Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Melihat darah keluar dari hidung Si Kecil tentu bisa membuat kita panik ya, Moms. Wajar jika Anda merasa cemas saat menghadapi momen seperti ini, terutama jika terjadi secara tiba-tiba saat anak sedang asyik bermain atau bahkan saat tertidur pulas. Namun, tak perlu langsung panik, ada cara mengatasi mimisan pada anak, Moms.
Ya, kabar baiknya, mimisan pada anak-anak sebenarnya sangat umum terjadi dan jarang sekali merupakan tanda kondisi medis yang serius. Anak-anak yang sedang aktif mengeksplorasi dunia di sekitar mereka memang rentan mengalami hal ini. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini untuk mengatasi mimisan pada anak.
Jika anak mimisan, apakah berbahaya?
Setiap kali ada darah yang keluar dari tubuh anak, pikiran kita sering kali langsung membayangkan hal-hal yang menakutkan. Namun, sebagian besar kasus mimisan pada anak balita sama sekali tidak berbahaya. Pembuluh darah di bagian depan hidung anak-anak sangat halus dan rapuh, sehingga mudah sekali pecah akibat pemicu yang sederhana.
Moms bisa bernapas lega karena mimisan yang sering terjadi biasanya akan berhenti dengan sendirinya atau melalui sedikit penanganan dasar. Pendarahan ini sering kali terlihat banyak karena bercampur dengan lendir hidung, padahal jumlah darah yang keluar sebenarnya sangat sedikit.
Meski begitu, Anda tetap harus waspada. Mimisan perlu mendapat perhatian medis jika frekuensinya sangat sering, pendarahan tidak berhenti setelah 20 menit ditekan, atau anak terlihat sangat pucat dan lemas.
Apa penyebab mimisan pada anak secara tiba-tiba?
Ada beberapa faktor sehari-hari yang sangat sering memicu pecahnya pembuluh darah halus pada hidung Si Kecil, yakni:
1. Udara yang terlalu kering
Faktor lingkungan sangat memengaruhi kondisi hidung anak. Udara dalam ruangan yang menggunakan AC terus-menerus atau cuaca yang sangat panas, bisa mengeringkan selaput lendir hidung. Selaput yang kering dan pecah-pecah ini menjadi sangat rentan berdarah hanya karena gesekan kecil.
2. Kebiasaan mengorek hidung
Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar, termasuk pada tubuh mereka sendiri. Kebiasaan mengorek hidung, terutama jika kuku anak sedikit panjang atau tajam, adalah penyebab mimisan yang paling sering ditemui. Terkadang anak melakukannya tanpa sadar saat ia merasa ada kotoran yang mengganjal.
3. Alergi dan pilek
Saat Si Kecil sedang flu atau mengalami reaksi alergi, hidungnya memproduksi lebih banyak lendir. Terlalu sering membuang ingus dengan keras dapat memberikan tekanan pada pembuluh darah hidung. Selain itu, obat-obatan hidung tertentu juga bisa membuat selaput hidung menjadi lebih kering dari biasanya.
Baca juga: 5 Cara Tradisional Mengatasi Hidung Tersumbat pada Anak
4. Benturan fisik
Anak yang sedang aktif berlari, melompat, dan bermain bersama teman-temannya tentu berisiko terjatuh atau terbentur. Benturan ringan pada area wajah, khususnya hidung, bisa dengan cepat menyebabkan mimisan.
Cara mengatasi mimisan pada anak
Berikut ini langkah menghentikan mimisan dengan cara yang aman dan nyaman untuk anak yang perlu Anda tahu, Moms.
1. Tenangkan diri Anda dan Si Kecil
Anak sangat pintar membaca emosi ibunya. Jika Moms panik, anak akan ikut menangis ketakutan, dan tangisan justru akan meningkatkan aliran darah ke wajah, membuat mimisan makin deras. Tarik napas panjang, tersenyum lembut, dan katakan pada Si Kecil bahwa semuanya baik-baik saja dan Anda ada untuk membantunya.
2. Posisikan anak duduk tegak dan condong ke depan
Banyak orang tua zaman dahulu menyarankan agar anak berbaring atau mendongakkan kepala ke belakang saat mimisan. Cara tersebut justru keliru. Mendongak ke belakang akan membuat darah mengalir ke tenggorokan, yang bisa membuat anak tersedak, batuk, atau bahkan muntah. Mintalah anak duduk tegak di pangkuan Anda, lalu condongkan tubuhnya sedikit ke depan.
Baca juga: Obat Mimisan untuk Bantu Hentikan Perdarahan dengan Cepat
3. Berikan tekanan lembut pada hidung anak
Gunakan tisu bersih atau waslap basah, lalu jepit bagian bawah hidung anak (bagian yang lembut, bukan tulang hidungnya) dengan ibu jari dan telunjuk Anda. Berikan tekanan yang lembut tetapi konsisten selama kurang lebih 10 menit. Selama waktu ini, minta anak bernapas melalui mulut. Bacakan buku cerita pendek atau nyanyikan lagu favoritnya untuk mengalihkan perhatiannya agar 10 menit terasa cepat berlalu.
4. Gunakan kompres dingin
Untuk mempercepat penyempitan pembuluh darah, Moms bisa meletakkan kompres es atau waslap dingin di pangkal hidung (bagian di antara kedua mata). Sensasi dingin ini sangat membantu mengurangi aliran darah sekaligus memberikan rasa nyaman bagi Si Kecil.
5. Cegah anak menggosok hidung setelahnya
Setelah pendarahan berhenti, selaput hidung sedang dalam proses penyembuhan dan membentuk bekuan darah kecil. Jaga agar anak tidak mengorek, menggosok, atau membuang ingus terlalu keras selama beberapa jam ke depan. Ajak ia melakukan aktivitas yang tenang seperti menggambar atau menonton film keluarga.
Itulah cara mengatasi mimisan pada anak. Untuk menciptakan lingkungan hidung yang lebih sehat, Moms bisa mulai menggunakan humidifier di kamar tidur anak guna menjaga kelembapan udara. Pastikan juga kuku Si Kecil selalu terpotong rapi agar kebiasaan mengorek hidung tidak melukai bagian dalamnya. (MB/SW/Foto: Freepik)
