Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Dijawab oleh Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K) (Ketua Indonesian Nutrition Association (INA))
T: Apa yang dimaksud dengan malnutrisi?
J: Yang dimaksud dengan malnutrisi adalah kekuarangan, kelebihan, atau ketidakseimbangan dari asupan, yang kelanjutannya pasti menganggu kesehatan.
T: Apakah malnutrisi tidak memandang usia?
J: Benar sekali, semua bisa terkena. Namun, kita bisa memberikan perhatian kepada kelompok-kelompok umur ini, yaitu bayi, anak, ibu hamil, dan lansia. Ini sangat rentan terkena malnutrisi.
T: Malnutrisi terbagi dalam beberapa kelompok? Bisa dijelaskan?
J: Ada kelompok malnutrisi yang weighting atau sangat kurus, ada juga yang berat badan lebih atau obesitas. Ada yang jenis zat gizinya tidak lengkap ada di dalam tubuh, misalnya anemia, itu juga bisa masuk ke dalam masalah gizi. Pada penyakit itu juga bisa mengarah ke malnutrisi, misalnya orang menderita penyakit-penyakit tertentu. Nah, ini bisa juga nantinya, kelanjutannya malnutrisi.
T: Apa penyebab malnutrisi?
J: Jadi, penyebab malnutrisi pada dasarnya adalah kekurangan zat gizi atau banyak zat gizi, atau disebabkan oleh penyakit. Nah, secara lebih luas itu sebenarnya dipengaruhi juga oleh pengetahuan gizi, ketersediaan pangan, transportasi, ekonomi, budaya, itu juga pada akhirnya berpengaruh pada terjadinya malnutrisi.
T: Apa saja gejala malnutrisi?
J: Gejala-gejalanya agak berbeda ya, antara orang dewasa dengan anak-anak. Pada orang dewasa, penurunan berat badan yang tidak disadari, terus lesu, aktivitas menjadi berkurang. Ada juga yang kalau disebabkan oleh penyakit itu misalnya timbul bengkak di kaki.
Nah, pada anak mungkin lebih mudah, karena apalagi kalau orang tua sering membawa untuk menimbang, berat badan yang tidak naik atau berat badan yang malah turun. Kemudian, kita bisa lihat dari aktivitas fisiknya menurun, lemah. Itu beberapa hal yang bisa kita lihat.
T: Apa saja dampak yang terjadi bila seseorang terkena malnutrisi?
J: Dampaknya, secara umum tentu saja peningkatan kasus morbilitas dan mortalitas. Namun, bisa kita lihat contohnya adalah stunting, salah satunya, di mana asupan yang tidak memadai tidak dapat mencukupi kebutuhan untuk tumbuh kembang anak, menyebabkan anak terganggu pertumbuhannya, tinggi badannya terganggu, serta terkait dengan perkembangan otak dan perkembangan kesehatan tubuhnya.
T: Bagaimana penanganan dan pencegahan malnutrisi?
J: Tentu saja ini sudah harus menjadi tanggung jawab dokter untuk menerapi, tapi kita bisa mencegah dengan memperhatikan makanan sehat sehari-hari, yaitu gizi seimbang yang sudah dianjurkan Kementerian Kesehatan. Jadi, makanlah teratur, tiga kali sehari makan dengan dua sampai tiga kali selingan, dan makannya harus lengkap gizinya, meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral yang kita dapatkan dari makanan. Kalau sekali makan itu komposisi yang dianjurkan adalah makanan pokok, lauk, sayur, dan buah.
Selingan boleh bebas, tapi selingan itu sebaiknya dibatasi, karena selingan itu makanan yang menyenangkan, jadi orang bisa sering kali jadi berlebihan konsumsinya. Nah, untuk mengimbangi asupan yang sudah kita perhatikan, tentu saja aktivitas fisik kita perhatikan, apalagi masyarakat sekarang pekerjaannya banyak di kantor, duduk kalau di rumah, terus aktivitas fisiknya juga sudah capek rasanya. Namun, hal seperti ini bisa kita sikapi dengan jadwal aktivitas fisik, yaitu olahraga. (M&B/SW/Foto: Freepik)
- Tag:
- malnutrisi
- Ask the Expert
