Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, Anda mungkin pernah mengalami momen ini: baru saja memejamkan mata, tiba-tiba Si Kecil terbangun merintih minta minum. Awalnya mungkin Moms anggap biasa saja. Namun, jika anak sering haus di malam hari, wajar rasanya mulai bertanya-tanya, apakah ini normal atau pertanda sesuatu yang lebih serius?
Tenang, Moms. Banyak orang tua yang juga pernah merasakan kekhawatiran ini. Kabar baiknya, sebagian besar kasus anak sering haus di malam hari memang tidak berbahaya dan bisa diatasi dengan penyesuaian kecil dalam rutinitas harian. Namun, ada juga beberapa tanda yang perlu Anda waspadai, karena rasa haus berlebihan terkadang bisa menjadi sinyal awal dari kondisi medis tertentu, termasuk diabetes.
Penyebab umum anak sering haus di malam hari yang tidak perlu dikhawatirkan
Apakah anak sering minum di malam hari normal? Jawabannya, ya, dalam banyak kasus ini adalah hal yang wajar. Menurut Cleveland Clinic, rasa haus di malam hari sering muncul karena tubuh kekurangan cairan sepanjang hari, sehingga kelenjar ludah tidak memproduksi air liur secara optimal dan menyebabkan mulut kering saat tidur.
Beberapa penyebab umum lainnya meliputi:
- Kurang minum air di siang hari. Anak yang aktif bermain sering kali lupa minum, sehingga tubuhnya "mengejar" cairan yang hilang saat malam tiba.
- Konsumsi makanan asin atau pedas sebelum tidur. Garam dapat menarik lebih banyak cairan dari tubuh, memicu rasa haus.
- Suhu kamar yang terlalu panas. Ruangan yang pengap membuat anak berkeringat lebih banyak saat tidur.
- Bernapas melalui mulut. Kondisi ini, yang sering terjadi akibat hidung tersumbat, dapat membuat mulut dan tenggorokan kering lebih cepat.
- Aktivitas fisik menjelang malam. Bermain atau berolahraga sebelum tidur bisa membuat tubuh anak kehilangan cairan lebih banyak melalui keringat.
Jika rasa haus anak Anda muncul sesekali dan tidak disertai gejala lain, besar kemungkinan ini hanya respons tubuh yang normal terhadap kekurangan cairan ringan.
Baca juga: Selain Air Putih, Ini Minuman Sehat buat Balita Anda
Tanda bahaya anak sering haus di malam hari yang harus diwaspadai orang tua
Meski sebagian besar kasus anak sering haus di malam hari tidak berbahaya, ada beberapa ciri-ciri diabetes pada anak yang jarang disadari orang tua karena gejalanya muncul secara perlahan. Tanda-tanda yang perlu Moms waspadai antara lain:
- Rasa haus yang ekstrem dan tidak kunjung hilang meski sudah minum banyak air
- Sering buang air kecil, termasuk anak yang kembali mengompol setelah sebelumnya sudah lancar toilet training
- Perubahan suasana hati, seperti mudah marah atau rewel tanpa sebab jelas
- Rasa lapar yang meningkat drastis
- Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
- Luka atau sayatan yang sembuhnya lebih lama dari biasanya
- Tubuh mudah lelah atau anak tampak lebih banyak tidur dari biasanya
- Perubahan pada penglihatan
- Napas berbau manis atau seperti buah
- Muntah tanpa sebab yang jelas.
Satu hal penting yang perlu Moms pahami, diabetes tipe 1 pada anak bukan disebabkan oleh konsumsi gula berlebihan atau pola makan, melainkan kondisi autoimun di mana tubuh berhenti memproduksi insulin karena faktor genetik dan pemicu yang belum diketahui pasti. Jadi, jika suatu saat anak terdiagnosis, Moms tidak perlu merasa bersalah, karena ini bukan kesalahan siapa pun.
Baca juga: 7 Makanan dan Minuman yang Bantu Turunkan Demam Anak
Kapan rasa haus berlebihan pada anak perlu diperiksakan ke dokter?
Menurut Cleveland Clinic, rasa haus berlebihan (polidipsia) sebaiknya diperiksakan ke dokter jika kondisi berikut terjadi:
- Rasa haus tidak kunjung hilang meski anak sudah minum banyak cairan selama beberapa hari.
- Anak sering buang air kecil dalam jumlah yang tidak biasa.
- Muncul gejala tambahan, seperti penglihatan kabur, tubuh lemas, atau rasa lapar berlebihan.
Jangan menunggu sampai gejala memburuk, Moms. Diagnosis dini sangat penting, terutama untuk diabetes tipe 1. International Diabetes Federation mencatat lebih dari 1,2 juta anak dan remaja di dunia hidup dengan diabetes melitus tipe 1 pada tahun 2021. Di Indonesia sendiri, data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan bahwa 60,56% anak dan remaja dengan diabetes tipe 1 baru terdiagnosis setelah mengalami komplikasi ketoasidosis diabetikum (KAD), kondisi serius yang sebenarnya bisa dicegah bila gejala awal seperti haus berlebihan dikenali lebih dini.
Jadi, kalau insting Anda sebagai orang tua mengatakan ada yang tidak biasa, percayalah pada insting itu dan segera konsultasikan ke dokter anak.
Cara mencegah anak kehausan di malam hari secara alami
Untuk kasus haus malam yang bersifat normal, Moms bisa mencoba beberapa cara mencegah dehidrasi pada anak saat tidur berikut ini:
- Pastikan anak cukup minum sepanjang hari. Jangan menunggu Si Kecil merasa haus untuk menawarkan air minum, terutama pada anak yang aktif bermain.
- Berikan air secukupnya menjelang tidur, bukan tepat sebelum tidur. Beri jeda sekitar satu jam sebelum anak berbaring, agar tidak perlu bangun untuk buang air kecil di tengah malam.
- Ajak anak buang air kecil sebelum tidur. Kebiasaan sederhana ini bisa mengurangi gangguan tidur akibat kandung kemih penuh.
- Jaga suhu kamar tetap sejuk dan nyaman. Kamar yang terlalu panas membuat tubuh anak lebih banyak kehilangan cairan.
- Hindari camilan asin atau manis berlebihan di malam hari. Pilih camilan yang lebih seimbang jika anak ingin makan sebelum tidur.
- Periksa apakah anak bernapas melalui mulut saat tidur. Jika ya, ini mungkin tanda hidung tersumbat yang perlu ditangani lebih lanjut.
Dengan rutinitas kecil ini, Moms bisa membantu Si Kecil tidur lebih nyenyak tanpa terbangun kehausan di tengah malam.
Beda haus biasa dan gejala diabetes pada anak
Perbedaan paling mendasar terletak pada apakah rasa haus bisa "terpuaskan" atau tidak. Haus biasa akan hilang setelah anak minum air secukupnya, dan biasanya punya pemicu yang jelas, seperti cuaca panas atau aktivitas fisik. Sebaliknya, haus yang berkaitan dengan diabetes cenderung tidak kunjung hilang meski anak sudah minum banyak air, dan selalu berjalan beriringan dengan gejala lain, seperti sering buang air kecil, berat badan turun, tubuh lemas, serta napas berbau manis.
Singkatnya, Anda bisa tenang jika rasa haus anak bersifat sesekali dan ia responsif terhadap minum air. Namun, sebaiknya waspada dan segera memeriksakan anak jika haus terjadi terus-menerus disertai gejala-gejala lain yang sudah disebutkan di atas.
Soal rasa haus di tengah malam, sebagian besar hanyalah respons alami tubuh yang bisa diatasi dengan penyesuaian sederhana, seperti memastikan anak cukup minum di siang hari dan menjaga kenyamanan kamar tidurnya.
Namun, jika insting Anda berkata ada yang tidak biasa, terutama saat rasa haus disertai gejala lain seperti sering buang air kecil, berat badan turun, atau tubuh lemas, jangan tunda untuk membawa Si Kecil ke dokter anak. Semakin cepat gejala dikenali, semakin baik penanganan yang bisa diberikan. (MB/SW/RF/Foto: Magnific)