaca niat: Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan saat air pertama kali menyentuh anggota tubuh. Niat inilah yang membedakan mandi wajib dari mandi biasa.
2. Meratakan air ke seluruh tubuh: Air harus mengalir dan membasahi seluruh bagian tubuh bagian luar, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kulit di area lipatan seperti ketiak, pusar, dan belakang telinga juga wajib terkena air.
Baca juga: Apakah Mandi Wajib Harus Keramas? Ini Jawaban Lengkapnya
Bacaan niat mandi wajib setelah haid
Langkah pertama adalah berniat dengan tulus. Moms bisa melafalkan bacaan niat ini di dalam hati atau dengan suara pelan saat air mulai membasahi tubuh.
Bacaan niat: Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minal haidhi fardhan lillahi ta'ala.
Artinya: Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardu karena Allah Ta'ala.
Tata cara mandi wajib setelah haid yang sesuai sunah
Selain rukun dasar, terdapat tata cara atau sunah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Mempraktikkan tata cara ini tidak hanya menyempurnakan ibadah, tetapi juga menjaga kebersihan tubuh secara maksimal. Berikut ini urutan tata cara mandi wajib setelah haid.
1. Mencuci kedua tangan
Awali dengan mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali untuk memastikan tangan terbebas dari kotoran sebelum menyentuh bagian tubuh lainnya.
2. Membersihkan area intim dan kotoran
Gunakan tangan kiri untuk membersihkan area kemaluan dan bagian tubuh lain yang mungkin masih terkena sisa kotoran atau darah.
3. Mencuci tangan kembali
Setelah membersihkan area intim, cuci tangan kiri menggunakan sabun hingga benar-benar bersih agar kuman dan bakteri mati.
4. Melakukan wudu
Lakukan wudu dengan sempurna seperti wudu saat hendak melaksanakan salat. Moms bisa menunda membasuh kaki hingga akhir mandi, atau melakukannya langsung bersama rangkaian wudu.
5. Membasahi kepala dan menyela rambut
Guyur kepala sebanyak tiga kali. Gunakan jari-jari untuk menyela-nyela pangkal rambut agar air benar-benar menembus sampai ke kulit kepala. Jika Moms memiliki rambut yang sangat tebal, pastikan seluruh permukaan kulit kepala basah terkena air.
6. Mengguyur seluruh tubuh
Guyur seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan tubuh sebanyak tiga kali, lalu dilanjutkan ke sisi kiri tubuh sebanyak tiga kali. Pastikan area lipatan tubuh terbasuh sempurna. Setelah semua rangkaian selesai, Moms bisa melanjutkan dengan keramas memakai sampo dan sabun seperti mandi pada umumnya.
Bacaan doa setelah mandi wajib
Setelah melaksanakan mandi wajib, Moms disunahkan untuk membaca doa selesai mandi wajib, yakni:
Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina.
Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu menyucikan diri.
Kesalahan umum saat mandi wajib setelah haid
Meski terlihat sederhana, ada beberapa kekeliruan yang tanpa sadar sering terjadi. Memperhatikan hal-hal berikut bisa membantu Anda lebih percaya diri akan keabsahan ibadah:
1. Air tidak menembus kulit kepala: Terburu-buru mengguyur rambut membuat air hanya membasahi bagian luar, sementara kulit kepala masih kering.
2. Mengabaikan area lipatan: Bagian belakang telinga, lipatan payudara, area pusar, dan sela-sela jari kaki sering terlewatkan dari guyuran air.
3. Adanya penghalang air di tubuh: Lupa menghapus kuteks (cat kuku), lem bulu mata palsu, atau riasan wajah yang waterproof (tahan air) membuat air gagal menyerap ke permukaan kulit asli.
Itulah penjelasan mengenai niat, doa, dan tata cara mandi wajib setelah haid yang perlu Anda ketahui. Sekarang Anda tak perlu bingung atau ragu lagi saat melakukannya dan Anda bisa menjalani ibadah dengan hati yang tenang ya, Moms. (MB/SW/RF/Foto: Freepik)