Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

7 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh untuk Ibu Menyusui

7 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh untuk Ibu Menyusui

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Di tengah kesibukan merawat Si Kecil, wajar jika Moms ingin tetap merawat diri dengan rutinitas skincare. Namun, mungkin Anda bertanya-tanya, amankah menggunakan skincare saat menyusui? Jangan khawatir, karena kali ini MB membahas tuntas soal kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu menyusui.

Tidak hanya itu, MB juga telah merangkum tips menggunakan skincare selama masa menyusui. Yuk, baca penjelasan lengkapnya berikut ini, Moms!

Benarkah skincare memengaruhi ASI?

Pertanyaan tentang apakah penggunaan skincare dapat memengaruhi kualitas atau kuantitas ASI sering kali muncul di kalangan ibu menyusui. Faktanya, sebagian besar produk skincare bekerja pada lapisan luar kulit dan tidak menembus cukup dalam untuk mencapai aliran darah dalam jumlah yang signifikan, apalagi memengaruhi ASI. Namun, ada beberapa bahan aktif yang perlu diwaspadai.

Baca juga: Bumil Tetap Bisa Tampil Cantik, Ini 5 Rekomendasi Produk Skincare Aman untuk Ibu Hamil

Beberapa bahan seperti retinoid dan salicylic acid dengan konsentrasi tinggi, meskipun kecil risikonya, sebaiknya dihindari selama masa menyusui karena potensi absorpsi yang lebih tinggi. Jika ragu, konsultasikan dengan dokter atau tenaga profesional untuk memastikan pilihan produk yang tepat. Merawat diri memang penting, tetapi keamanan Moms dan Si Kecil tetap menjadi prioritas utama.

Tips memilih dan menggunakan skincare saat menyusui

1. Pahami kandungan produk

Teliti kandungan pada label produk skincare sebelum membeli. Hindari bahan-bahan yang berpotensi berbahaya seperti retinoid. Sebagai alternatif, pilihlah produk dengan bahan alami atau kandungan yang telah teruji aman bagi ibu menyusui, seperti hyaluronic acid, ceramide, dan niacinamide.

2. Pilih produk bebas pewangi dan pewarna

Produk dengan pewangi atau pewarna tambahan dapat meningkatkan risiko iritasi, terutama untuk kulit sensitif pascakehamilan. Pilih produk yang berlabel "fragrance-free" untuk keamanan ekstra.

3. Uji keamanan produk

Sebelum menggunakan skincare baru, lakukan uji tempel (patch test) pada area kecil kulit untuk memastikan tidak ada reaksi alergi. Tunggu setidaknya 24 jam untuk melihat hasilnya.

4. Fokus pada rutinitas dasar

Di tengah kesibukan merawat Si Kecil, rutinitas skincare yang rumit dan kompleks malah akan menyita waktu atau bahkan mengganggu keseharian Anda. Untuk itu, tetaplah pada perawatan dasar, seperti pembersihan, hidrasi, dan perlindungan dari sinar matahari.

Baca juga: 7 Alasan Mengapa Harus Memasukkan Toner ke dalam Rutinitas Skincare Anda

5. Prioritaskan sunscreen

Gunakan sunscreen dengan kandungan mineral (zinc oxide atau titanium dioxide), karena cenderung lebih lembut dan aman bagi ibu menyusui. Penggunaan sunscreen perlu menjadi salah satu prioritas skincare untuk menjaga kesehatan kulit dari paparan sinar UV.

6. Konsultasi dengan dokter

Jika Moms merasa ragu dengan kandungan atau produk tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kulit atau tenaga profesional yang terkait. Dengan memastikan keamanan produk yang digunakan, Anda bisa tetap merawat diri tanpa rasa khawatir, sehingga lebih percaya diri dan nyaman di masa menyusui.

Kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu menyusui

Meski tidak semua produk skincare berbahaya, Moms tetap perlu waspada terhadap beberapa zat kimia dalam skincare, terlebih lagi saat Anda masih di masa menyusui. Untuk membantu Moms merasa lebih aman, berikut ini beberapa kandungan yang perlu diwaspadai dan sebaiknya dihindari selama masa menyusui.

1. Retinoid (dan turunannya)

Retinoid, termasuk retinol, tretinoin, dan adapalene, adalah kandungan andalan untuk mengatasi jerawat dan tanda penuaan. Namun, kandungan ini sangat tidak disarankan untuk ibu hamil dan menyusui. Penggunaan retinoid oral terbukti dapat menyebabkan cacat lahir, dan meskipun penyerapan melalui kulit lebih rendah, para ahli merekomendasikan untuk menghindarinya demi keamanan mutlak.

2. Hydroquinone

Bahan ini sering digunakan untuk mencerahkan bintik hitam atau hiperpigmentasi. Sayangnya, studi menunjukkan bahwa 35-45% hidrokuinon dapat terserap oleh kulit. Karena tingkat penyerapannya yang tinggi, hidrokuinon tidak disarankan untuk digunakan, terlebih lagi oleh ibu menyusui untuk mencegah risiko pada bayi.

3. Salicylic acid (asam salisilat) dosis tinggi

Eksfoliasi adalah salah satu tahapan skincare yang penting, karena bisa membantu menjaga kulit tetap bersih dan sehat. Namun, Moms perlu waspada dengan asam salisilat yang umum terkandung pada produk eksfoliasi.

Kandungan asam salisilat dalam dosis rendah (kurang dari 2%), seperti yang ditemukan pada pembersih wajah, umumnya dianggap aman. Namun, produk dengan konsentrasi asam salisilat tinggi, seperti chemical peeling atau obat oles, sebaiknya dihindari selama masa menyusui. Sebagai gantinya, Anda bisa pilih produk eksfoliasi dengan bahan yang lebih lembut, seperti glycolic acid atau lactic acid dalam konsentrasi rendah.

Baca juga: 7 Manfaat Kolagen untuk Ibu Menyusui agar Sehat Fisik dan Mental

4. Paraben

Paraben umum digunakan sebagai pengawet dalam banyak produk kosmetik. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa paraben dapat meniru hormon estrogen dan berpotensi mengganggu sistem endokrin. Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, memilih produk berlabel "bebas paraben" adalah langkah yang lebih bijak selama menyusui.

5. Formaldehyde (formaldehida)

Formaldehida adalah bahan kimia yang biasa berperan sebagai pengawet. Namun, bahan kimia ini sering dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah besar, seperti menyebabkan iritasi atau bahkan memicu kanker. Maka dari itu, hindari bahan-bahan seperti quaternium-15, DMDM hydantoin, dan diazolidinyl urea, karena bahan ini dapat melepaskan formaldehida seiring waktu.

6. Chemical sunscreen (oxybenzone)

Ada dua jenis tabir surya yang umum digunakan, yakni chemical sunscreen dan physical sunscreen. Namun, beberapa bahan pada chemical sunscreen, terutama oxybenzone, terbukti dapat terserap dan dideteksi dalam ASI. Untuk itu, pilihlah physical sunscreen (atau mineral sunscreen) yang menggunakan zinc oxide atau titanium dioxide sebagai bahan aktifnya. Tabir surya jenis ini bekerja dengan cara melapisi kulit dan tidak terserap ke dalam aliran darah.

7. Essential oils tertentu

Meskipun alami, tidak semua minyak esensial aman. Beberapa di antaranya, seperti peppermint oil atau rosemary oil dalam konsentrasi tinggi, sebaiknya dihindari di area dada karena dapat memengaruhi suplai ASI atau menyebabkan iritasi pada kulit bayi.

Menyusui adalah masa yang istimewa, dan rutinitas merawat diri dengan skincare dapat memperindah momen ini. Yang perlu diingat, pilihlah produk kecantikan yang tepat, sehingga Moms bisa tetap tampil percaya diri tanpa membahayakan Si Kecil. (MB/AY/GA/Foto: Freepik)