BUMP TO BIRTH

Bebas Khawatir, Inilah Deretan Skincare Aman untuk Ibu Menyusui


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Menjadi seorang ibu, bukan berarti melupakan rutinitas merawat kulit. Namun sebagian ibu, terutama yang tengah berada di fase menyusui, khawatir kandungan skincare akan memengaruhi ASI. Lantas apa saja jenis skincare yang aman untuk ibu menyusui?

Sesungguhnya, Moms tak perlu khawatir. Ada banyak bahan skincare yang aman digunakan selama masa menyusui. Anda hanya perlu mengetahuikandungan mana yang perlu diperhatikan dan bagaimana cara pemakaian yang tepat.

Skincare yang aman untuk ibu menyusui: Apa yang perlu diperhatikan?

Saat menyusui, sebagian kecil zat yang menyerap ke kulit bisa masuk ke aliran darah. Namun, untuk produk skincare topikal (yang dioleskan ke kulit), jumlah yang benar-benar sampai ke ASI umumnya sangat kecil.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu Moms perhatikan:

  • Area pemakaian: Hindari mengoleskan produk di area yang berkontak langsung dengan bayi, terutama puting dan sekitarnya.
  • Konsentrasi bahan aktif: Produk dengan kadar bahan aktif tinggi lebih baik dikonsultasikan dulu.
  • Cara masuk ke tubuh: Bahan yang diminum (oral) biasanya lebih berisiko dibanding yang dioleskan (topikal).

Kalau ragu, tidak ada salahnya Moms berkonsultasi dengan dokter kulit atau dokter anak. Mereka bisa memberi saran yang sesuai dengan kondisi Anda.

Baca juga: 7 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh untuk Ibu Menyusui

Kandungan rendah risiko untuk hidrasi, jerawat, dan noda

Untuk kebutuhan kulit sehari-hari, ada banyak pilihan bahan yang umumnya dianggap rendah risiko saat menyusui. Berikut beberapa di antaranya.

Untuk hidrasi dan menjaga kelembapan

  • Hyaluronic acid: Membantu menarik dan mengunci kelembapan di kulit.
  • Glycerin: Pelembap lembut yang cocok untuk hampir semua jenis kulit.
  • Ceramide: Memperkuat lapisan pelindung kulit.

Untuk jerawat dan kulit berminyak

  • Niacinamide: Membantu mengontrol minyak dan menenangkan kemerahan.
  • Zinc: Sering dipakai untuk kulit yang cenderung berminyak.

Untuk noda dan mencerahkan

  • Vitamin C: Antioksidan yang membantu menyamarkan noda dan mencerahkan kulit.
  • Sunscreen mineral (zinc oxide dan titanium dioxide): Melindungi kulit dari sinar matahari sekaligus mencegah noda makin gelap.

Bahan-bahan ini bisa jadi fondasi rutinitas skincare yang aman dan efektif selama menyusui.

Salicylic acid, benzoyl peroxide, azelaic acid, dan glycolic acid: Bagaimana status keamanannya?

Apabila Moms sedang berjuang mengatasi jerawat, mungkin bahan-bahan ini sudah tidak asing. Berikut penjelasan singkatnya.

1. Salicylic acid

Salicylic acid dalam bentuk topikal dan kadar rendah (biasanya sebagai pembersih atau toner) umumnya dianggap dapat diterima. Namun, sebaiknya batasi pemakaian pada area kecil, bukan seluruh tubuh, dan hindari produk dengan kadar sangat tinggi.

2. Benzoyl peroxide

Benzoyl peroxide topikal sering dipakai untuk mengatasi jerawat dan umumnya dianggap rendah risiko bila dipakai pada area terbatas. Seperti biasa, hindari area yang berkontak dengan bayi.

3. Azelaic acid

Azelaic acid termasuk pilihan yang cukup ramah untuk ibu menyusui. Bahan ini membantu mengatasi jerawat sekaligus menyamarkan noda hitam.

4. Glycolic acid

Glycolic acid, salah satu jenis AHA, umumnya dianggap dapat diterima dalam kadar rendah karena penyerapannya terbatas di lapisan kulit.

Meski begitu, setiap kulit berbeda. Jika Moms punya kondisi kulit khusus, konsultasi dengan dokter tetap langkah terbaik.

Baca juga: Urutan Pemakaian Skincare Sebelum Makeup yang Bikin Riasan Tahan Lama

Retinoid saat menyusui: Bedakan isotretinoin oral dengan tretinoin atau adapalene topikal

Retinoid adalah bahan yang paling sering menimbulkan kebingungan. Penting untuk membedakan jenisnya.

Isotretinoin oral: sebaiknya dihindari

Isotretinoin yang diminum (oral) biasanya diresepkan untuk jerawat parah. Bahan ini tidak disarankan selama menyusui karena risikonya yang lebih tinggi. Jika Moms sedang mempertimbangkan pengobatan ini, berkonsultasi dulu dengan dokter.

Tretinoin dan adapalene topikal: perlu kehati-hatian

Untuk retinoid topikal seperti tretinoin atau adapalene, penyerapan ke tubuh memang terbatas. Namun, karena data yang tersedia belum sepenuhnya lengkap, banyak yang memilih berhati-hati dan menghindarinya selama menyusui.

Apabila Moms mencari alternatif anti-penuaan atau perawatan jerawat, bahan seperti azelaic acid, niacinamide, atau vitamin C bisa jadi pilihan yang lebih aman.

Aturan aman pemakaian: Jangan oleskan bahan aktif di puting dan hindari kontak langsung dengan bayi

Selain memilih bahan yang tepat, cara pemakaian juga penting. Berikut beberapa aturan sederhana yang bisa Moms terapkan.

  • Jangan oleskan bahan aktif di puting. Area ini berkontak langsung dengan mulut bayi, jadi sebaiknya bebas dari produk skincare.
  • Hindari kontak langsung produk dengan kulit bayi. Pastikan produk sudah menyerap sempurna sebelum menggendong atau menyusui.
  • Cuci tangan setelah memakai produk. Ini mencegah sisa produk berpindah ke kulit Si Kecil.
  • Pakai produk di waktu yang tepat. Misalnya, oleskan perawatan malam setelah sesi menyusui terakhir.
  • Selalu pakai sunscreen di pagi hari. Perlindungan matahari tetap penting, apalagi jika Moms memakai bahan yang membuat kulit lebih sensitif.

Dengan langkah-langkah ini, Moms bisa merawat kulit dengan lebih tenang. Proses menyusui pun tak akan terganggu.

Menyusui bukan berarti Moms harus berhenti merawat kulit. Dengan memilih bahan yang rendah risiko dan mengikuti aturan pemakaian yang aman, Anda tetap bisa menjalani rutinitas skincare yang menyenangkan.

Namun perlu diingat, setiap ibu dan setiap kulit punya kebutuhan yang berbeda. Kalau Moms punya kondisi kulit tertentu atau sedang menjalani pengobatan, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit sebelum memakai produk baru. (MB/WR/RF/Foto: Freepik)