Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Pipis yang lancar merupakan salah satu tanda bahwa sistem kemih di tubuh bayi berfungsi dengan baik. Namun, faktanya beberapa bayi mungkin mengalami buang air kecil (BAK) yang tidak lancar, Moms. Ini terjadi karena banyak faktor, misalnya saja dehidrasi, demam, cuaca panas, masalah pada perkembangan sistem saraf di kandung kemih, hingga infeksi saluran kemih (ISK).
Masalah buang air kecil tentu bisa membuat bayi merasa tidak nyaman dan mungkin saja mengganggu aktivitasnya. Nah, jika bayi Anda mengalaminya, jangan khawatir, Moms. Ada beberapa cara yang bisa Anda coba lakukan di rumah agar bayi pipis lancar. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, Moms!
Faktor yang memengaruhi frekuensi pipis bayi
Frekuensi pipis bayi bisa bervariasi tergantung pada beberapa faktor penting yang memengaruhi jumlah cairan yang masuk maupun kondisi tubuhnya. Salah satu faktor utama adalah asupan cairan, baik dari ASI, susu formula, maupun air putih (pada bayi yang sudah mulai MPASI).
Bayi yang cukup minum umumnya akan buang air kecil lebih sering, sekitar 6-8 kali sehari. Selain itu, usia bayi juga berperan—makin muda usianya, biasanya frekuensi pipis lebih sering karena ginjalnya masih berkembang dan tubuhnya lebih banyak mengeluarkan cairan.
Faktor lain yang turut memengaruhi adalah suhu lingkungan—pada cuaca panas, bayi bisa kehilangan cairan lewat keringat sehingga frekuensi pipis mungkin sedikit menurun. Kondisi kesehatan, seperti demam, diare, atau infeksi saluran kemih, juga bisa menyebabkan perubahan jumlah dan warna urine.
Terakhir, jenis popok yang digunakan kadang membuat orang tua sulit memperkirakan frekuensi pipis karena popok modern menyerap sangat cepat. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memantau tidak hanya jumlah pipis, tapi juga warna, bau, dan tanda-tanda lain yang menunjukkan kondisi bayi secara keseluruhan.
Baca juga: 7 Tips Sukses Toilet Training di Malam Hari untuk Anak
5 Cara agar bayi pipis lancar
1. Berikan ASI yang teratur
Jika bayi Anda mengalami masalah buang air kecil, sebaiknya berikanlah ASI secara teratur. Menurut Healthline, di dalam ASI terkandung sejumlah gizi dan nutrisi yang cocok untuk mendukung kesehatan sistem pencernaan bayi.
Di sisi lain, pemberian ASI secara rutin bisa membantu mengatasi masalah kekurangan cairan atau dehidrasi. Sehingga nantinya diharapkan kondisi tubuh Si Kecil bisa membaik dengan sendirinya, Moms.
2. Pantau pola buang air kecil
Agar bayi pipis lancar, Moms harus memantau pola buang air kecilnya. Pastikan dalam sehari frekuensi BAK Si Kecil sudah sesuai dengan usianya. Jika tidak sesuai, itu artinya ada masalah pada tubuh bayi dan Moms harus segera mengatasinya.
Berikut ini frekuensi buang air kecil yang normal pada bayi menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
- Bayi lahir usia kurang dari 32 minggu kehamilan: 20 kali dalam sehari (24 jam)
- Bayi lahir cukup bulan: 10-20 kali dalam sehari (24 jam)
- Bayi usia 6 bulan ke atas: 10 kali dalam sehari (24 jam).
3. Hindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat
Moms, agar bayi bisa pipis dengan lancar, sebaiknya hindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat, terutama di area kemaluannya. Hal ini bisa membuat bayi merasa tidak nyaman, sehingga proses buang air kecilnya pun ikut terhambat.
Selain itu, tekanan berlebih karena pakaian yang terlalu ketat bisa membuat Si Kecil merasa tidak nyaman. Kondisi inilah yang kemudian akan membuat bayi jadi enggan untuk mencoba buang air kecil.
Baca juga: Bayi Jarang Pipis, Ini Penyebab yang Perlu Diwaspadai
4. Bersihkan organ kemaluan bayi dengan air hangat
Membersihkan organ kemaluan bayi merupakan satu hal yang penting untuk dilakukan, terutama setiap habis mengganti popok. Ini akan membuat bayi merasa nyaman sekaligus mengurangi risiko ISK.
Moms bisa coba bersihkan organ kemaluan bayi dengan air hangat. Air dengan suhu yang hangat akan membantu merangsang bayi untuk bisa pipis dengan lancar.
5. Berikan pijatan lembut di area perut dan kaki
Cara terakhir yang bisa Anda lakukan, berikan pijatan lembut di area perut dan kaki bayi, agar ia bisa pipis dengan lancar. Pijatan di area perut serta kaki bisa membantu merangsang saluran pencernaan dan sistem kemih bayi, sehingga proses buang air kecil pun menjadi lancar. Lakukan pijatan dengan lembut dan perlahan, serta gunakan gerakan memutar searah jarum jam, ya.
Kenapa bayi pipis sedikit padahal minum banyak?
Jika bayi pipis hanya sedikit padahal minum dalam jumlah banyak, hal ini bisa menjadi tanda adanya gangguan yang perlu diwaspadai. Normalnya, bayi yang cukup mendapatkan cairan—baik dari ASI maupun susu formula—akan buang air kecil setidaknya 6-8 kali dalam sehari.
Jika frekuensi pipisnya jauh lebih sedikit atau popoknya sering kering, bisa jadi bayi mengalami dehidrasi ringan, meskipun terlihat banyak minum. Hal ini bisa disebabkan oleh kondisi seperti demam, cuaca panas, atau bahkan gangguan penyerapan cairan di tubuh.
Selain itu, kemungkinan lain yang perlu diperhatikan adalah adanya infeksi saluran kemih, sumbatan di saluran kemih, atau gangguan fungsi ginjal, meskipun kasus ini lebih jarang terjadi. Tanda-tanda lain seperti urine berwarna gelap, bayi tampak lesu, rewel terus-menerus, atau tidak buang air kecil lebih dari 6 jam juga perlu diwaspadai. Jika kondisi ini berlangsung lebih dari sehari atau disertai gejala tambahan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter anak untuk pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat.
Baca juga: Jika Balita Sering Pegang Alat Kelaminnya
Kenapa bayi baru lahir jarang pipis tapi sering BAB?
Jika pipisnya jauh lebih sedikit dari normal, misalnya hanya 1-2 kali sehari, sementara BAB tetap sering, ini bisa menjadi tanda bahwa bayi tidak mendapatkan cukup cairan atau sedang mengalami dehidrasi ringan. Hal ini perlu diwaspadai jika disertai gejala lain, seperti mulut kering, fontanel (ubun-ubun) cekung, kulit kurang elastis, atau bayi tampak lemas. Sebaiknya, perhatikan jumlah popok basah per hari dan segera konsultasikan dengan dokter anak jika jumlah pipis terus berkurang atau ada kekhawatiran mengenai asupan cairannya. (M&B/Ayu/SW/Foto: Valuavitaly/Freepik)
