Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Kehamilan tentu membawa kebahagiaan tersendiri bagi seorang wanita. Namun ada kalanya, perkembangan janin dalam rahim tidak sesuai dengan harapan. Lantas apa saja yang menjadi ciri-ciri janin tidak berkembang?
Janin tidak berkembang sering ditandai dengan hilangnya gejala kehamilan secara tiba-tiba (seperti mual atau nyeri payudara), kram perut yang tidak biasa, dan munculnya flek atau perdarahan. Kondisi seperti blighted ovum atau missed abortion ini hanya dapat didiagnosis secara pasti melalui pemeriksaan USG oleh dokter kandungan untuk mengevaluasi detak jantung dan ukuran kantung kehamilan.
Arti janin tidak berkembang dan penyebab yang sering terjadi
Janin tidak berkembang adalah kondisi medis di mana sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim, namun embrio tidak berkembang sebagaimana mestinya, atau perkembangannya berhenti di tengah jalan. Kehamilan ini tetap menghasilkan hormon human chorionic gonadotropin (hCG), sehingga hasil tes kehamilan Moms mungkin tetap positif.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), sekitar 50 persen dari kasus keguguran pada trimester pertama disebabkan oleh kelainan kromosom. Saat proses pembuahan terjadi, terkadang sel telur atau sperma membawa jumlah kromosom yang tidak tepat. Tubuh ibu memiliki mekanisme alami yang sangat cerdas untuk mendeteksi bahwa embrio tersebut tidak akan mampu bertahan menjadi bayi yang sehat, sehingga proses perkembangannya dihentikan.
Penyebab lainnya bisa melibatkan faktor usia ibu, masalah pembekuan darah, ketidakseimbangan hormon, atau kondisi autoimun. Penting untuk diingat bahwa kondisi ini sangat jarang disebabkan oleh aktivitas fisik ibu sehari-hari. Jadi tidak perlu merasa bersalah berlebihan, karena hal ini sering kali terjadi secara alami di luar kendali Anda.
Baca juga: Ciri-Ciri Janin Sehat di Trimester Pertama yang Perlu Ibu Hamil Ketahui
Perbedaan ciri-ciri janin tidak berkembang dengan gejala kehamilan normal
Membedakan perubahan tubuh yang normal dan tanda bahaya memang sering kali membingungkan. Pada kehamilan normal, Moms mungkin mengalami fluktuasi hormon yang membuat gejala seperti mual (morning sickness) dan nyeri payudara datang dan pergi. Terkadang mual reda pada usia kehamilan 10 hingga 12 minggu, dan ini adalah hal yang sangat wajar.
Sebaliknya, pada kasus janin tidak berkembang, penurunan hormon kehamilan terjadi secara drastis. Moms mungkin merasakan bahwa semua gejala kehamilan menghilang secara tiba-tiba dan permanen sebelum waktunya, misalnya, payudara yang sebelumnya terasa kencang dan sensitif mendadak kembali seperti sebelum hamil, atau rasa mual berhenti sepenuhnya dalam satu malam di awal trimester pertama.
Jika perubahan ini disertai dengan rasa kram rahim yang terus-menerus dan lebih hebat dari kram menstruasi biasa, Anda perlu memberikan perhatian ekstra. Kram ringan akibat pelebaran rahim adalah normal, tetapi rasa sakit yang tajam dan tidak kunjung hilang merupakan sinyal bagi Moms untuk segera berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan.
Tanda-tanda awal janin tidak berkembang yang perlu diwaspadai ibu hamil
Mengenali tanda-tanda awal sangat membantu ibu untuk mendapatkan penanganan lebih cepat. Berikut adalah beberapa indikator yang perlu Ibu waspadai:
- Hilangnya gejala kehamilan secara drastis: Seperti yang dijelaskan sebelumnya, berhentinya mual, kelelahan, dan sensitivitas payudara secara mendadak.
- Flek atau perdarahan: Keluarnya bercak darah dari vagina, mulai dari warna kecokelatan hingga merah terang. Meskipun flek ringan bisa terjadi pada implantasi normal, perdarahan yang semakin banyak harus segera diperiksakan.
- Kram atau nyeri perut bagian bawah: Nyeri yang terasa intens, sering kali berpusat di punggung bawah atau panggul.
- Tidak ada detak jantung pada pemeriksaan: Saat melakukan pemeriksaan Ultrasound (USG), dokter tidak menemukan adanya detak jantung janin pada usia kehamilan di mana detak jantung seharusnya sudah terlihat (biasanya di atas usia 6 minggu).
- Ukuran rahim tidak bertambah: Pada pemeriksaan fisik rutin, dokter atau bidan mungkin mendapati bahwa ukuran rahim Ibu tidak membesar sesuai dengan usia kehamilan.
Langkah-langkah yang harus dilakukan jika mencurigai janin tidak berkembang
Menghadapi kecurigaan bahwa janin tidak berkembang tentu membawa beban emosional yang berat. Jika Moms merasakan satu atau beberapa tanda di atas, langkah paling bijak adalah tetap berusaha tenang dan segera menghubungi dokter kandungan atau bidan.
Dokter akan melakukan serangkaian evaluasi yang komprehensif. Pemeriksaan USG transvaginal atau perut akan dilakukan untuk melihat langsung kondisi kantung kehamilan dan embrio. Selain itu, dokter mungkin akan menyarankan tes darah untuk memantau kadar hormon hCG. Jika kadar hCG menurun atau tidak meningkat sesuai harapan, ini bisa menjadi indikasi tambahan bahwa kehamilan tidak berlanjut.
Bawalah pasangan, anggota keluarga, atau sahabat terdekat saat berkonsultasi. Dukungan emosional sangat ibu butuhkan di momen-momen seperti ini. Jangan ragu untuk bertanya secara terbuka kepada dokter mengenai semua pilihan penanganan yang tersedia, baik itu menunggu secara alami (expectant management), penggunaan obat-obatan, atau prosedur medis seperti kuretase.
Baca juga: Ciri Darah Keguguran Hamil Muda: Gejala dan Penanganannya
Fakta medis tentang blighted ovum dan missed abortion pada kehamilan
Dalam dunia medis, kondisi janin tidak berkembang sering diklasifikasikan ke dalam dua istilah utama: blighted ovum dan missed abortion. Mengetahui perbedaan keduanya dapat membantu Anda memahami diagnosis dokter dengan lebih baik.
Blighted ovum (kehamilan anembrionik) terjadi ketika kantung kehamilan terbentuk di dalam rahim, tetapi embrio itu sendiri tidak pernah terbentuk sama sekali. Melalui USG, dokter hanya akan melihat kantung ketuban yang kosong. Hal ini biasanya terjadi sangat awal pada kehamilan, dan sering kali tubuh ibu belum menyadari bahwa perkembangan telah berhenti.
Di sisi lain, missed abortion (keguguran tertunda) merujuk pada kondisi di mana embrio sudah sempat terbentuk, dan bahkan mungkin sempat memiliki detak jantung, tetapi kemudian meninggal di dalam rahim. Tubuh Moms tidak langsung bereaksi dengan mengeluarkan jaringan tersebut, sehingga leher rahim tetap tertutup dan perdarahan belum terjadi.
Moms, kehilangan kehamilan dalam bentuk apa pun adalah sebuah duka yang mendalam. Berikan diri Anda ruang dan waktu yang cukup untuk berduka, marah, atau menangis setelah menyadari adanya ciri-ciri janin tidak berkembang. Semua perasaan tersebut valid dan pantas untuk diakui. Komunikasi yang jujur dengan pasangan akan memperkuat ikatan Anda dalam melewati masa sulit ini bersama-sama. (MB/WR/RF/Foto: DC Studio/Freepik)