ASK THE EXPERT

Pentingnya USG Fetomaternal untuk Deteksi Dini Kelainan Janin


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Ditulis oleh: dr. Better Versi Paniroi, Sp.OG, Subsp.KFM (K) - Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fetomaternal di RS Premier Jatinegara

Setiap ibu tentu mengharapkan kehamilan yang sehat dan perkembangan janin yang baik. Untuk memantau kondisi tersebut, pemeriksaan kehamilan secara rutin menjadi langkah penting, termasuk pemeriksaan USG fetomaternal.

USG fetomaternal membantu dokter melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap kondisi janin, sekaligus mengenali kemungkinan kelainan atau gangguan perkembangan sejak dalam kandungan.

Apa itu USG fetomaternal?

USG fetomaternal merupakan pemeriksaan ultrasonografi lanjutan yang bertujuan melihat kondisi dan perkembangan janin secara lebih terperinci dibandingkan pemeriksaan USG kehamilan rutin.

Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan dengan keahlian subspesialis fetomaternal, khususnya untuk mengevaluasi kesehatan ibu dan janin serta kondisi kehamilan yang membutuhkan pemantauan lebih lanjut.

Apa saja manfaat USG fetomaternal?

USG fetomaternal memiliki sejumlah manfaat dalam pemeriksaan kehamilan, antara lain:

• Mendeteksi kemungkinan kelainan janin sejak dini. Pemeriksaan membantu mengenali kelainan pada jantung, otak, tulang, maupun organ janin lainnya.
• Memantau pertumbuhan dan perkembangan janin. Dokter dapat menilai apakah perkembangan janin sesuai dengan usia kehamilan.
• Menilai kondisi plasenta dan air ketuban. Kedua komponen ini memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan kesehatan janin.
• Mengidentifikasi risiko komplikasi kehamilan. Termasuk kemungkinan pertumbuhan janin terhambat atau Intrauterine Growth Restriction (IUGR).
• Membantu perencanaan penanganan medis. Apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan perhatian khusus, dokter dapat merencanakan pemeriksaan lanjutan maupun penanganan yang sesuai.

Kapan USG fetomaternal dapat dilakukan?

Pemeriksaan USG fetomaternal dapat dilakukan pada beberapa tahap kehamilan sesuai dengan kebutuhan medis.

• Trimester pertama (11–14 minggu): Pemeriksaan bertujuan membantu skrining awal risiko kelainan kromosom.
• Trimester kedua (18–24 minggu): Menjadi periode penting untuk menilai anatomi dan perkembangan organ janin secara lebih detail.
• Trimester ketiga: Pemeriksaan dapat digunakan untuk memantau pertumbuhan serta kondisi janin menjelang persalinan.

Siapa yang dianjurkan melakukan USG fetomaternal?

Pemeriksaan ini terutama dianjurkan bagi ibu hamil yang memiliki faktor risiko tertentu, seperti:

• Berusia di atas 35 tahun.
• Memiliki riwayat kehamilan sebelumnya dengan kelainan janin.
• Memiliki kondisi kesehatan seperti diabetes atau hipertensi.
• Mendapatkan temuan yang memerlukan evaluasi lanjutan pada pemeriksaan USG sebelumnya.
• Menjalani kehamilan yang termasuk kategori risiko tinggi.

Namun, ibu hamil yang tidak mengalami keluhan juga dapat mempertimbangkan pemeriksaan ini sebagai bagian dari upaya deteksi dini, berdasarkan anjuran dokter.

Apa saja yang bisa dideteksi USG fetomaternal?

Melalui pemeriksaan yang lebih terperinci, dokter dapat mengevaluasi kemungkinan adanya berbagai kondisi, di antaranya:

• Kelainan jantung bawaan.
• Gangguan perkembangan otak.
• Kelainan bentuk tubuh dan tulang.
• Bibir sumbing.
• Pertumbuhan janin terhambat (IUGR).
• Jumlah air ketuban yang tidak normal.

Walaupun pemeriksaan ini dapat membantu mengenali banyak kondisi, tidak seluruh kelainan janin dapat terdeteksi melalui USG.

USG fetomaternal menjadi salah satu pemeriksaan penting untuk mendukung pemantauan kesehatan janin. Dengan mengenali kemungkinan masalah lebih dini, dokter dapat menentukan langkah pemeriksaan dan penanganan sesuai dengan kondisi ibu dan janin.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  1. Apa bedanya USG biasa dengan USG fetomaternal? USG kehamilan rutin digunakan untuk memantau kondisi kehamilan secara umum, termasuk usia dan posisi janin. Sementara itu, pemeriksaan USG fetomaternal memberikan evaluasi lebih terperinci terhadap anatomi janin dan kemungkinan komplikasi kehamilan.
  2. Apakah USG fetomaternal aman? Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara dan tidak melibatkan radiasi pengion. USG fetomaternal umumnya aman bagi ibu dan janin apabila digunakan sesuai kebutuhan medis.
  3. Berapa lama proses USG fetomaternal? Pemeriksaan biasanya membutuhkan waktu sekitar 20–40 menit. Durasinya dapat berbeda tergantung kondisi janin dan tingkat detail pemeriksaan yang diperlukan.

(MB/TW/Foto: Dok. RS Premier Jatinegara, Canva Pro)