Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, telat haid sering menjadi tanda pertama yang membuat seorang perempuan curiga jika ia sedang hamil. Namun, telat haid juga bisa dipengaruhi oleh faktor lain, seperti stres, pola makan, hingga perubahan hormon. Karena itu, penting bagi Moms untuk memahami cara menghitung telat haid dengan tepat, agar bisa membedakan apakah keterlambatan tersebut disebabkan oleh kehamilan atau faktor lain.
Banyak perempuan yang masih bingung, berapa lama telat haid bisa dianggap tanda kehamilan? Perhitungan ini sebenarnya dapat dipahami dengan mengetahui siklus menstruasi normal, yang umumnya berkisar antara 28-35 hari. Jika sudah lewat dari jadwal normal haid, tes kehamilan bisa dilakukan untuk memastikan kondisi.
Yuk, cari tahu selengkapnya cara menghitung telat haid dan kapan hal ini bisa dikatakan sebagai tanda hamil!
Cara menghitung telat haid dan dikatakan hamil
Untuk menghitung telat haid, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami siklus menstruasi. Hitung jarak dari hari pertama haid terakhir hingga perkiraan haid berikutnya. Jika sudah melewati tanggal perkiraan, tapi belum ada tanda menstruasi, maka bisa disebut sebagai telat haid.
Biasanya, telat haid 1-5 hari belum tentu menandakan kehamilan. Namun, jika keterlambatan mencapai lebih dari 7 hari dan disertai tanda kehamilan lainnya, kemungkinan besar Moms sedang hamil.
Jika siklus haid Anda teratur (misalnya, selalu 28 hari), hitung 7-10 hari setelah tanggal perkiraan menstruasi berikutnya. Namun, jika siklus haid Anda tidak teratur, tunggu hingga 35 hari setelah hari terakhir haid.
Baca juga: Apakah Haid Tidak Teratur Bisa Hamil? Ini Penjelasan Lengkapnya
Berikut ini cara menghitung telat haid dari siklus kalender.
1. Catat LMP (Last Menstrual Period), hari pertama darah haid terakhir.
2. Tambahkan rata-rata panjang siklus Moms (misal 28 hari, 30 hari, dsb).
3. Tanggal yang dihasilkan = perkiraan hari mulai haid berikutnya.
4. Hitung jumlah hari yang sudah lewat dari tanggal perkiraan itu. Itulah yang disebut dengan “berapa hari telat”.
Tanda-tanda telat haid yang mengarah ke kehamilan
Telat haid saja tidak cukup untuk menjadi patokan kehamilan. Ada beberapa gejala tambahan yang bisa menjadi indikasi telat haid mengarah ke kehamilan, di antaranya:
- Payudara terasa lebih sensitif atau nyeri
- Muncul rasa mual atau muntah, terutama di pagi hari
- Perubahan suasana hati yang tiba-tiba
- Kelelahan tanpa sebab jelas
- Sering buang air kecil.
Kapan perlu tes kehamilan?
Tes kehamilan sebaiknya dilakukan setelah Moms mengalami telat haid minimal 7-10 hari, terutama jika disertai dengan tanda-tanda awal kehamilan, seperti mual atau payudara sensitif. Pasalnya, kadar hormon hCG (human chorionic gonadotropin) yang menjadi indikator utama dalam tes kehamilan baru mulai meningkat setelah proses implantasi janin terjadi di rahim.
Bila tes dilakukan terlalu dini, hasilnya bisa saja negatif palsu karena kadar hCG belum cukup tinggi untuk terdeteksi. Untuk hasil yang lebih akurat, Moms juga bisa mempertimbangkan tes darah di dokter, karena metode ini lebih sensitif dibandingkan test pack biasa.
Untuk itu, Jika Moms telat haid lebih dari 6 minggu, segera konsultasikan dengan dokter. Jika hasil tes kehamilan negatif, tapi haid tidak kunjung datang, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab pastinyanya. Penting untuk diingat, telat haid bisa disebabkan oleh banyak faktor selain kehamilan, seperti stres, perubahan berat badan, atau masalah kesehatan lainnya, Moms.
Baca juga: Agar Tidak Hamil, Ini Cara Mengetahui dan Menghitung Masa Subur Setelah Haid
Nah, Moms, itulah cara menghitung telat haid dan kapan hal ini bisa dikatakan sebagai tanda hamil. Menghitung telat haid bukan sekadar menandai kalender, tapi juga memahami siklus tubuh dan gejala yang muncul.
Jika telat haid disertai dengan tanda-tanda kehamilan, segera lakukan tes untuk memastikannya. Jangan ragu juga untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan guna mendapatkan hasil yang lebih akurat dan untuk memulai perawatan kehamilan sejak dini, Moms! (M&B/AY/SW/Foto: Jcomp/Freepik)
