Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, ketika Si Kecil didiagnosis mengalami alergi protein susu sapi tentu bukan menjadi hal yang mudah bagi orang tua. Saat khawatir memikirkan tumbuh kembang Si Kecil, banyak Moms yang mungkin mencari tahu susu apa yang aman dikonsumsi anak. Tidak sedikit yang langsung mengarah pada susu soya karena dianggap sebagai pilihan yang paling umum untuk anak dengan alergi susu sapi.
Padahal, pemilihan nutrisi untuk anak dengan kondisi ini tidak bisa disamaratakan lho, Moms. Yang cocok untuk satu anak belum tentu cocok dengan anak lainnya. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), angka kejadian alergi protein susu sapi di Indonesia dapat mencapai hingga 7,5 persen. Sayangnya, gejalanya sering kali menyerupai kondisi umum lainnya, seperti ruam kulit, gangguan pencernaan, atau perubahan perilaku setelah mengonsumsi susu. Ini yang menyebabkan orang tua baru menyadari ketika gejala sudah berlangsung cukup lama.
Penanganan alergi susu sapi
Alergi protein susu sapi dapat menimbulkan gejala yang berbeda pada setiap anak. Ada yang mengalami diare, muntah, sembelit, atau perut tidak nyaman. Sebagian anak lainnya menunjukan gejala berupa ruam kulit, gatal-gatal, hingga gangguan pernapasan. Tingkat keparahannya pun beragam, mulai dari ringan hingga berat.
Karena gejalanya beragam, tidak sedikit orang tua yang menanggapi keluhan tersebut sebagai masalah kesehatan biasa. Padahal, jika tidak dikenali dan ditangani dengan tepat, alergi susu sapi dapat memengaruhi kenyamanan anak, kualitas tidur, hingga asupan nutrisi yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan.
Dokter Spesialis Anak Subspesialis Alergi Imunologi Konsultan, dr. Molly Dumakuri Oktarina, Sp.A, Subsp.A.I(K), menjelaskan bahwa setiap anak memerlukan pendekatan yang berbeda dalam penanganan alergi susu sapi.
"Setiap anak memiliki kondisi yang berbeda, sehingga pendekatan penanganannya pun tidak bisa disamaratakan. ASI merupakan nutrisi terbaik bagi anak, termasuk pada anak dengan alergi protein susu sapi," jelas dr. Molly, yang ditemui dalam acara World Allergy Week bersama Sari Husada, di Jakarta beberapa waktu lalu.
Konsultasi ke dokter spesialis anak adalah langkah yang paling utama supaya orang tua mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Di tengah banyaknya informasi tentang alergi di media sosial, wajar kalau orang tua jadi sering mencari tahu sendiri. Namun, pemeriksaan dokter tetap diperlukan agar penyebab keluhan anak tidak hanya berdasarkan perkiraan.
Tidak semua nutrisi cocok untuk anak dengan alergi susu sapi
Salah satu hal yang masih sering luput diketahui orang tua adalah bahwa tidak semua anak dengan alergi susu sapi membutuhkan susu formula yang sama. Yang selalu terlintas paling pertama sebagai alternatif adalah susu soya. Padahal, pilihan nutrisi untuk anak dengan alergi susu sapi sebenarnya lebih beragam dan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.
Dalam menentukan pilihan nutrisi, dokter biasanya akan melihat berbagai hal, mulai dari usia anak, gejala yang muncul, riwayat alergi, hingga kondisi kesehatannya secara keseluruhan. Tujuannya bukan hanya membantu mengurangi gejala alergi, tetapi juga memastikan kebutuhan anak tetap terpenuhi agar tumbuh kembangnya berjalan optimal.
Untuk anak dengan gejala ringan hingga sedang, dokter dapat merekomendasikan extensively hydrolyzed formula (eHF), yaitu formula dengan protein yang telah dipecah menjadi bagian yang lebih kecil sehingga lebih mudah diterima tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa eHF, terutama yang berbasis whey, memiliki tingkat toleransi yang tinggi pada anak dengan alergi susu sapi.
Sementara itu, pada kondisi yang lebih berat, dokter dapat mempertimbangkan amino acid formula (AAF). Formula ini menggunakan asam amino bebas sebagai sumber protein sehingga risiko memicu reaksi alergi menjadi sangat minimal.
"Amino acid formula (AAF) diberikan untuk kondisi alergi yang lebih berat atau apabila alergi tidak bisa ditangani dengan eHF," ujar dr. Molly.
Selain eHF dan AAF, formula berbasis soya juga dapat menjadi salah satu pilihan bagi sebagian anak dengan gejala ringan hingga sedang. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak dan rekomendasi dokter. Sebab, tidak semua anak dengan alergi susu sapi otomatis cocok mengonsumsi formula soya.
Tak kalah penting, orang tua juga perlu memperhatikan kandungan nutrisi dalam formula yang diberikan. Nutrisi seperti AA, omega 3 dan omega 6, minyak ikan tuna, zat besi, serta vitamin C dapat membantu mendukung kebutuhan nutrisi anak selama masa pertumbuhan.
Moms, menghadapi alergi susu sapi memang bisa menjadi tantangan bagi orang tua. Namun, dengan diagnosis yang tepat, pendampingan dokter, serta pilihan nutrisi yang sesuai, anak tetap dapat tumbuh sehat dan aktif. Yang terpenting, orang tua tidak perlu terburu-buru memilih satu solusi tertentu karena setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda dan berhak mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisinya. (MB/RA/RF/Foto: Freepik)