Type Keyword(s) to Search
ASK THE EXPERT

Fakta Tentang Operasi Katarak: Aman, Cepat, dan Tidak Menakutkan

Fakta Tentang Operasi Katarak: Aman, Cepat, dan Tidak Menakutkan

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Ditinjau oleh: Dr. Marsha Rayfa Pintary, SpM (KMN EyeCare)

Banyak orang merasa khawatir saat mendengar kata “operasi,” apalagi jika menyangkut mata. Faktanya, salah satu operasi mata yang paling umum dan aman dilakukan saat ini adalah operasi katarak.

Ketakutan ini umumnya muncul karena kurangnya pemahaman tentang prosedur operasi katarak itu sendiri. Banyak pasien membayangkan prosedur yang rumit, menyakitkan, dan penuh risiko.

Ada juga kekhawatiran tentang kemungkinan kehilangan penglihatan secara permanen, atau rasa takut sakit saat prosedur berlangsung. Sering kali cerita dari orang lain yang belum tentu akurat atau pengalaman pribadi yang kurang menyenangkan bisa memperkuat ketakutan tersebut.

Rasa takut pada operasi katarak juga kerap diperburuk oleh anggapan bahwa tindakan bedah yang memerlukan waktu lama dan proses pemulihan yang sulit. Faktanya, seiring dengan kemajuan teknologi medis saat ini, operasi katarak termasuk prosedur yang cepat, aman, dan minim rasa sakit, Moms.

Apa itu katarak dan mengapa harus dioperasi?

Katarak adalah kondisi ketika lensa alami mata menjadi keruh atau buram, sehingga cahaya tidak bisa masuk dengan sempurna ke retina. Akibatnya, penglihatan menjadi buram, seperti melihat melalui kaca berkabut.

Katarak biasanya berkembang secara perlahan dan awalnya tidak terlalu mengganggu, tapi seiring waktu bisa menyebabkan penurunan penglihatan yang signifikan. Katarak bukan penyakit menular dan tidak menyebar dari satu mata ke mata lainnya, meskipun sering kali bisa muncul di kedua mata secara bersamaan.

Penyebab utama katarak adalah proses penuaan, yang menyebabkan protein di dalam lensa mata menggumpal dan membentuk area keruh. Namun, katarak juga bisa dipicu oleh berbagai faktor lain, seperti paparan sinar ultraviolet (UV) berlebih, riwayat diabetes, penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang, cedera mata, hingga gaya hidup seperti merokok.

Pada sebagian kasus, katarak bisa muncul sejak lahir (katarak kongenital) atau berkembang setelah operasi mata untuk masalah lain.

Jika katarak tidak segera dioperasi, kondisinya bisa makin parah dan membuat penglihatan memburuk, sehingga penderita tidak bisa menjalani aktivitas sehari-hari, seperti membaca, mengemudi, atau mengenali wajah orang lain. Dalam kondisi yang lebih lanjut, katarak juga bisa menyebabkan komplikasi seperti glaukoma sekunder (peningkatan tekanan dalam bola mata), peradangan, atau bahkan kebutaan permanen.

Karena katarak tidak bisa disembuhkan dengan obat atau kacamata, satu-satunya solusi efektif adalah dengan menjalani operasi penggantian lensa mata. Makin cepat ditangani, maka hasil operasi cenderung lebih baik dan risiko komplikasi bisa diminimalkan.

Kapan seseorang harus menjalani operasi katarak?

Operasi katarak disarankan ketika penglihatan sudah cukup terganggu sehingga menghambat aktivitas sehari-hari, seperti menyetir, membaca, atau bekerja. Makin cepat ditangani, risiko komplikasi akan makin kecil dan kualitas hidup pasien bisa kembali optimal.

Operasi katarak pada dasarnya adalah prosedur penggantian lensa mata yang sudah keruh akibat katarak, dengan lensa tanam buatan yang disebut Intraocular Lens (IOL). Lensa alami yang terkena katarak akan dihancurkan dan diangkat menggunakan teknologi khusus, lalu digantikan dengan IOL yang bening agar penglihatan kembali jernih.

Lensa tanam ini akan berada secara permanen di dalam mata, dan tidak perlu diganti lagi seumur hidup. Jenis-jenis IOL pun kini makin canggih, mulai dari lensa monofocal (untuk satu fokus jarak jauh atau dekat), hingga lensa multifocal yang dirancang untuk membantu penglihatan di berbagai jarak atau lensa torik untuk mengoreksi astigmatisme.

Pemilihan jenis lensa ini akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi mata pasien setelah melalui pemeriksaan menyeluruh oleh dokter mata. Dengan lensa tanam yang tepat dan prosedur yang akurat, hasil penglihatan setelah operasi bisa sangat signifikan, bahkan lebih jernih.

Apakah operasi katarak sakit?

Tidak sama sekali, Moms. Operasi katarak saat ini termasuk prosedur medis yang sangat aman dan minim risiko. Prosesnya cepat, hanya sekitar 15-30 menit.

Dokter akan memberikan bius topikal atau lokal, jadi Anda tetap sadar, tapi tidak akan merasa sakit saat prosedur berlangsung. Setelah operasi, sebagian besar pasien bisa melihat lebih jelas hanya dalam beberapa hari. Bahkan, banyak yang bisa kembali beraktivitas ringan keesokan harinya.

Seiring berkembangnya dunia medis, teknologi operasi katarak pun ikut maju pesat. Salah satu teknologi terbaru dan paling umum digunakan saat ini adalah teknik fakoemulsifikasi. Ini adalah prosedur minim sayatan dan tanpa jahitan, di mana lensa mata yang keruh dihancurkan menggunakan gelombang ultrasonik, lalu disedot keluar dan digantikan dengan lensa tanam.

Proses yang minim invasif ini hanya membutuhkan sayatan kecil dan memiliki waktu pemulihan yang jauh lebih cepat dibandingkan metode lama.

Jadi, jangan bayangkan operasi katarak seperti operasi besar yang menakutkan ya, Moms, karena kenyataannya jauh lebih ringan dari itu. (M&B/SW/Foto: Freepik)