Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Dijawab oleh dr. Agill Agassi Tsalitsa, Sp.JP Kardiologi (Dokter Spesialis Kardiologi Siloam Hospitals TB Simatupang).
T: Apa yang dimaksud dengan kondisi jantung bocor pada anak?
J: Jantung itu kan ada sirkulasi jantung bagian kanan dan ada sirkulasi jantung bagian kiri. Definisi kebocoran itu adanya kebocoran, entah itu dari sirkulasi kanan ke kiri atau sirkulasi , dari kiri ke kanan. Itu jenis penyakitnya banyak dan mungkin yang paling umum terjadi contohnya dinding atrium yang bocor, dinding ventrikel yang bocor, atau PDA, yakni pembuluh darah aorta ke pulmonal yang seharusnya menutup pada saat lahir tapi tidak menutup sehingga terjadinya perpindahan sirkulasi.
T: Benarkah salah satu penyebabnya adalah karena faktor genetik?
J: Ya, jantung bocor pada anak itu memang karena faktor genetik. Jadi, ini sebenarnya adalah kelainan bawaan yang didapat dari lahir.
T: Apa saja gejala jantung bocor pada anak?
J: Gejala bervariasi, tergantung dari jenis kebocorannya. Kita sebutnya ini penyakit jantung bawaan pada anak, ya. Penyakit jantung bawaan pada anak itu ada yang biru dan ada yang nonbiru. Kalau nonbiru seperti orang normal, karena saturasi oksigennya masih relatif bagus, di atas 95%. Sementara yang biru, kadar oksigennya sudah turun, ada yang 60% ada yang 70%, sampai bikin dia menjadi biru.
Kemudian, gejala-gejala lain yang paling khas itu adanya lung overflow atau darah yang terlalu banyak mengalir ke paru-paru. Kemudian gejala lain yang muncul, seperti batuk, pilek, sesak napas, dan demam yang sifatnya bisa berulang kali bahkan dalam satu bulan itu bisa terjadi berkali-kali.
Nah, baik untuk penyakit jantung yang biru maupun nonbiru ini, kalau dalam kondisi berat pada anak, yang pasti terjadi itu adalah gagal tumbuh. Berat badannya naiknya tidak normal atau tidak mencapai target, inteligiensianya juga tidak berkembang sesuai umurnya. Yang pasti, kalau keduanya terjadi, ini akan menghambat tumbuh kembang anak.
T: Apakah jantung bocor bisa dideteksi sejak masih dalam kandungan?
J: Bisa. Ada istilahnya USG jantung, ekokardiografi fetal. Jadi, ketika janin itu sudah di usia sekitar 6-7 bulan, kan organ jantungnya itu sudah mulai terbentuk secara normal, sehingga dari situ kita sudah bisa mendeteksi apakah ada jantung bocor saat melakukan USG jantung, dan itu kita bisa deteksi dari sebelum kelahiran.
T: Seperti apa penanganan jantung bocor pada anak?
J: Jika kita sebagai orang tua mencurigai anak mengalami kebocoran jantung atau jantung bocor, yang pasti segera konsultasikan dengan dokter jantung. Untuk terapinya itu ada terapi yang bersifat sementara dan ada yang bersifat definitif. Yang sementara hanya untuk meredakan gejalanya, mungkin dengan obat-obatan, sedangkan yang bersifat definitif biasanya kita lakukan tergantung jenis penyakit jantungnya, bisa dengan kateterisasi atau dengan operasi bedah jantung, untuk mengembalikan struktur anatominya menjadi struktur anatomi normal jantung pada umumnya.
T: Bisakah penderita jantung bocor sembuh total?
J: Sangat bisa, makin cepat terdeteksi, kemungkinan untuk sembuh totalnya akan makin tinggi. Semuanya bisa diobati asalkan bisa dideteksi sejak dini.
T: Apakah anak dengan riwayat jantung bocor bisa beraktivitas seperti anak pada umumnya?
J: Itu bisa, tapi balik lagi, tergantung dari derajat keparahannya. Kalau ketahuannya sejak dini dan kita bisa melakukan terapi definitif sedini mungkin, tumbuh kembang anak akan normal. Dia bisa beraktivitas seperti biasa, seperti anak-anak pada umumnya.
Tapi, kalau ketahuannya telat dan kita tidak bisa memberikan terapi yang definitif, otomatis itu dia akan membawa sedikit cacat pada jantungnya. Nah, itu kembali lagi dikonsultasikan lagi ke dokter jantungnya. Aktivitas apa yang boleh dilakukan karena otomatis dengan keterbatasan jantung yang dia punya, dia tidak bisa beraktivitas seperti anak-anak pada umumnya. Jadi, itulah pentingnya konsultasi ke dokter jantung anak.
T: Bagaimana menjaga kesehatan anak dengan riwayat jantung bocor?
J: Tergantung ke tiap penyakitnya. Intinya kalau misalnya kita bisa mendeteksinya sedini mungkin dan kita lakukan kateterisasi atau operasi jantung sedini mungkin, maka itu akan baik untuk anak itu sendiri karena tumbuh kembangnya akan bisa normal seperti anak-anak pada umumnya. Tapi kalau misalnya ketahuannya telat, tumbuh kembangnya akan sedikit terganggu.
Jadi, bagaimana cara menjaganya? Satu, kalau misalnya sudah ketahuan, ya segera konsultasi ke bagian jantung dokter anak. Kalau sudah dilakukan terapi definitif, entah itu kateterisasi ataupun operasi, ya tetap harus kontrol rutin ke dokter jantungnya, karena ada yang bisa lepas obat ada yang harus menggunakan obat seumur hidupnya. Jadi, cara untuk menjaga kesehatan adalah satu tadi, tetap harus konsultasi berkala dengan dokter jantungnya. Yang kedua, perhatikan pemberian nutrisinya dan asah kognitif serta kecerdasannya dengan baik. Intinya, fokus pada tumbuh kembang anak. (MB/SW/Foto: Kamran Aydinov/Freepik)
