Type Keyword(s) to Search
BABY

7 Manfaat Bermain Sensory Play untuk Bayi

7 Manfaat Bermain Sensory Play untuk Bayi

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Bermain adalah cara bayi belajar mengenal dunia sekitarnya. Salah satu jenis permainan yang paling bermanfaat untuk perkembangan Si Kecil adalah sensory play.

Sensory play adalah aktivitas yang dirancang untuk merangsang indra bayi, seperti penglihatan, pendengaran, sentuhan, penciuman, dan bahkan rasa. Contohnya termasuk bermain dengan tekstur seperti pasir atau air, mendengarkan suara lembut atau musik, atau bermain dengan benda berwarna-warni dengan bentuk yang berbeda.

Permainan ini tidak hanya bersifat menghibur, tapi juga mendukung perkembangan otak bayi secara keseluruhan. Saat bayi berinteraksi dengan berbagai jenis rangsangan, jalur saraf baru terbentuk, memperkuat hubungan antara otak dan tubuh.

Manfaat sensory play untuk bayi

1. Mendukung perkembangan otak

Bermain sensory play membantu bayi membentuk koneksi saraf di otaknya. Misalnya, saat Si Kecil meraih benda berbahan lembut seperti kapas atau yang kasar seperti pasir kinetik, ia belajar konsep seperti tekstur, bentuk, dan berat, yang nantinya mendukung kemampuan problem solving.

2. Mengembangkan keterampilan motorik

Saat bayi memainkan benda selama aktivitas sensory play, ia melatih keterampilan motorik halus dan kasarnya. Misalnya:

  • Motorik halus seperti memegang butiran pasir, Play-Doh, atau memencet spons mainan
  • Motorik kasar seperti bermain di hamparan pasir atau meraih benda-benda besar.

Keterampilan ini adalah fondasi dari aktivitas lebih kompleks seperti menulis dan menggambar.

3. Meningkatkan kemampuan sensorik

Sensory play memberikan kesempatan bagi bayi untuk mengenal berbagai sensasi, seperti:

  • Sentuhan dengan bahan seperti pasir, air, atau kain
  • Pendengaran melalui musik, suara hewan, atau bunyi kerincingan
  • Penciuman lewat aroma bunga atau minyak esensial.

Eksplorasi ini mengajarkan bayi tentang perbedaan di dunia sekitarnya, sekaligus membantunya mengembangkan preferensi dan ketertarikan.

4. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi

Saat bayi menggenggam, menggerakkan, atau mengamati objek, ia sering mencoba mengekspresikan apa yang dilihat atau dirasakannya. Ini bisa mendorong perkembangan bahasa Si Kecil. Moms juga bisa membantu dengan mengucapkan kata-kata terkait, seperti “Bola biru” atau “Air dingin.”

5. Menenangkan bayi yang sedang rewel

Beberapa aktivitas sensory play, seperti bermain dengan air hangat atau pasir lunak, dapat memiliki efek menenangkan untuk bayi. Ini sangat membantu bagi bayi yang cenderung rewel atau merasa tidak nyaman, contohnya saat sedang tumbuh gigi.

6. Membangun kreativitas dan imajinasi

Sensory play memberikan bayi kebebasan untuk bereksplorasi. Misalnya, bermain dengan pasir kinetik atau Play-Doh memberinya kreativitas untuk menciptakan sesuatu sesuai imajinasi Si Kecil.

7. Meningkatkan fokus dan ketekunan

Melalui sensory play, bayi belajar memusatkan perhatian pada aktivitas tertentu. Aktivitas seperti memindahkan biji-bijian kecil dari satu wadah ke wadah lain, misalnya, memotivasinya untuk menyelesaikan tugas sederhana, yang penting untuk membangun perilaku fokus sejak dini.

Baca juga: Moms, Coba Cara Ini untuk Stimulasi Sensorik Bayi Baru Lahir

Ide mainan sensory play untuk bayi

Moms tidak memerlukan alat atau bahan mahal untuk memulai sensory play di rumah. Banyak alat yang bisa Anda gunakan di rumah. Berikut ini beberapa ide yang bisa Anda coba, Moms.

1. Permainan air

Isi baskom kecil dengan air hangat dan tambahkan mainan karet, sendok, atau cangkir kecil agar bayi bisa memercik atau menuangkan air. Pastikan selalu mengawasi aktivitas ini untuk keamanan bayi ya, Moms.

2. Kotak sensori

Gunakan kotak plastik kecil dan isi dengan bahan seperti pasir kinetik, biji-bijian (contoh: kacang merah), kain flanel, atau kapas. Pastikan bahan tidak berbahaya jika tersentuh atau tertelan.

3. Mengeksplorasi tekstur

Sediakan berbagai benda dengan tekstur berbeda, seperti spons, bulu, atau kain. Bimbing bayi untuk menyentuh tekstur-tekstur tersebut.

4. Pewarna makanan dan adonan mainan

Buatlah Play-Doh atau slime sendiri dengan pewarna makanan. Bayi bisa meremas, menggulung, atau memotong-motong adonan ini untuk melatih motorik dan sensorinya.

5. Suara dan musik

Gunakan mainan seperti kerincingan atau putarkan lagu anak untuk merangsang pendengaran Si Kecil. Pilihlah musik dengan variasi nada agar bayi terbiasa dengan berbagai jenis suara.

6. Kegiatan luar ruangan

Jika memungkinkan, beri bayi pengalaman bermain dengan pasir, dedaunan, atau rerumputan di taman. Aktivitas luar ruangan ini juga mendukung eksposur alami pada lingkungan sekitar.

Baca juga: Bayi sangat sensitif? Waspadai Tanda Gangguan Sensorik!

Tips untuk orang tua

1. Pastikan keamanan bayi: Hindari benda kecil yang dapat tertelan Si Kecil atau bahan yang merusak kulit sensitifnya.

2. Awasi aktivitas bermain: Selalu perhatikan bayi saat bermain untuk memastikan semuanya berjalan aman.

3. Jangan khawatirkan berantakan: Sensory play sering kali membuat berantakan ruangan, tapi manfaatnya jauh lebih besar untuk bayi.

4. Amati respons bayi: Lihat aktivitas mana yang paling disukai bayi dan coba perluas eksplorasi dari aktivitas tersebut.

Itulah manfaat bermain sensory play untuk bayi. Memasukkan aktivitas bermain sensory play ke dalam kehidupan sehari-hari bayi bisa memberikan manfaat besar, baik secara fisik maupun emosional, untuk Si Kecil, Moms. Selamat mencoba! (M&B/HA/SW/Foto: Freepik)