TODDLER

Ciri-Ciri Mimisan Berbahaya pada Anak yang Perlu Segera Diperiksa


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Melihat darah mengalir dari hidung Si Kecil memang bisa membuat orang tua mana pun panik ya, Moms. Namun, tenang dulu, mimisan (epistaksis) adalah hal yang sangat umum pada anak-anak. Menurut Cleveland Clinic, 3 dari 10 anak sudah pernah mengalami mimisan sebelum usia 5 tahun, dan lebih dari separuh anak akan mengalaminya sebelum menginjak usia 10 tahun.

Kabar baiknya, sebagian besar mimisan bersifat ringan dan bisa diatasi di rumah. Lebih dari 90 persen kasus mimisan berasal dari pembuluh darah di bagian depan hidung yang memang rapuh dan mudah pecah. Bahkan, 80–90 persen kasus mimisan tidak diketahui penyebabnya alias idiopatik.

Meski begitu, ada beberapa tanda yang tidak boleh diabaikan. Mengenali ciri mimisan yang berbahaya akan membantu Moms memutuskan kapan cukup dirawat di rumah dan kapan harus segera ke dokter. Yuk, kita bahas satu per satu!

Ciri mimisan yang berbahaya pada anak dan perlu segera diperiksa

Mimisan biasa umumnya berhenti dalam 10–15 menit setelah hidung ditekan dengan lembut. Namun, ada situasi tertentu yang menandakan Si Kecil butuh perhatian medis. Berikut ini tiga tanda utama yang perlu Moms waspadai.

1. Mimisan yang tidak berhenti setelah hidung ditekan dengan benar

Ini adalah tanda peringatan pertama. Jika mimisan anak tidak berhenti meski Moms sudah menekan bagian lunak hidung selama 10–15 menit dengan cara yang tepat, jangan tunggu terlalu lama.

Mimisan yang berlangsung lebih dari 20 menit meski sudah ditangani dengan benar bisa menandakan gangguan pada pembuluh darah. Cleveland Clinic memberi batas serupa: jika hidung anak masih berdarah setelah 30 menit, saatnya membawa Si Kecil ke klinik atau unit gawat darurat.

Satu hal penting: jangan mengintip hidung anak berkali-kali selama menekannya. Kebiasaan ini justru bisa merusak bekuan darah yang sedang terbentuk, sehingga mimisan malah makin lama berhenti.

Baca juga: Tak Perlu Panik, Ini Cara Mengatasi Mimisan pada Anak

2. Darah sangat banyak, anak pucat atau lemas, muntah darah, atau sulit bernapas

Perhatikan jumlah darah dan kondisi anak secara keseluruhan. Jika mimisan disertai darah yang sangat banyak hingga Si Kecil terlihat lemas, pucat, atau pusing, ini adalah tanda bahaya. Kehilangan darah dalam jumlah besar berisiko menyebabkan anemia, jadi sebaiknya segera cari bantuan medis.

Cleveland Clinic menyebut beberapa gejala serius yang membuat anak butuh penanganan segera, di antaranya:

  • Batuk atau muntah darah
  • Wajah pucat
  • Terlihat sangat lelah atau lemas
  • Kebingungan
  • Sulit bernapas
  • Nyeri dada.

Kesulitan bernapas patut mendapat perhatian ekstra. Perdarahan yang berasal dari bagian belakang hidung memang lebih jarang terjadi pada anak, tetapi sifatnya lebih berat karena sulit berhenti dan bisa menyumbat jalan napas. Kalau Si Kecil sampai sesak atau darah tertelan dalam jumlah banyak, jangan menunda ke rumah sakit.

3. Mimisan berulang disertai mudah memar, gusi berdarah, atau terjadi setelah cedera kepala

Frekuensi mimisan juga penting diperhatikan. Jika anak mengalami mimisan lebih dari sekali dalam seminggu, ini bisa menjadi petunjuk adanya masalah kesehatan yang lebih serius, seperti gangguan pembekuan darah atau infeksi.

Yang paling perlu diwaspadai adalah kombinasi gejala. Jika anak sering mimisan dan mudah memar, atau mimisan disertai gusi berdarah maupun darah pada urine, segera konsultasikan ke dokter. Tanda-tanda ini bisa menunjukkan adanya gangguan pembekuan darah.

Mimisan setelah cedera kepala juga tidak boleh dianggap remeh. Benturan pada kepala atau wajah bisa menyebabkan perdarahan serius di rongga hidung. Periksakan Si Kecil ke dokter, apalagi bila mimisan disertai tanda perdarahan lain seperti lebam, gusi berdarah, atau perdarahan saluran cerna.

Selain itu, waspadai mimisan yang terjadi pada bayi di bawah 2 tahun. Pada usia ini, mimisan tergolong tidak biasa dan sebaiknya selalu diperiksakan ke dokter spesialis anak.

Baca juga: Obat Mimisan untuk Bantu Hentikan Perdarahan dengan Cepat

Pertolongan pertama mimisan pada anak

Sebelum panik, ingat bahwa cara menghentikan mimisan pada anak sebenarnya cukup sederhana. Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda lakukan di rumah, Moms.

  1. Tetap tenang. Anak sering ikut takut jika melihat orang tuanya panik. Sikap tenang Moms akan membantu proses penanganan berjalan lebih lancar.
  2. Dudukkan anak dengan posisi condong ke depan. Minta Si Kecil duduk tegak dengan kepala sedikit menunduk. Jangan menyandarkan atau menengadahkan kepalanya ke belakang, karena darah bisa mengalir ke tenggorokan dan menyebabkan anak tersedak atau muntah.
  3. Tekan bagian lunak hidung. Jepit lembut bagian lunak di dekat cuping hidung selama 10–15 menit. Anjurkan anak bernapas melalui mulut selama proses ini.
  4. Tambahkan kompres dingin. Sambil menekan hidung, tempelkan kompres dingin di pangkal hidung untuk membantu menghentikan perdarahan.
  5. Ulangi bila perlu. Jika darah belum berhenti, ulangi langkah menekan selama 10 menit lagi. Ingat, jangan mengintip di tengah proses.

Setelah mimisan berhenti, jaga agar Si Kecil tidak melakukan aktivitas berat, tidak membuang ingus terlalu keras, dan tidak mengorek hidung dalam 24 jam berikutnya. Ini penting agar bekuan darah tidak lepas dan mimisan tidak kembali kambuh.

Mimisan pada anak memang menakutkan dilihat, tetapi kondisi ini sebagian besar tidak berbahaya dan cenderung membaik seiring waktu. Cleveland Clinic mencatat bahwa anak di atas usia 14 tahun umumnya sudah tidak lagi mengalami mimisan berulang.

Kuncinya ada pada dua hal: tahu cara memberikan pertolongan pertama yang benar, dan mengenali tanda-tanda bahaya yang butuh penanganan dokter. Simpan panduan ini agar Moms selalu siap jika Si Kecil tiba-tiba mimisan. (MB/SW/RF/Foto: Magnific)